- Harga minyak mentah dunia cenderung stabil pada Selasa, 2 Juni 2026, akibat ketidakpastian negosiasi gencatan senjata AS-Iran.
- Konflik di Timur Tengah menyebabkan blokade Selat Hormuz yang memicu fluktuasi harga serta lonjakan permintaan ekspor minyak AS.
- Pelaku industri menekankan perlunya regulasi hukum yang jelas dalam kesepakatan damai untuk menormalkan kembali pelayaran di Selat Hormuz.
Krisis di Timur Tengah ini turut mendongkrak permintaan minyak dari para penyuling di Asia dan Eropa terhadap komoditas AS.
![Ilustrasi harga minyak. [Freepik]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/16/23011-ilustrasi-harga-minyak.jpg)
Estimasi pelacakan kapal menunjukkan ekspor minyak mentah AS melonjak ke rekor tertinggi sebesar 5,6 juta barel per hari sepanjang Mei 2026.
Selain itu, jajak pendapat awal oleh Reuters memproyeksikan stok minyak mentah AS menyusut sekitar 3,6 million barel pada pekan yang berakhir 29 Mei, melanjutkan tren penurunan pekan sebelumnya. Penurunan ini diperkirakan juga terjadi pada persediaan produk distilat dan bensin.
Sementara itu, dalam pertemuan para petinggi industri pelayaran di Athena pada hari Senin, pelaku usaha menegaskan bahwa setiap kesepakatan damai antara AS dan Iran nantinya harus memberikan aturan hukum yang jelas.
Kepastian regulasi tersebut sangat dibutuhkan agar kapal-kapal niaga dapat kembali beroperasi secara normal melalui Selat Hormuz.