Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Investor Global Cabut Investasi di RI: I Have Zero Exposure to Indonesia

M Nurhadi

Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:29 WIB
Investor Global Cabut Investasi di RI: I Have Zero Exposure to Indonesia
IHSG melemah terus tanpa henti saat Rupiah membersamainya. [Antara]
baca 10 detik
  • Pasar saham dan nilai tukar rupiah di Indonesia mengalami penurunan drastis akibat tekanan kepercayaan investor global sepanjang 2026.
  • Kebijakan intervensi ekonomi serta agenda populis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memicu penarikan modal asing secara masif di pasar.
  • Kekhawatiran terhadap ketidakseimbangan fiskal dan berkurangnya kredibilitas kebijakan menyebabkan obligasi pemerintah kehilangan daya tarik di mata pengelola dana internasional.

Mata uang rupiah menjadi indikator paling nyata dari kecemasan pasar, dengan akumulasi pelemahan mencapai 14 persen sejak masa jabatan presiden baru dimulai, sekaligus menempatkannya sebagai mata uang dengan kinerja terlemah di Asia sepanjang tahun 2026.

Rupiah secara resmi melewati level psikologis historis Rp18.000 per dolar AS pada 4 Juni, dan pasar opsi menunjukkan potensi penurunan lanjutan yang cukup besar:

Proyeksi Desember 2026: Para pelaku pasar melihat adanya probabilitas sebesar 45 persen bahwa rupiah dapat merosot ke level Rp19.000 per dolar AS.

Proyeksi Jangka Panjang: Terdapat peluang sebesar 27 persen nilai tukar rupiah akan merosot hingga ke level Rp20.000 per dolar AS dalam satu tahun ke depan.

Manajer Portofolio di Allspring Global Investments, Gary Tan, menjelaskan faktor fundamental di balik aksi ambil posisi jual (short) terhadap aset domestik.

"Pendorong utama di balik aksi jual pendek di Indonesia adalah prospek bearish untuk rupiah, di mana investor tetap khawatir tentang ketidakseimbangan makro dan kredibilitas kebijakan, khususnya di sisi fiskal," ujarnya.

Tekanan ini merembet serius ke pasar surat utang negara. Investor asing telah memangkas kepemilikan obligasi pemerintah Indonesia sebesar Rp86 triliun, atau menyusut sekitar 9 persen sejak Agustus tahun lalu.

Kondisi ini membuat obligasi Indonesia mencatatkan kerugian lebih dari 8 persen bagi investor berbasis dolar AS sepanjang tahun 2026, berbanding terbalik dengan rata-rata utang pasar berkembang global yang masih tumbuh 1,6 persen.

Kekhawatiran lain yang muncul di kalangan analis adalah porsi kepemilikan utang pemerintah oleh bank sentral yang kian menebal.

baca juga

Bank Indonesia saat ini mendekap sekitar 27 persen dari total obligasi negara, sebuah angka yang dinilai tidak lazim untuk ukuran negara berkembang.

Manajer Portofolio GAMA Asset Management, Rajeev De Mello, menilai langkah tersebut telah bergeser dari tujuan awalnya.

"Apa yang awalnya dimulai sebagai pembelian untuk meningkatkan likuiditas pasar obligasi mungkin telah berubah menjadi semacam pelonggaran kuantitatif," kata Rajeev.

Kondisi pelarian modal ini pada akhirnya menghidupkan kembali kecemasan atas profil risiko kredit berdaulat (sovereign credit profile) Indonesia.

Padahal, predikat investment grade tersebut diraih dengan susah payah dari berbagai lembaga pemeringkat internasional pada rentang tahun 2012 hingga 2017.

Kepala Pendapatan Tetap Pasar Berkembang dan Asia-Pasifik di UBS Asset Management New York, Shamaila Khan, mengingatkan pentingnya menjaga kredibilitas regulasi tersebut.

"Indonesia sulit untuk mendapatkan kepercayaan investor, tapi begitu mudah untuk kehilangannya," ungkap Shamaila Khan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah dan Daya Beli Turun, Indonesia Berpotensi Mengarah ke Krisis Ekonomi

Rupiah Melemah dan Daya Beli Turun, Indonesia Berpotensi Mengarah ke Krisis Ekonomi

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:18 WIB

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:29 WIB

Hadapi Volatilitas Rupiah, Trader Pemula Disarankan Berlatih Melalui Akun Demo Terlebih Dahulu

Hadapi Volatilitas Rupiah, Trader Pemula Disarankan Berlatih Melalui Akun Demo Terlebih Dahulu

Lifestyle | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:06 WIB

Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI

Pelemahan Rupiah ke Rp 18.000 Ikut Ancam Industri Minuman Kemasan RI

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:21 WIB

Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan

Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:08 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB

Terkini

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:42 WIB

BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek

BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek

Jakarta | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:41 WIB

Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen

Ketika Sensasi Berburu Hadiah Instan Jadi Daya Tarik Baru Konsumen

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39 WIB

Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual

Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual

Bogor | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:36 WIB

BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif

BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif

Malang | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:35 WIB

×