Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 09 Juni 2026 | 13:17 WIB
Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!
Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Chatib Basri, menilai tugas seorang bendahara negara dalam menghadapi tekanan fiskal di tengah ketidakpastian global sebenarnya sangat sederhana alias gampang. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Naikkan penerimaan pajak, pangkas belanja belanja, atau tambah utang negara.
  • Pajak sulit naik demi jaga daya beli, utang baru mahal akibat bunga global tinggi.
  • Pemerintah disarankan pangkas belanja secara selektif demi jaga sentimen pasar.

Suara.com - Ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan (Menkeu), Chatib Basri, menilai tugas seorang bendahara negara dalam menghadapi tekanan fiskal di tengah ketidakpastian global sebenarnya sangat sederhana alias gampang.

Menurut Chatib, kerumitan formula ekonomi makro pada akhirnya bermuara pada tiga pilihan kebijakan yang absolut. Jika satu opsi tidak bisa diambil, maka opsi berikutnya harus dieksekusi.

"Sebetulnya tugas dari Menteri Keuangan itu sangat gampang. Dia hanya punya opsi tiga hal: naikkan, potong, pinjam. Itu, hanya tiga itu," ujar Chatib dalam acara Grab Business Forum 2026 di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Chatib menguraikan, tiga opsi utama pemerintah adalah menaikkan penerimaan negara (pajak), memangkas pengeluaran (belanja), atau menutup celah pembiayaan lewat utang (pinjaman).

"Kalau Anda tidak bisa naikkan, maka Anda harus potong. Kalau Anda tidak bisa potong, Anda harus pinjam (utang). As simple as that," tandasnya.

Meski opsinya terdengar sederhana, Chatib mengingatkan bahwa situasi ekonomi global dan domestik saat ini membuat ruang gerak fiskal pemerintah kian sempit. Melemahnya nilai tukar rupiah, perlambatan ekonomi global, hingga tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi tembok penghalang.

Dari sudut pandangnya, menaikkan tarif pajak saat ini bukan langkah bijak. Alih-alih menggenjot penerimaan, kebijakan tersebut justru berisiko memukul daya beli masyarakat dan melumpuhkan aktivitas dunia usaha yang sedang berjuang.

"Masa di dalam situasi ini tax revenue, tax-nya mesti dinaikkan? Nggak mungkin juga," kata Menkeu periode 2013–2014 ini.

Di sisi lain, opsi menarik utang baru pun menghadapi lampu kuning. Tren suku bunga global yang masih tinggi membuat biaya penandatanganan kontrak utang (cost of fund) menjadi terlampau mahal untuk dipikul APBN.

baca juga

"Siapa yang mau pinjam uang sekarang, cost-nya akan jadi sangat mahal," imbuh Chatib.

Melihat buntunya dua jalan tersebut, Chatib menyarankan pemerintah untuk mengambil opsi ketiga, yakni melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat namun strategis.

Langkah memotong belanja secara selektif (cut the spending selectively) dipandang sebagai obat paling mujarab untuk menjaga kredibilitas dan keberlanjutan (sustainability) fiskal di mata investor.

Apalagi, Chatib mencatat bahwa kekhawatiran pelaku pasar saat ini bukan tertuju pada fundamental ekonomi nasional secara umum, melainkan pada tata kelola risiko fiskal pemerintah. Hal ini tercermin dari kenaikan premi risiko Indonesia (Credit Default Swap/CDS) yang sudah merangkak naik sejak awal tahun.

Bahkan, Chatib menyebut sekitar 23 persen pelemahan kurs rupiah yang terjadi belakangan ini dikontribusi oleh kecemasan pasar terhadap risiko fiskal tersebut.

"Artinya saya bisa bilang bahwa soal kita itu adalah soal confidence risk. Jadi kalau isu ini di-address (ditangani), sebetulnya ada harapan ini bisa diperbaiki," pungkah Chatib.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:15 WIB

Sepakat Bayar Denda Rp 97,49 M, Purbaya Buka Lagi Gerai Tiffany & Co Usai Disegel Bea Cukai

Sepakat Bayar Denda Rp 97,49 M, Purbaya Buka Lagi Gerai Tiffany & Co Usai Disegel Bea Cukai

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:47 WIB

Terkini

Kapitalisasi Slang Internet: Sisi Bisnis di Balik Bahasa Copywriting Modern

Kapitalisasi Slang Internet: Sisi Bisnis di Balik Bahasa Copywriting Modern

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:00 WIB

8 Bedak Tabur yang Aman untuk Kulit Sensitif dan Mudah Ditemukan di Toko Online

8 Bedak Tabur yang Aman untuk Kulit Sensitif dan Mudah Ditemukan di Toko Online

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Prof Theddeus Prasetyono Sebut Gerakan Kritis Mahasiswa Bangun Keberanian Publik Lebih Luas

Prof Theddeus Prasetyono Sebut Gerakan Kritis Mahasiswa Bangun Keberanian Publik Lebih Luas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:54 WIB

DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Ingatkan Jangan Jadi Alat Kekuasaan

DPR Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Ingatkan Jangan Jadi Alat Kekuasaan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:52 WIB

Cara Melacak HP Hilang dalam Keadaan Mati untuk Android dan iPhone

Cara Melacak HP Hilang dalam Keadaan Mati untuk Android dan iPhone

Tekno | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Polisi Bunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Mental, Kok Masih Dinas di Polda Riau?

Polisi Bunuh Ibu Kandung Alami Gangguan Mental, Kok Masih Dinas di Polda Riau?

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Demo 28 Oktober Dikawal Kendaraan Berat Polisi, Publik: Mau Amankan Aksi atau Perang dengan Rakyat?

Demo 28 Oktober Dikawal Kendaraan Berat Polisi, Publik: Mau Amankan Aksi atau Perang dengan Rakyat?

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?

Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?

Malang | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Kapolri Siapkan Bodycam untuk Personel saat Amankan Aksi Demonstrasi

Kapolri Siapkan Bodycam untuk Personel saat Amankan Aksi Demonstrasi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Menlu Sigapura Datang Mendadak, Mohon Waktu Bertemu Presiden Prabowo

Menlu Sigapura Datang Mendadak, Mohon Waktu Bertemu Presiden Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 10:45 WIB

×