Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 03 Juni 2026 | 11:49 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah
IIustrasi Kilang Minyak [Pexels].
  • Harga minyak dunia naik lebih dari satu persen pada Rabu (3/6/2026) akibat eskalasi konflik militer di Timur Tengah.
  • Iran meluncurkan rudal ke Kuwait dan Bahrain yang memicu serangan balasan Amerika Serikat ke fasilitas militer Iran.
  • Gangguan distribusi di Selat Hormuz serta menyusutnya pasokan minyak Amerika Serikat mendorong lonjakan harga energi di pasar global.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali melesat tajam dengan kenaikan lebih dari 1 persen pada pembukaan sesi perdagangan Rabu (3/6/2026).

Lonjakan harga energi ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah militer Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Kuwait dan Bahrain, di tengah kebuntuan pembicaraan diplomatik antara pihak Teheran dan Amerika Serikat (AS).

Melansir data dari Reuters, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent merangkak naik sebesar USD 1,05 atau setara 1,09 persen hingga menyentuh level USD 97,05 per barel.

Selaras dengan tren tersebut, harga minyak mentah poin West Texas Intermediate (WTI) khusus pasar AS meningkat USD 1,01 atau naik 1,08 persen ke posisi USD 94,77 per barel.

Harga minyak yang stabil di level tinggi, sementara kurs Rupiah hari ini tertekan hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah yang terus mencetak rekor terburuk berkali-kali ini terjadi hanya dalam 1 tahun 7 bulan pemerintahan Prabowo Subianto.

Terpisah, di penutupan sesi perdagangan sebelumnya, kedua instrumen acuan minyak internasional ini bahkan sempat nangkring di posisi tertinggi mereka dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Berdasarkan laporan resmi dari pihak militer Amerika Serikat, Iran terdeteksi melepaskan sejumlah rudal balistik yang diarahkan langsung ke dua negara tetangganya, yakni Kuwait dan Bahrain, meskipun rangkaian serangan udara tersebut dikabarkan gagal mengenai sasaran utama.

Merespons agresivitas tersebut, komando pasukan AS di kawasan itu langsung mengambil tindakan tegas dengan melancarkan serangan balasan yang menyasar fasilitas militer di Pulau Qeshm milik Iran.

Para pelaku pasar komoditas global saat ini tengah memantau ketat dinamika konflik tersebut dari dekat. Situasi dinilai semakin abu-abu lantaran Teheran sebenarnya sedang berada dalam fase meninjau draf proposal kesepakatan damai dengan AS guna menghentikan perang yang telah berkecamuk.

Namun, media lokal di Iran melaporkan bahwa pemerintah Teheran mengklaim belum menjalin komunikasi diplomatik lagi dengan Washington selama beberapa hari terakhir.

Pernyataan tersebut kontras dengan klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan di hadapan publik bahwa proses negosiasi antar kedua belah pihak masih terus berjalan.

Di sisi lain, tantangan logistik distribusi energi kian pelik. Senior Commodity Strategist dari ANZ Bank, Daniel Hynes, mengungkapkan bahwa upaya internasional untuk membuka kembali akses pelayaran aman di Selat Hormuz menemui jalan buntu.

Hal ini dikarenakan militer Iran telah menyebar ranjau laut di sebagian besar jalur perairan vital yang menjadi urat nadi pengiriman minyak dunia tersebut.

"Memang ada sedikit peningkatan jumlah kapal yang mencoba melintas, namun total transit secara keseluruhan masih jauh di bawah level sebelum konflik terjadi," papar Daniel Hynes dalam analisis pasarnya.

Meskipun operasi militer bersama yang diluncurkan oleh AS dan Israel ke wilayah Iran sudah berjalan selama lebih dari tiga bulan, konfrontasi bersenjata ini dinilai mulai memasuki fase buntu (deadlock) di tengah skema gencatan senjata yang sangat rapuh.

Selain dipicu oleh faktor geopolitik yang memanas, tren kenaikan harga minyak dunia kali ini juga disokong kuat oleh indikator ketatnya pasokan dari negara produsen. Persediaan minyak mentah domestik di Amerika Serikat dilaporkan mengalami penyusutan selama tujuh pekan berturut-turut.

Berdasarkan rilis data berkala dari American Petroleum Institute (API), volume stok minyak mentah milik Negeri Paman Sam tersebut menyusut drastis hingga 6,8 juta barel untuk periode pekanan yang berakhir pada tanggal 29 Mei lalu.

Para investor kini tengah menanti rilis data statistik resmi terkait jumlah cadangan energi terupdate dari pemerintah AS melalui Badan Informasi Energi (EIA), yang dijadwalkan keluar pada Rabu pekan ini pukul 10.30 waktu setempat atau pukul 14.30 GMT.

Disclaimer: Segala bentuk informasi mengenai pergerakan harga komoditas, analisis pasar minyak dunia, dan proyeksi ekonomi dalam artikel ini bersifat edukasi dan referensi berita umum. Pasar komoditas energi memiliki tingkat risiko dan volatilitas yang sangat tinggi, sehingga keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Sony Sonjaya, Eks Wakil Kepala BGN yang Dicopot Prabowo

Profil Sony Sonjaya, Eks Wakil Kepala BGN yang Dicopot Prabowo

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:44 WIB

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:29 WIB

Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!

Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:39 WIB

Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot, Prabowo Tunjuk Nanik Deyang

Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot, Prabowo Tunjuk Nanik Deyang

Video | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:13 WIB

Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini

Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:59 WIB

Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!

Nanik Jadi Kepala BGN, Istana: Tak Perlu Tunggu Seremoni, Langsung Kerja!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:13 WIB

Terkini

Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani

Dana IPO Mulai Terserap, Merdeka Gold Pacu Produksi Tambang Emas Pani

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:47 WIB

BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi

BTN Percepat Transformasi Ecosystem Banking untuk Dorong Pertumbuhan CASA dan Pendapatan Transaksi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:35 WIB

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

IHSG Ambruk 4 Persen, Bank Mulai Jual Dolar Rp18.000

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:29 WIB

Cek Langsung Pelayanan, Dewan Komisaris Pertamina Kunjungi Sejumlah SPBU di Bali

Cek Langsung Pelayanan, Dewan Komisaris Pertamina Kunjungi Sejumlah SPBU di Bali

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:28 WIB

IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an

IHSG Ambruk 4 Persen, Indeks Saham Turun ke Level 5.000-an

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:18 WIB

Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia

Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah, Rangkul 4.850 Pendonor di Seluruh Indonesia

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:16 WIB

Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!

Purbaya Benar Usai Kepala MBG Dadan Dicopot Prabowo: Memang Ada Kelemahan Sana Sini!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:39 WIB

Kejagung Geledah Kantor Pusat BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo, IHSG Langsung Anjlok Parah

Kejagung Geledah Kantor Pusat BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo, IHSG Langsung Anjlok Parah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:19 WIB

Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini

Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:59 WIB

Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial

Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:21 WIB