Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?

Liberty Jemadu, Dicky Prastya

Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:41 WIB
Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?
Para pengamat khawatir UU P2SK menggerus independensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kebijakan moneter negara. Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) dan Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara]
baca 10 detik
  • Pemerintah dan DPR resmi mengesahkan UU P2SK yang memperluas peran Bank Indonesia ke sektor riil dan lapangan kerja.
  • Regulasi baru ini mengatur persetujuan DPR atas anggaran tahunan serta evaluasi kinerja Bank Indonesia secara berkala.
  • Para pengamat mengkhawatirkan kebijakan tersebut dapat menggerus independensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kebijakan moneter negara.

Suara.com - Pemerintah dan DPR resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi UU P2SK. Salah satu yang diatur dalam regulasi baru ini adalah Bank Indonesia (BI).

Pemerintah dan DPR mengatakan UU P2SK akan memperluas peran dan fungsi, sekaligus memperkuat BI. Tapi beberapa pengamat mengungkapkan perubahan dalam regulasi baru itu justru akan membuat independensi bank sentral tergerus.

Benarkah BI akan kehilangan independensi atau justru sebaliknya?

Wewenang Bank Indonesia di UU P2SK

Tadinya BI berperan utama untuk menjaga stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Namun di UU P2SK terbaru, BI akan turut berperan dalam pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui penambahan wewenang BI terinspirasi dengan bank sentral dari Amerika Serikat, The Fed.

Tak cuma wewenang, UU P2SK juga berisi penguatan perlindungan hukum bagi anggota Dewan Gubernur, pejabat, dan pegawai Bank Indonesia yang melaksanakan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan berdasarkan etiket baik.

Di bidang rata kelola dan akuntabilitas, pemerintah dan DPR menyepakati pengaturan mengenai anggaran tahunan Bank Indonesia beserta perubahannya yang membutuhkan persetujuan DPR, termasuk pengaturan mengenai standar anggaran tahunan untuk kegiatan operasional Bank Indonesia.

Intervensi DPR

baca juga

Salah satu yang menjadi sorotan dalam UU P2SK adalah adanya kewenangan DPR untuk mengevaluasi kinerja BI. Hal ini dikhawatirkan akan membuka ruang campur tangan DPR dalam kebijakan BI.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun membantah sinyalemen ini. Ia mengatakan evaluasi BI sudah tercantum dalam UU P2SK sebelumnya, tepatnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Menurutnya, evaluasi itu akan menguatkan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang selama ini menjadi indikator penilaian BI, termasuk Dewan Gubernur.

"Kita enggak mengganggu independensi. Apa yang terganggu dengan mandat yang baru? Mandat itu dimiliki oleh Bank Indonesia, dan kita memberikan penguatan terhadap peran pertumbuhan," lanjutnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono (kanan) menerima ucapan selamat dari Wakil Ketua Komisi I DPR Budisatrio Djiwandono (kiri) pada Rapat Paripurna DPR ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono (kanan) dinilai membuat kepercayaan publik dan investor pada BI tergerus. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Indepedensi kian tergerus

Tapi menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, ikut campurnya DPR dalam menilai kinerja BI bakal mengundang keraguan publik soal independensi otoritas moneter tersebut.

Ia menyebut BI sudah diragukan sejak adanya keponakan Presiden RI Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, yang pindah jabatan dari Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) ke Dewan Gubernur BI pada Februari 2026.

"Terlepas memang ada alasan yang cukup logis untuk itu, tapi pasar kan melihatnya ini kemudian mempertanyakan tentang BI ini nanti dalam menjalankan tugas-tugas dan juga kewenangan yang terkait dengan moneter apakah masih independen? Itu pertanyaan yang menjadi kekhawatiran," kata Faisal kepada Suara.com, Jumat (5/6/2026).

"Nah sehingga ini akan semakin menambah daftar kekhawatiran pelaku usaha swasta pasar terhadap kebijakan moneter yang selama ini sudah cukup tergoncang yang itu terlihat daripada pelemahan nilai tukar Rupiah," lanjutnya.

Campur-aduk wewenang

Sementara itu Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda lebih mengkhawatirkan masuknya peran BI ke sektor riil dan penciptaan lapangan kerja demi mengejar pertumbuhan ekonomi.

Huda menilai wewenang yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah itu akan berpengaruh pada kebijakan BI selanjutnya. Contoh yakni suku bunga acuan, yang dianggapnya tak boleh ada intervensi dari pemerintah.

"Penentuan suku bunga acuan saja yang Prabowo selalu minta turun, tapi BI punya tugas menjaga nilai tukar rupiah. Ketika dipaksakan turun oleh pemerintah, maka akan terjadi distorsi pada pasar uang kita," ungkapnya kepada Suara.com, Jumat (5/6/2026).

Huda menyebut pelaku pasar selama ini berharap dari independensi lembaga moneter dan keuangan guna menjaga arah perekonomian. Sebab otoritas moneter dan keuangan merupakan lembaga yang dapat memberikan kebijakan yang berbeda dari pemerintah selaku otoritas fiskal.

"Ketika fiskal sedang tidak baik-baik saja, maka kebijakan moneter yang menjadi pengoreksi dari kebijakan fiskal yang dilakukan Pemerintah. Ketika independensi itu hilang, maka yang terjadi adalah kesalahan kebijakan fiskal tidak dapat dikoreksi dari sisi moneter dan keuangan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dollar Meroket Tembus Rp18Ribu, Istana Buka Suara

Dollar Meroket Tembus Rp18Ribu, Istana Buka Suara

Video | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:20 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:58 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Rupiah Tembus Rp18.000, Bank Indonesia Siapkan Langkah Intervensi

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:28 WIB

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Jebloknya Rupiah Jadi Sorotan Media Asing, Sebut Mata Uang Paling Buruk

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Body Lotion Natur-E Hijau untuk Apa? Cek Manfaat dan Kandungannya

Body Lotion Natur-E Hijau untuk Apa? Cek Manfaat dan Kandungannya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:55 WIB

Zodiak Scorpio Elemen Apa? Kenali Karakter Aslinya dan 5 Zodiak yang Bisa Menaklukkan Hatinya

Zodiak Scorpio Elemen Apa? Kenali Karakter Aslinya dan 5 Zodiak yang Bisa Menaklukkan Hatinya

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:55 WIB

XL Ultra 5G+ Hadir di Yogyakarta dan Solo, Tawarkan Kuota hingga 800GB dan Paket Unlimited

XL Ultra 5G+ Hadir di Yogyakarta dan Solo, Tawarkan Kuota hingga 800GB dan Paket Unlimited

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:54 WIB

Survei 2 Tahun Prabowo-Gibran: 69 Persen Masyarakat Sulit Dapat Kerja

Survei 2 Tahun Prabowo-Gibran: 69 Persen Masyarakat Sulit Dapat Kerja

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Kapolri Buka Suara Soal Kasus Polisi Tembak Polisi: Propam Masuk Tahap Penyidikan

Kapolri Buka Suara Soal Kasus Polisi Tembak Polisi: Propam Masuk Tahap Penyidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Kronologi Perempuan di Samarinda Bakar Ruko Gegara Kesal Gaji Tak Naik-naik

Kronologi Perempuan di Samarinda Bakar Ruko Gegara Kesal Gaji Tak Naik-naik

Kaltim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Mesin Pujian Ms. Swirly: Ketika Kata-Kata Menjadi Sumber Kebaikan

Mesin Pujian Ms. Swirly: Ketika Kata-Kata Menjadi Sumber Kebaikan

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:50 WIB

×