Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat

M Nurhadi

Minggu, 07 Juni 2026 | 16:13 WIB
Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat
UMKM mendapatkan dukungan dari CSR PLN [Ist]
baca 10 detik
  • Kelompok Usaha Bersama Sejahtera di Sidoarjo berdiri tahun 2017 untuk mengatasi keterbatasan modal usaha konveksi lokal.
  • Bantuan sarana produksi dari PT PLN melalui program TJSL berhasil meningkatkan kapasitas produksi secara sangat signifikan.
  • Peningkatan produksi tersebut mendorong omzet bulanan kelompok usaha hingga mencapai tiga puluh juta rupiah per bulan.

Suara.com - Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan krusial sebagai pilar utama penopang stabilitas perekonomian domestik di Indonesia.

Pertumbuhan jumlah pelaku usaha lokal terus menunjukkan tren positif, didorong oleh tingginya kreativitas masyarakat dan pemanfaatan peluang pasar di tingkat regional maupun nasional.

Karakteristik UMKM yang fleksibel membuat sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sekaligus menjadi motor penggerak roda ekonomi di tingkat perdesaan dan wilayah urban.

Namun, dalam perjalanannya, akselerasi perkembangan UMKM di Indonesia masih sering membentur berbagai tantangan klasik. Batu sandungan utama yang kerap dihadapi oleh para pelaku usaha mikro adalah keterbatasan akses terhadap permodalan, minimnya sarana serta infrastruktur produksi yang modern, dan rendahnya kapasitas adopsi teknologi.

Hambatan teknis ini secara otomatis membatasi volume output produksi, sehingga banyak potensi usaha lokal yang mandek dan kesulitan untuk melakukan ekspansi pasar ke skala yang lebih luas.

Kondisi dilematis tersebut sempat dirasakan langsung oleh komunitas pengrajin konveksi di Desa Ngudi Punggul, Gedangan, Sidoarjo. Perjalanan usaha kolektif ini dimulai pada tahun 2017 saat sebelas pengrajin lokal bersepakat membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sejahtera sebagai strategi bertahan hidup di tengah keterbatasan modal kerja.

Pada fase awal, lini produk yang dihasilkan masih terbatas pada jilbab dan atribut keperluan sekolah dengan mengandalkan peralatan yang sangat konvensional.

Seiring berjalannya waktu, loyalitas pasar mulai terbangun dan volume pemesanan mengalami peningkatan. Namun, lonjakan permintaan tersebut justru memicu masalah baru akibat minimnya fasilitas kerja. Kelompok ini hanya memiliki tiga unit mesin jahit dan satu unit mesin obras yang harus digunakan secara bergantian oleh para anggota setiap harinya.

Keterbatasan alat kerja ini membuat kapasitas produksi maksimal mereka tertahan di angka seratus potong per minggu, dengan perolehan omzet yang relatif kecil.

baca juga

Kondisi operasional yang terbatas ini sering kali membuat para pengrajin kewalahan dan kehilangan potensi keuntungan ekonomi, terutama saat memasuki periode puncak permintaan musiman seperti menjelang Hari Raya Idulfitri dan tahun ajaran baru sekolah.

Titik balik operasional KUB Sejahtera terjadi ketika PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Bantuan tersebut disalurkan oleh PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui koordinasi PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur (UP2B Jatim).

Suntikan fasilitas kerja baru ini mengubah ritme kerja di rumah produksi menjadi lebih efektif dan higienis. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kenyamanan para pekerja meningkat yang berdampak langsung pada lonjakan produktivitas.

Volume produksi kelompok konveksi ini melesat tajam dari semula seratus potong menjadi enam ratus potong pakaian per minggunya.

Peningkatan kapasitas produksi secara signifikan ini membawa dampak linier terhadap struktur pendapatan para srikandi pengrajin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

PNM Mekaar Dorong Pemberdayaan Nasabah Ultra Mikro untuk Tekan Ketergantungan pada Rentenir

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 12:47 WIB

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:39 WIB

Berapa Gaji Alexandra Askandar? Bankir Perempuan di Top Level BUMN

Berapa Gaji Alexandra Askandar? Bankir Perempuan di Top Level BUMN

Lifestyle | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:15 WIB

SheHacks dan AI Jadi Kunci UMKM Perempuan Indonesia Naik Kelas di Era Digital

SheHacks dan AI Jadi Kunci UMKM Perempuan Indonesia Naik Kelas di Era Digital

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:23 WIB

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Permendag 31/2023 Resmi Direvisi: Jualan Online Wajib Punya Izin Usaha

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:14 WIB

Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?

Jakarta dan Bali 100 Persen Teraliri Listrik, Bagaimana Nasib Wilayah Lainnya?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×