Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar

Irwan Febri

Senin, 08 Juni 2026 | 18:20 WIB
Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar
Dwi Sudarmadi (dua dari kanan) saat menerima bantuan pinjaman permodalan dari program Kredit Program Perumahan (KPP) di Bantul, Kamis (4/6/2026). (Dok. BRI)
  • Dwi Sudarmadi menerima bantuan permodalan Kredit Program Perumahan dari BRI sebesar Rp5 miliar di Bantul, Juli 2026.
  • Program pemerintah ini memberikan bunga rendah sebesar 6 persen untuk membantu pelaku UMKM sektor perumahan berkembang.
  • Pemilik toko bangunan asal Klaten tersebut terpilih karena memiliki rekam jejak bisnis yang baik dan tertib.

Kebersamaan dengan BRI Terjalin Sejak Lama

Dwi membuka usaha toko bangunan sejak 2005. Dirinya akhirnya mewujudkan cita-cita memiliki toko tersebut setelah lima tahun menabung selama menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan.

Namun, kebersamaannya dengan BRI dimulai dari 2010, ketika perputaran uang bisnisnya tidak stabil lantaran terkena musibah, yakni tertipu sebesar Rp500 juta yang membuatnya sempat stres.

Owner toko bangunan TB Bersinar Jaya dan Dwi Jaya, Dwi Sudarmadi, ketika ditemui di gudang persediaan. (Suara.com/Irwan Febri)
Owner toko bangunan TB Bersinar Jaya dan Dwi Jaya, Dwi Sudarmadi, ketika ditemui di gudang persediaan toko. (Suara.com/Irwan Febri)

"Itu sejarahnya di Toko Kemalang. Karena saya megang produknya Arwana, saya mendistribusikan. Tapi kan banyak truk besar dan truk pasir. Saya akhirnya buka cabang di Klaten," kata Dwi.

"Baru satu tahun ngisi-ngisi barang, saya ketipu Rp500 juta. Menurut saya itu besar sekali, sekitar 2010. Ada masalah kasus tertipu itu. Perputaran uang terganggu, jujur stres," lanjutnya.

"Akhirnya ketemu orang BRI, masuk di BRI, gelontorkan pinjaman. Kayaknya Rp500 juta itu pinjaamnya. Saya agak lupa ya," tuturnya menambahkan.

Sejak saat itu, toko usaha milik Dwi kembali bangkit dan hubungan dengan BRI terus terjalin sampai sekarang. Saat ini, BRI turut memfasilitasi pembayaran QRIS dan EDC (Electronic Data Capture) di ketiga cabang toko bangunan miliknya.

Ayusha Rizkyana selaku kasir di cabang TB Bersinar Jaya mengaku adanya QRIS dan EDC tersebut memudahkan pembeli ketika membayar. Kemudian, dirinya juga lebih mudah dalam melakukan pembukuan karena tercatat dalam riwayat transaksi.

Kasir TB Bersinar Jaya, Ayusha Rizkyana, ketika ditemui di toko cabang Tegalmulyo, Klaten Utara. (Suara.com/Irwan Febri)
Kasir TB Bersinar Jaya, Ayusha Rizkyana, ketika ditemui di toko cabang Tegalmulyo, Klaten Utara. (Suara.com/Irwan Febri)

"Tiap hari dipakai. Pembeli sering pakai QRIS malahan. Kalau tunai sedikit. Belanja Rp3 ribu gitu pakai QRIS kok. Tapi tidak masalah, tidak apa-apa, karena di sini tidak ada minimal order," ujar Ayusha.

"Ada QRIS jadi lebih mudah, meringankan beban kasir. Sebelum ada QRIS kalau ngitung manual capek. Risiko uang palsu, terus kalau nyelip. Soalnya kalau ngitung kan banyak. Dulu-dulu biasanya setoran di atas Rp50 juta, itu manual ngitung sendiri. Sekarang kan sudah pakai QRIS, EDC, transfer. Jadi lebih enak," imbuhnya.

Kerja sama toko bangunan milik Dwi Sudarmadi dengan BRI tak berhenti di sini. Ke depan, pemilik toko bangunan asal Klaten itu juga berencana memanfaatkan layanan lain dari BRI untuk mendukung perkembangan usahanya.

Salah satunya terkait pembayaran gaji karyawan. Jika selama ini proses payroll masih dilakukan secara manual, ke depan sistem tersebut akan dialihkan melalui BRI.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan usaha yang terus dilakukan Dwi untuk membantu pengelolaan bisnisnya menjadi lebih tertata.

Toko Bangunan Milik Dwi Sudarmadi Diharapkan Naik Kelas

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menjelaskan bahwa KPP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperkuat ekosistem perumahan nasional, sekaligus meningkatkan kapasitas pelaku usaha yang bergerak di sektor tersebut.

Menurut Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, program ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga menjadi upaya agar usaha rakyat dapat berkembang dan naik kelas.

Oleh karena itu, dengan perbantuan modal hingga Rp5 miliar, diharapkan bisa membuat usaha rakyat seperti toko bahan bangunan milik Dwi Sudarmadi untuk bisa semakin berkembang lagi.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam kegiatan penyaluran KPP di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (4/6/2026). (Dok. BRI)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam kegiatan penyaluran KPP di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (4/6/2026). (Dok. BRI)

"Ketika sektor perumahan bergerak, ekonomi rakyat ikut bergerak. Tukang bangunan bekerja, toko material berkembang, UMKM tumbuh, dan lapangan kerja tercipta. Karena itu KPP harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat," kata Ara.

"Kami ingin sektor perumahan menjadi penggerak ekonomi rakyat. Jika usaha rakyat berkembang, lapangan kerja bertambah, dan kesejahteraan meningkat, maka manfaat program ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat," lanjutnya.

Pada acara penyaluran KPP di Bantul tersebut, BRI berhasil mencatatkan rekor penyaluran KPP tertinggi dengan nilai serapan mencapai Rp332,5 miliar kepada 966 nasabah dalam satu kegiatan.

Per 25 Mei 2026, BRI juga menjadi bank dengan penyalur KPP terbesar secara nasional dengan realisasi mencapai Rp9,21 triliun atau setara 54,6 persen dari total realisasi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Muhammad Taqi: Wasit Laga Timnas Indonesia vs Oman yang Penuh Kontroversi?

Sosok Muhammad Taqi: Wasit Laga Timnas Indonesia vs Oman yang Penuh Kontroversi?

Bola | Jum'at, 05 Juni 2026 | 20:22 WIB

Cuci Gudang, Persija Jakarta Sudah Lepas 7 Pemain Jelang Musim 2026/2027

Cuci Gudang, Persija Jakarta Sudah Lepas 7 Pemain Jelang Musim 2026/2027

Bola | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:35 WIB

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Cerita Mantan Pelatih NAC Breda Nikmati Musim Perdana di Liga Indonesia

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:18 WIB

Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi

Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:11 WIB

Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Dulu Bolak-balik Pakai Motor, Petani Desa Poncosari Kini Lebih Mudah Angkut Hasil Panen

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:57 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:26 WIB

OJK Siapkan Tiga Kebijakan Strategis, Dorong Tokenisasi Aset dan Stablecoin Nasional

OJK Siapkan Tiga Kebijakan Strategis, Dorong Tokenisasi Aset dan Stablecoin Nasional

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:55 WIB

Masuk Tahun Ketiga, CFX Fokus Perkuat Pilar Kepercayaan Industri Kripto Nasional

Masuk Tahun Ketiga, CFX Fokus Perkuat Pilar Kepercayaan Industri Kripto Nasional

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:53 WIB

Sepakat Bayar Denda Rp 97,49 M, Purbaya Buka Lagi Gerai Tiffany & Co Usai Disegel Bea Cukai

Sepakat Bayar Denda Rp 97,49 M, Purbaya Buka Lagi Gerai Tiffany & Co Usai Disegel Bea Cukai

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:47 WIB

DPR RI Dorong Kedaulatan Kripto, Indonesia Jangan Hanya Jadi Penonton

DPR RI Dorong Kedaulatan Kripto, Indonesia Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:45 WIB

Purbaya Ogah Ungkap Anggaran Dinas Luar Negeri Prabowo: Rahasia Presiden, Enggak Boleh

Purbaya Ogah Ungkap Anggaran Dinas Luar Negeri Prabowo: Rahasia Presiden, Enggak Boleh

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:23 WIB

IHSG Ambruk Ditinggal Investor Asing, Mengapa Masalah Utama Ada di Dalam Negeri?

IHSG Ambruk Ditinggal Investor Asing, Mengapa Masalah Utama Ada di Dalam Negeri?

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:08 WIB

Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung

Harga Telur Ayam Turun Drastis, Pemerintah Malah Bingung

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:07 WIB

Gegara Kebijakan Rokok Baru, RI Berpotensi Kehilangan Pendapatan Negara

Gegara Kebijakan Rokok Baru, RI Berpotensi Kehilangan Pendapatan Negara

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:02 WIB

Investor Asing Jual Saham Rp 587,21 Milar Hari Ini, Paling Tinggi BBCA

Investor Asing Jual Saham Rp 587,21 Milar Hari Ini, Paling Tinggi BBCA

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:48 WIB