Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:08 WIB
Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp18.018 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026 pagi.
  • Penguatan rupiah diprediksi bersifat sementara karena terhambat ketidakpastian geopolitik global serta sentimen regulasi ekonomi domestik terbaru.
  • Mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mengalami volatilitas serupa dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS pagi ini.

Suara.com - Nilai tukar rupiah hari ini mencatatkan riak positif pada pembukaan perdagangan menjelang akhir pekan.

Mata uang Garuda berhasil bangkit dari tekanan intervensi pasar global, meskipun posisinya terpantau masih tertahan di zona psikologis yang cukup rawan, yakni pada kisaran level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengacu pada data kompilasi pasar spot Bloomberg pada Jumat (5/6/2026) pagi, rupiah dibuka menguat ke posisi Rp18.018 per dolar AS. Catatan ini merefleksikan kenaikan tipis sebesar 31 poin atau setara 0,17 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada perdagangan hari sebelumnya yang sempat tertahan di level Rp18.049 per dolar AS.

Kendati menunjukkan tanda-tanda rebound, para pelaku pasar di kota-kota besar diimbau untuk tetap mencermati volatilitas yang ada.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan proyeksi bahwa apresiasi yang terjadi pada mata uang domestik ini cenderung berdurasi pendek karena minimnya sentimen pendukung yang solid dari sektor geopolitik.

"Rupiah menguat masih sementara dan akan berpotensi melemah namun terbatas terhadap dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Menurut analisis makroekonomi saat ini, pergerakan indeks dolar AS sedang berada dalam fase konsolidasi yang datar akibat respons pasar terhadap dinamika global. Terdapat beberapa faktor utama yang menahan penguatan rupiah lebih lanjut:

  • Ketidakpastian Global: Tekanan geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi total, membuat investor global bersikap hati-hati.
  • Sikap Wait and See: Para pelaku pasar internasional tengah mengalihkan fokus dan menanti rilis data ketenagakerjaan resmi dari Amerika Serikat yang akan menjadi kompas kebijakan suku bunga The Fed.
  • Sentimen Regulasi Domestik: Pemberlakuan regulasi baru di dalam negeri turut memengaruhi persepsi risiko dari para investor asing.

" Pengesahan UU P2SK juga dipandang akan semakin menghilangkan indepensi BI dan menekan sentimen investor, Range 18000-18100," jelasnya.

Melonjaknya nilai tukar greenback terhadap mata uang lokal hingga menembus angka psikologis baru memicu pertanyaan besar di kalangan generasi muda dan investor ritel terkait strategi alokasi aset. Konversi portofolio ke dalam mata uang asing kini mulai dilirik sebagai langkah lindung nilai (hedging).

Melihat tren pergerakan modal saat ini, keputusan untuk mengoleksi mata uang dolar AS di level harga sekarang dinilai cukup rasional oleh sebagian pelaku pasar, mengingat adanya potensi pelemahan lanjutan pada mata uang lokal.

" Sentimen sudah masuk kemana-mana hingga masyarakat, dari pantauan memang banyak yang membeli dolar," jelasnya.

Fluktuasi yang melanda rupiah nyatanya juga dialami oleh mayoritas mata uang di kawasan regional Asia yang bergerak bervariasi cenderung melemah terhadap dolar AS pagi ini.

Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan koreksi paling dalam setelah anjlok signifikan sebesar 1,04 persen. Pelemahan ini diikuti oleh ringgit Malaysia yang ambles 0,48 persen, baht Thailand yang tertekan 0,1 persen, serta dolar Taiwan dan dolar Singapura yang kompak tergelincir masing-masing sebesar 0,07 persen. Di sisi lain, yuan China juga terpantau melemah tipis 0,03 persen.

Sebaliknya, beberapa mata uang Asia berhasil menunjukkan perlawanan. Peso Filipina memimpin penguatan di Asia dengan kenaikan 0,12 persen, disusul oleh yen Jepang yang menguat 0,04 persen, dan dolar Hong Kong yang merangkak naik tipis sekitar 0,02 persen pada perdagangan pagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 06:53 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

Andhika Pratama Kritik Kebijakan Pemerintah di Tengah Rupiah Anjlok, Postingannya Langsung Viral

Andhika Pratama Kritik Kebijakan Pemerintah di Tengah Rupiah Anjlok, Postingannya Langsung Viral

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:03 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB

Terkini

Kata Toko Ritel Mewah Milik Djarum Soal Kehadiran Kopdes Merah Putih

Kata Toko Ritel Mewah Milik Djarum Soal Kehadiran Kopdes Merah Putih

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:02 WIB

Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:57 WIB

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Jakarta Fair 2026 Tetap Bidik Target Transaksi Tinggi

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Jakarta Fair 2026 Tetap Bidik Target Transaksi Tinggi

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:52 WIB

Jangan Seperti Industri Tekstil, Buruh Rokok Wanti-wanti Soal Regulasi IHT

Jangan Seperti Industri Tekstil, Buruh Rokok Wanti-wanti Soal Regulasi IHT

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:28 WIB

Beli Saham Global Kini Bisa Lewat Token Kripto

Beli Saham Global Kini Bisa Lewat Token Kripto

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:28 WIB

IHSG Tiba-tiba Hijau Saat Pembukaan Jumat Pagi ke Level 5.846, Saham TPIA Jagoan

IHSG Tiba-tiba Hijau Saat Pembukaan Jumat Pagi ke Level 5.846, Saham TPIA Jagoan

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:14 WIB

BTN JAKIM 2026 Buka Race Expo, Dorong Perputaran Ekonomi dan UMKM Jakarta

BTN JAKIM 2026 Buka Race Expo, Dorong Perputaran Ekonomi dan UMKM Jakarta

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:03 WIB

Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS

Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:02 WIB

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Jadi Rp 2,77 Juta/Gram, Tahan untuk Beli?

Harga Emas Antam Mulai Merangkak Naik Jadi Rp 2,77 Juta/Gram, Tahan untuk Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:57 WIB

Harga Emas Turun Berjamaah di Hari Jumat, Boleh Serok Sekarang?

Harga Emas Turun Berjamaah di Hari Jumat, Boleh Serok Sekarang?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:35 WIB