Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:08 WIB
Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp18.018 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026 pagi.
  • Penguatan rupiah diprediksi bersifat sementara karena terhambat ketidakpastian geopolitik global serta sentimen regulasi ekonomi domestik terbaru.
  • Mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mengalami volatilitas serupa dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS pagi ini.

Suara.com - Nilai tukar rupiah hari ini mencatatkan riak positif pada pembukaan perdagangan menjelang akhir pekan.

Mata uang Garuda berhasil bangkit dari tekanan intervensi pasar global, meskipun posisinya terpantau masih tertahan di zona psikologis yang cukup rawan, yakni pada kisaran level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengacu pada data kompilasi pasar spot Bloomberg pada Jumat (5/6/2026) pagi, rupiah dibuka menguat ke posisi Rp18.018 per dolar AS. Catatan ini merefleksikan kenaikan tipis sebesar 31 poin atau setara 0,17 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada perdagangan hari sebelumnya yang sempat tertahan di level Rp18.049 per dolar AS.

Kendati menunjukkan tanda-tanda rebound, para pelaku pasar di kota-kota besar diimbau untuk tetap mencermati volatilitas yang ada.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan proyeksi bahwa apresiasi yang terjadi pada mata uang domestik ini cenderung berdurasi pendek karena minimnya sentimen pendukung yang solid dari sektor geopolitik.

"Rupiah menguat masih sementara dan akan berpotensi melemah namun terbatas terhadap dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Menurut analisis makroekonomi saat ini, pergerakan indeks dolar AS sedang berada dalam fase konsolidasi yang datar akibat respons pasar terhadap dinamika global. Terdapat beberapa faktor utama yang menahan penguatan rupiah lebih lanjut:

  • Ketidakpastian Global: Tekanan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi total, membuat investor global bersikap hati-hati.
  • Sikap Wait and See: Para pelaku pasar internasional tengah mengalihkan fokus dan menanti rilis data ketenagakerjaan resmi dari Amerika Serikat yang akan menjadi kompas kebijakan suku bunga The Fed.
  • Sentimen Regulasi Domestik: Pemberlakuan regulasi baru di dalam negeri turut memengaruhi persepsi risiko dari para investor asing.

" Pengesahan UU P2SK juga dipandang akan semakin menghilangkan indepensi BI dan menekan sentimen investor, Range 18000-18100," jelasnya.

Melonjaknya nilai tukar greenback terhadap mata uang lokal hingga menembus angka psikologis baru memicu pertanyaan besar di kalangan generasi muda dan investor ritel terkait strategi alokasi aset. Konversi portofolio ke dalam mata uang asing kini mulai dilirik sebagai langkah lindung nilai (hedging).

baca juga

Melihat tren pergerakan modal saat ini, keputusan untuk mengoleksi mata uang dolar AS di level harga sekarang dinilai cukup rasional oleh sebagian pelaku pasar, mengingat adanya potensi pelemahan lanjutan pada mata uang lokal.

" Sentimen sudah masuk kemana-mana hingga masyarakat, dari pantauan memang banyak yang membeli dolar," jelasnya.

Fluktuasi yang melanda rupiah nyatanya juga dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan regional Asia yang bergerak bervariasi cenderung melemah terhadap dolar AS pagi ini.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan koreksi paling dalam setelah anjlok signifikan sebesar 1,04 persen. Pelemahan ini diikuti oleh ringgit Malaysia yang ambles 0,48 persen, baht Thailand yang tertekan 0,1 persen, serta dolar Taiwan dan dolar Singapura yang kompak tergelincir masing-masing sebesar 0,07 persen. Di sisi lain, yuan China juga terpantau melemah tipis 0,03 persen.

Sebaliknya, beberapa mata uang Asia berhasil menunjukkan perlawanan. Peso Filipina memimpin penguatan di Asia dengan kenaikan 0,12 persen, disusul oleh yen Jepang yang menguat 0,04 persen, dan dolar Hong Kong yang merangkak naik tipis sekitar 0,02 persen pada perdagangan pagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 06:53 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

Andhika Pratama Kritik Kebijakan Pemerintah di Tengah Rupiah Anjlok, Postingannya Langsung Viral

Andhika Pratama Kritik Kebijakan Pemerintah di Tengah Rupiah Anjlok, Postingannya Langsung Viral

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:03 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Kasus Polisi Tembak Polisi: Mengapa Bisa Terjadi dan Apa yang Harus Dievaluasi?

Kasus Polisi Tembak Polisi: Mengapa Bisa Terjadi dan Apa yang Harus Dievaluasi?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:00 WIB

92 Titik Panas Masih Terdeteksi di Gunung Arjuno, Bantuan Water Bombing Dikejar

92 Titik Panas Masih Terdeteksi di Gunung Arjuno, Bantuan Water Bombing Dikejar

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:59 WIB

TEMPEST Akhiri Aktivitas Grup, Hyuk Segera Wamil dan LEW Tinggalkan Agensi

TEMPEST Akhiri Aktivitas Grup, Hyuk Segera Wamil dan LEW Tinggalkan Agensi

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Karpet Merah untuk Danantara dan BUMN, Prabowo Setuju Ubah Definisi Kerugian Negara Bukan Korupsi?

Karpet Merah untuk Danantara dan BUMN, Prabowo Setuju Ubah Definisi Kerugian Negara Bukan Korupsi?

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Brain Drain: Mengapa Talenta Terbaik Indonesia Lebih Pilih Berkarier di Luar Negeri?

Fenomena Brain Drain: Mengapa Talenta Terbaik Indonesia Lebih Pilih Berkarier di Luar Negeri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Samsung Galaxy S27 Dikabarkan Lebih Hemat Baterai Berkat Modem 5G Baru

Samsung Galaxy S27 Dikabarkan Lebih Hemat Baterai Berkat Modem 5G Baru

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Persija Lama Tak Kalahkan Arema FC, Shin Tae-yong Siap Hapus Rekor Buruk di Bekasi

Persija Lama Tak Kalahkan Arema FC, Shin Tae-yong Siap Hapus Rekor Buruk di Bekasi

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:48 WIB

Dari Curhat hingga Sindiran: Menelaah Sisi Gelap Akun Menfess Kampus

Dari Curhat hingga Sindiran: Menelaah Sisi Gelap Akun Menfess Kampus

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:45 WIB

3 Urutan Haircare Mustika Ratu untuk Mengurangi Ketombe dan Gatal

3 Urutan Haircare Mustika Ratu untuk Mengurangi Ketombe dan Gatal

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Asky Rizal Toding Ajudan Gubernur Kaltim yang Arogan Akhirnya Minta Maaf

Asky Rizal Toding Ajudan Gubernur Kaltim yang Arogan Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:35 WIB

×