Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

Rupiah Makin Terpuruk! Tembus Rp17.839 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Selasa, 02 Juni 2026 | 16:02 WIB
Rupiah Makin Terpuruk! Tembus Rp17.839 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Nilai tukar rupiah merosot ke level Rp 17.839 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh lonjakan inflasi nasional Mei 2026 yang menurunkan minat investor terhadap aset domestik.
  • Sentimen global serta penguatan indeks dolar AS memperburuk kondisi pasar keuangan Indonesia dan negara Asia lainnya.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau masih belum mampu keluar dari zona merah pada perdagangan Selasa sore (2/6/2026).

Mata uang Garuda tercatat mengalami tekanan hebat sejak pembukaan pasar hingga lonceng penutupan perdagangan berbunyi. Berdasarkan data komprehensif dari Bloomberg, kurs rupiah ditutup merosot ke level Rp 17.839 per dolar AS. Kemerosotan ini memperpanjang tren koreksi mata uang domestik di tengah tingginya ketidakpastian pasar finansial global.

Posisi penutupan tersebut menunjukkan bahwa rupiah mengalami pelemahan sebesar 34 poin atau setara dengan 0,19% jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari Senin (1/6/2026) yang berada di level Rp 17.810 per dolar AS.

Akibat anjloknya nilai tukar ini, mata uang Indonesia harus rela terjerembab bersama beberapa mata uang utama di kawasan Asia lainnya yang juga ikut bertekuk lutut di hadapan keperkasaan greenback.

Pengamat pasar keuangan sekaligus Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan analisis mendalam mengenai faktor utama di balik runtuhnya pertahanan mata uang Garuda.

Menurutnya, laju pelemahan ini dipicu secara langsung oleh adanya lonjakan signifikan pada angka inflasi nasional periode Mei 2026.

Publikasi data inflasi yang bergerak naik di atas perkiraan pasar tersebut secara otomatis menyebarkan sentimen negatif yang memberatkan langkah rupiah untuk menguat.

" Lonjakan pada inflasi bulan Mei meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga BI dan meredam permintaan pada SBN," jelas Lukman saat dihubungi oleh Suara.com pada Selasa sore.

Kenaikan ekspektasi terhadap suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) ini membuat para pelaku pasar cenderung bersikap menahan diri.

Ketika inflasi meningkat, daya tarik aset-aset investasi dalam negeri seperti Surat Berharga Negara (SBN) cenderung mengalami penurunan karena kekhawatiran terkikisnya nilai imbal hasil riil, yang pada akhirnya memicu aksi lepas portofolio oleh investor.

Lukman menambahkan bahwa pergerakan indeks dolar AS juga memegang peranan penting dalam menekan mata uang domestik. Sepanjang malam sebelumnya, indeks dolar AS terpantau mengalami penguatan yang cukup masif sehingga langsung memberikan pukulan telak bagi posisi rupiah sejak awal sesi perdagangan pagi hari.

Walaupun volatilitas indeks greenback tersebut sempat sedikit mereda di pertengahan hari, rupiah tetap kesulitan untuk bangkit karena minimnya stimulus positif dari dalam negeri.

Apalagi, saat ini pasar sedang mengalami masa absen atau kelangkaan rilis data ekonomi krusial lainnya, baik dari lingkup regional maupun global.

" Sentimen rupiah akan kembali didikte oleh perkembangan seputar geopolitik di Timur Tengah," urai Lukman lebih lanjut mengenai proyeksi pergerakan mata uang ke depan.

Ketidakpastian politik di kancah internasional membuat para pengelola dana global cenderung mengalihkan modal mereka ke instrumen aset aman (safe haven). Langkah pengamanan modal ini secara otomatis menyedot likuiditas dari pasar negara berkembang (emerging markets), termasuk Indonesia.

Perbandingan Kinerja Mata Uang Kawasan Asia

Jika melihat konstelasi pasar valuta asing di Asia secara meluas, nasib kurang beruntung tidak hanya dialami oleh rupiah. Won Korea Selatan tercatat menjadi mata uang yang mengalami hantaman paling dalam di wilayah regional dengan koreksi sebesar 0,34%.

Menyusul di belakangnya, dolar Taiwan juga ikut merosot sebesar 0,26%, disusul oleh rupee India yang melemah 0,23%. Tren pelemahan tipis juga melanda yen Jepang yang tergerus 0,006% serta dolar Hong Kong yang terkikis sebesar 0,005% pada akhir perdagangan hari ini.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru berhasil memperlihatkan performa tangguh dan berbalik menguat melawan dolar AS. Mata uang Baht Thailand memimpin barisan penguatan dengan apresiasi signifikan sebesar 0,24%, diikuti oleh peso Filipina yang naik 0,10%.

Selanjutnya, dolar Singapura terpantau menguat sebesar 0,06%, yuan China merangkak naik 0,05%, dan ringgit Malaysia berhasil menguat tipis sebesar 0,005%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:57 WIB

Menkeu Mengaku Stres Rupiah Rp17.800: Bagaimana Nasib Dompet Rakyat?

Menkeu Mengaku Stres Rupiah Rp17.800: Bagaimana Nasib Dompet Rakyat?

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:52 WIB

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS

Rupiah Jadi Mata Uang Asia Paling Terburuk, Sentuh Level Rp17.887 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 09:26 WIB

Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850

Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:44 WIB

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

Hasto Soroti Pelemahan Rupiah dan Defisit Fiskal: Utang Dibayar dengan Utang

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:32 WIB

Terkini

BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran

BPS: Harga Beras Naik per Mei 2026, Dari Penggilingan hingga Eceran

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:05 WIB

BPS Ungkap Harga Emas Perhiasan per Mei 2026 Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun

BPS Ungkap Harga Emas Perhiasan per Mei 2026 Alami Deflasi Tiga Bulan Beruntun

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:44 WIB

Adu LHKPN Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dino Patti Djalal, Siapa yang Lebih Kaya?

Adu LHKPN Seskab Teddy Indra Wijaya dan Dino Patti Djalal, Siapa yang Lebih Kaya?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 15:37 WIB

Gencar Ekspansi Jadi Modal TMAS Bidik Pendapatan Rp 5,53 Triliun di 2026

Gencar Ekspansi Jadi Modal TMAS Bidik Pendapatan Rp 5,53 Triliun di 2026

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:51 WIB

Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harg Tiket Pesawat

Full Surcharge Resmi Naik hingga 50%, Warganet Mulai Menangis Lihat Harg Tiket Pesawat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:36 WIB

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:01 WIB

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:57 WIB

IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I

IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:51 WIB

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:31 WIB

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:18 WIB