Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

Investor Global Cabut Investasi di RI: I Have Zero Exposure to Indonesia

M Nurhadi

Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:29 WIB
Investor Global Cabut Investasi di RI: I Have Zero Exposure to Indonesia
IHSG melemah terus tanpa henti saat Rupiah membersamainya. [Antara]
  • Pasar saham dan nilai tukar rupiah di Indonesia mengalami penurunan drastis akibat tekanan kepercayaan investor global sepanjang 2026.
  • Kebijakan intervensi ekonomi serta agenda populis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memicu penarikan modal asing secara masif di pasar.
  • Kekhawatiran terhadap ketidakseimbangan fiskal dan berkurangnya kredibilitas kebijakan menyebabkan obligasi pemerintah kehilangan daya tarik di mata pengelola dana internasional.

Mata uang rupiah menjadi indikator paling nyata dari kecemasan pasar, dengan akumulasi pelemahan mencapai 14 persen sejak masa jabatan presiden baru dimulai, sekaligus menempatkannya sebagai mata uang dengan kinerja terlemah di Asia sepanjang tahun 2026.

Rupiah secara resmi melewati level psikologis historis Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni, dan pasar opsi menunjukkan potensi penurunan lanjutan yang cukup besar:

Proyeksi Desember 2026: Para pelaku pasar melihat adanya probabilitas sebesar 45 persen bahwa rupiah dapat merosot ke level Rp19.000 per dolar AS.

Proyeksi Jangka Panjang: Terdapat peluang sebesar 27 persen nilai tukar rupiah akan merosot hingga ke level Rp20.000 per dolar AS dalam satu tahun ke depan.

Manajer Portofolio di Allspring Global Investments, Gary Tan, menjelaskan faktor fundamental di balik aksi ambil posisi jual (short) terhadap aset domestik.

"Pendorong utama di balik aksi jual pendek di Indonesia adalah prospek bearish untuk rupiah, di mana investor tetap khawatir tentang ketidakseimbangan makro dan kredibilitas kebijakan, khususnya di sisi fiskal," ujarnya.

Tekanan ini merembet serius ke pasar surat utang negara. Investor asing telah memangkas kepemilikan obligasi pemerintah Indonesia sebesar Rp86 triliun, atau menyusut sekitar 9 persen sejak Agustus tahun lalu.

Kondisi ini membuat obligasi Indonesia mencatatkan kerugian lebih dari 8 persen bagi investor berbasis dolar AS sepanjang tahun 2026, berbanding terbalik dengan rata-rata utang pasar berkembang global yang masih tumbuh 1,6 persen.

Kekhawatiran lain yang muncul di kalangan analis adalah porsi kepemilikan utang pemerintah oleh bank sentral yang kian menebal.

Bank Indonesia saat ini mendekap sekitar 27 persen dari total obligasi negara, sebuah angka yang dinilai tidak lazim untuk ukuran negara berkembang.

Manajer Portofolio GAMA Asset Management, Rajeev De Mello, menilai langkah tersebut telah bergeser dari tujuan awalnya.

"Apa yang awalnya dimulai sebagai pembelian untuk meningkatkan likuiditas pasar obligasi mungkin telah berubah menjadi semacam pelonggaran kuantitatif," kata Rajeev.

Kondisi pelarian modal ini pada akhirnya menghidupkan kembali kecemasan atas profil risiko kredit berdaulat (sovereign credit profile) Indonesia.

Padahal, predikat investment grade tersebut diraih dengan susah payah dari berbagai lembaga pemeringkat internasional pada rentang tahun 2012 hingga 2017.

Kepala Pendapatan Tetap Pasar Berkembang dan Asia-Pasifik di UBS Asset Management New York, Shamaila Khan, mengingatkan pentingnya menjaga kredibilitas regulasi tersebut.

"Indonesia sulit untuk mendapatkan kepercayaan investor, tapi begitu mudah untuk kehilangannya," ungkap Shamaila Khan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah dan Daya Beli Turun, Indonesia Berpotensi Mengarah ke Krisis Ekonomi

Rupiah Melemah dan Daya Beli Turun, Indonesia Berpotensi Mengarah ke Krisis Ekonomi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:18 WIB

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:29 WIB

Hadapi Volatilitas Rupiah, Trader Pemula Disarankan Berlatih Melalui Akun Demo Terlebih Dahulu

Hadapi Volatilitas Rupiah, Trader Pemula Disarankan Berlatih Melalui Akun Demo Terlebih Dahulu

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:06 WIB

Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI

Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:21 WIB

Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan

Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:08 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

Terkini

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:14 WIB

IHSG Ambruk 2,53% dan 624 Saham Anjlok di Sesi I, TINS Bisa Jadi Pilihan Investor

IHSG Ambruk 2,53% dan 624 Saham Anjlok di Sesi I, TINS Bisa Jadi Pilihan Investor

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:48 WIB

3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh

3 Aturan yang Bisa Bikin IHT Bangkrut Menurut Para Buruh

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:02 WIB

Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?

Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:55 WIB

Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia

Ekspor Satu Pintu Mulai Jalan, Ini Daftar Tugas-tugas Danantara Sumberdaya Indonesia

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:48 WIB

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:29 WIB

Update Harga Pangan: Cabai dan Daging Murah, Minyak Goreng Melonjak Naik

Update Harga Pangan: Cabai dan Daging Murah, Minyak Goreng Melonjak Naik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:07 WIB

Data Center Terisi Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam

Data Center Terisi Penuh Sebelum Operasi, Telkom Percepat Ekspansi Kapasitas NeutraDC di Batam

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:49 WIB

Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri

Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:38 WIB

Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI

Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:21 WIB