Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco

M Nurhadi

Rabu, 10 Juni 2026 | 11:06 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan direktur-direktur utama Himbara di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
baca 10 detik
  • Nilai tukar Rupiah menguat ke level Rp17.900 per Dolar AS pada Rabu (10/6/2026) setelah sebelumnya sempat melemah signifikan.
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menginisiasi konsolidasi lintas lembaga untuk memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter nasional.
  • Pemerintah berencana meningkatkan daya tarik instrumen keuangan dan melakukan pembelian kembali saham strategis guna menjaga stabilitas pasar modal.

Suara.com - Pasar keuangan domestik menunjukkan sinyal positif yang sangat kuat pada pertengahan pekan ini, Rabu (10/6/2026). Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terpantau terus merangkak naik dan berhasil membalikkan keadaan setelah sempat tertekan hebat.

Rabu pagi, mata uang Garuda bergerak perkasa ke kisaran Rp17.900 per Dolar AS, dan menjadi paling perkasa di Asia. Ini menjadi lonjakan signifikan, mengingat posisi sebelumnya yang sempat bertengger di atas level psikologis Rp18.000.

Penguatan konsisten sejak Senin (8/6) hingga Rabu ini tidak terjadi secara kebetulan. Setidaknya, pergerakan tersebut terjadi setelah terdapat manuver para petinggi negara yang diinisiasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pada akhir pekan lalu.

Sejak Sabtu (6/6), Dasco secara maraton mengumpulkan para stakeholder ekonomi dan moneter, guna meredam spekulasi negatif serta mengembalikan kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Konsolidasi Fiskal-Moneter

Langkah strategis ini dimulai pada Sabtu pagi di Gedung DPR, di mana Dasco menggelar pertemuan tertutup dengan figur-figur kunci otoritas ekonomi, yakni Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Pertemuan darurat di akhir pekan ini, menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa pemerintah dan parlemen tidak tinggal diam melihat fluktuasi mata uang.

“Hari ini, DPR sengaja berkumpul dengan teman-teman dari otoritas moneter maupun fiskal, serta pemerintah. Kami mengevaluasi perkembangan ekonomi," kata Dasco.

Tujuan pertemuan itu adalah agar antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

baca juga

Koordinasi lintas lembaga ini sangat krusial. Dasco menegaskan, kesepahaman antara DPR dan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi adalah modal utama untuk menenangkan publik.

“Alhamdulillah, pertemuan koordinasi ini menghasilkan sejumlah kesepakatan moneter maupun fiskal," kata dia.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan tertutup dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di DPR, Sabtu (6/6/2026). [Tangkap Layar]
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan tertutup dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di DPR, Sabtu (6/6/2026). [Tangkap Layar]

Menjaga Aliran Modal Asing

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyambut baik inisiatif parlemen tersebut. Menurutnya, di tengah tingginya suku bunga global yang memicu arus modal keluar (outflow), sinkronisasi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi harga mati.

“Fiskal dan moneter harus seirama, saling dukung dan memperkuat. Ini pentingnya koordinasi untuk menstabilisasi nilai tukar Rupiah," kata Perry.

Lebih lanjut, Perry menjelaskan salah satu strategi yang disepakati adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

“Sebab kalau bunga luar negeri naik, akan ada outflow. Ada saham serta SBN dan yang kecil di SRBI. Karena itu, fiskal dan moneter sepakat meningkatkan daya tarik timbal hasil, supaya inflow lagi," jelasnya.

Selain itu, kesepakatan mengenai pengelolaan likuiditas kas negara dengan mekanisme remunerasi yang tepat diharapkan mampu menjaga operasi moneter tanpa mengganggu ruang fiskal.

“Kuncinya tentu harus ada likuiditas cukup pada pasar uang maupun perbankan. Jalannya, BI tetap mengeloa kas pemerintah. Tentu saja ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayar ke pemerintah. Dengan cara itu, operasi meneter tetap jalan dan menstabilisasi nilai tukar Rupiah. Sementara operasi fiskalnya mendukung."

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) memberikan keterangan pers bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri), Chief Operating Officer (COO) Danantara Donny Oskaria (kanan), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (belakang kanan), dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (belakang kiri) saat konferensi pers di DPR, Senin (8/6/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) memberikan keterangan pers bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri), Chief Operating Officer (COO) Danantara Donny Oskaria (kanan), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (belakang kanan), dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (belakang kiri) saat konferensi pers di DPR, Senin (8/6/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Intervensi Pasar Modal dan Wacana Buyback Saham

Tak berhenti di hari Sabtu dan Minggu, Sufmi Dasco Ahmad melanjutkan aksinya pada Selasa (9/6/2026). Kali ini, fokus bergeser ke sektor pasar modal yang juga sempat mengalami koreksi.

Dasco mengumpulkan pimpinan bank-bank yang tergabung dalam Himbara atau Himpunan Bank Milik Negara serta perwakilan pemerintah, untuk membahas performa saham perbankan pelat merah.

Dasco menilai, pelemahan harga saham bank BUMN baru-baru ini lebih disebabkan oleh sentimen global daripada masalah fundamental.

"Sejujurnya, bagus-bagus. Tapi dengan situasi pasar yang dipengaruhu situasi global, akhirnya terdampak," kata Dasco.

Salah satu poin krusial yang dilempar ke pasar adalah wacana pembelian kembali atau buyback saham-saham strategis, yang harganya sedang terdiskon.

Langkah ini dipandang sebagai bentuk komitmen negara dalam menjaga nilai perusahaan-perusahaan strategisnya.

"Pada kesempatan yang tepat, bisa buyback saham-saham di pasar," kata dia.

Dasco juga menyebutkan keterlibatan lembaga besar seperti Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, hingga PT Taspen dalam rencana penguatan pasar ini.

"Saham-saham yang bagus, mungkin bisa dibeli kembali," tuturnya.

Fundamental Perbankan yang Solid

Menanggapi manuver tersebut, Direktur Utama BNI sekaligus Ketua Umum Himbara, Putrama Wahju Setyawan, memberikan jaminan kepada para investor. Ia memastikan bahwa kondisi internal perbankan negara saat ini berada dalam posisi paling prima dengan likuiditas yang sangat sehat.

"Kami melaporkan kepada Pak Dasco tentang kinerja emiten serta Himbara. Secara fundamental, kinerja di Himbara sangat bagus. Saat ini adalah kinerja terbaiknya," kata Putrama.

Ia merinci pertumbuhan kredit Himbara mencapai kisaran 20 persen, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh hingga 30 persen.

Angka ini jauh di atas rata-rata industri, yang menunjukkan bahwa daya tahan ekonomi domestik masih sangat kuat.

"Karenanya, tak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap situasi fundamental bursa," tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa loan to deposit ratio (LDR) terjaga di angka 88 hingga 90 persen.

"Likuiditas terjaga sangat baik. LDR pada kisaran 88 persen sampai 90 persen," kata dia.

Reaksi Pasar dan Penguatan Rupiah

Rangkaian komunikasi publik yang intensif dari hari Sabtu hingga Selasa tersebut terbukti menjadi amunisi bagi Rupiah untuk bangkit.

Ditambah lagi dengan keputusan Bank Indonesia pada Selasa (9/6) yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen, pasar melihat adanya keseriusan total dalam menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia.

Sentimen positif ini sangat dirasakan oleh para pelaku usaha dan investor di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Investor asing yang sebelumnya cenderung wait and see mulai kembali melirik aset-aset berbasis Rupiah karena melihat adanya kepastian komunikasi politik dan ekonomi yang sinkron.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:33 WIB

Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi

Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Mengadap Presiden Prabowo soal Strategi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:44 WIB

Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana

Ini Isi Pertemuan Prabowo dengan Chatib Basri di Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:19 WIB

UU Polri Baru Disahkan, tapi Reformasi Butuh Lebih dari Sekadar Pasal

UU Polri Baru Disahkan, tapi Reformasi Butuh Lebih dari Sekadar Pasal

Your Say | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:18 WIB

Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco

Rumor Pergantian Menkeu Menguat Usai Chatib Basri Bertemu Prabowo, Ini Kata Dasco

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 18:14 WIB

Kewalahan Rupiah Terus Loyo, BI Keluarkan 5 Jurus

Kewalahan Rupiah Terus Loyo, BI Keluarkan 5 Jurus

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:26 WIB

Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak

Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:14 WIB

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×