Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000!! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:25 WIB
Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000!! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?
Himbara meminta dukungan Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono untuk menyediakan likuiditas yuan dalam skema Local Currency Trade (LCT) Indonesia-China guna memperkuat transaksi bilateral di tengah pelemahan rupiah terhadap mata uang asing. Foto Antara.
  • Himbara minta BI jamin 100% likuiditas yuan untuk skema LCT.
  • Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, tekanan pasar meningkat.
  • Transaksi LCT Indonesia-China tembus US$3,7 miliar per bulan.

Suara.com - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) meminta dukungan Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Djiwandono untuk menyediakan likuiditas yuan dalam skema Local Currency Trade (LCT) Indonesia-China guna memperkuat transaksi bilateral di tengah pelemahan rupiah terhadap mata uang asing.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Perwakilan Himbara yang juga Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Putrama Wahju Setyawan, kepada Thomas Djiwandono dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI pada Selasa kemarin.

Menurut Putrama, keterlibatan bank-bank nasional dalam skema LCT tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan likuiditas penuh dari BI. Karena itu, Himbara meminta otoritas moneter menyediakan jaminan ketersediaan yuan bagi perbankan yang nantinya menjadi pelaksana transaksi perdagangan Indonesia-China menggunakan mata uang lokal.

"Ada sebuah syarat yang saya sampaikan kepada Pak Thomas Djiwandono, yaitu bahwa bank di dalam negeri nanti yang akan terlibat dalam LCT ini membutuhkan 100% dukungan likuiditas CNY atau yuan dari Bank Indonesia," ujar Putrama dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Pernyataan tersebut muncul di tengah tekanan besar terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan, nilai tukar rupiah sempat ditutup di level Rp17.839 per dolar AS dan terus bergerak menuju level Rp18.000 yang selama ini dianggap sebagai batas psikologis penting bagi pasar.

LCT Jadi Senjata Kurangi Ketergantungan Dolar

Putrama menjelaskan, penguatan kerja sama LCT dengan China menjadi salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional. Mengingat nilai perdagangan Indonesia dan China sangat besar, penggunaan mata uang lokal dinilai mampu mengurangi kebutuhan dolar sekaligus meredam tekanan terhadap rupiah.

Pengembangan skema tersebut juga tidak hanya melibatkan BI dan bank-bank nasional, tetapi akan didukung oleh tiga bank sentral, yakni Bank Indonesia, Bank Sentral China, dan Bank Sentral Hong Kong.

"Kita memahami bahwa beberapa transaksi kita cukup besar dengan China, sehingga saat ini kami mengembangkan bersama BI local currency trade yang akan melibatkan tiga otoritas bank sentral," kata Putrama.

Bank Indonesia sebelumnya mengungkapkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral Indonesia-China terus meningkat signifikan. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut nilai transaksi LCT kedua negara pada tahun lalu telah melampaui US$25 miliar.

Sementara sepanjang tahun ini, nilai transaksi bulanan bahkan sudah mencapai sekitar US$3,7 miliar. Angka tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang beralih menggunakan yuan dan rupiah dibanding dolar AS dalam aktivitas perdagangan dan investasi.

BI juga telah memperluas kerja sama dengan sejumlah bank serta otoritas moneter China agar transaksi yuan dapat dilakukan langsung di Indonesia. Dengan demikian, pelaku usaha kini dapat melakukan transaksi yuan dalam berbagai instrumen, mulai dari spot, swap hingga forward.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:53 WIB

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53 WIB

Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming

Fatal Akibat Kurang Tidur: Belajar dari Kisah Influencer yang Meninggal Saat Live Streaming

Entertainment | Rabu, 03 Juni 2026 | 13:29 WIB

Terkini

TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Ekspansi di Bawah Fullerton Health

TelkomMetra Lakukan Penataan Portofolio Bisnis, AdMedika Group Ekspansi di Bawah Fullerton Health

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:19 WIB

Dua Bulan Beroperasi, Pegadaian Timor Leste Tunjukkan Catatkan Kinerja Gemilang

Dua Bulan Beroperasi, Pegadaian Timor Leste Tunjukkan Catatkan Kinerja Gemilang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:12 WIB

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:53 WIB

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:36 WIB

Langsung Disampaikan Wakil Presiden Moody's: Danantara Dapat Outlook Negatif!

Langsung Disampaikan Wakil Presiden Moody's: Danantara Dapat Outlook Negatif!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:13 WIB

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53 WIB

Perayaan 3 Tahun, Bursa Kripto CFX Kembali Menggelar CFX Crypto Conference di Jakarta

Perayaan 3 Tahun, Bursa Kripto CFX Kembali Menggelar CFX Crypto Conference di Jakarta

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:46 WIB

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Di tengah Ambruknya IHSG, Saham-saham Ini Layak Dilirik Karena Diburu Asing

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:02 WIB

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

BPS Ramal Produksi Padi dan Beras Nasional Turun 3 Bulan ke Depan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:56 WIB

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Transaksi Komoditas Berbasis Sawit Meledak 267%, Nilainya Tembus Rp3,83 Triliun dalam Sepekan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:30 WIB