Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 11 Juni 2026 | 07:46 WIB
Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia melaporkan kewajiban neto Posisi Investasi Internasional Indonesia turun menjadi 227,6 miliar dolar AS pada triwulan I-2026.
  • Penurunan kewajiban dipicu oleh koreksi nilai instrumen keuangan domestik serta pelunasan utang luar negeri oleh pemerintah dan swasta.
  • Struktur PII yang sehat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional dengan rasio terhadap PDB yang membaik menjadi 15,5 persen.

Suara.com - Struktur Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia menorehkan rapor positif pada pembukuan triwulan I-2026. Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi adanya perbaikan struktural yang signifikan, yang ditandai oleh penurunan drastis pada pos kewajiban neto Indonesia.

Berdasarkan data terbaru otoritas moneter, nilai kewajiban neto PII nasional pada akhir kuartal pertama tahun ini berada di angka 227,6 miliar dolar AS.

Nilai tersebut menyusut tajam jika dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan IV-2025 yang sempat menyentuh angka 273,4 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, menguraikan bahwa penurunan kewajiban neto yang cukup masif ini didorong oleh penyusutan pada pos Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) dengan volume yang jauh lebih besar ketimbang penurunan pada pos Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

Perkembangan ini sekaligus menjadi indikator kuat bahwa sektor eksternal Indonesia kian tangguh dalam membentengi stabilitas sistem keuangan domestik dari rambatan risiko global.

"Perkembangan Posisi Investasi Internasional Indonesia, ketahanan eksternal Indonesia, dan stabilitas ekonomi nasional menjadi indikator positif di tengah dinamika pasar keuangan global," jelas Ramdan Denny melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dari sudut pandang kepemilikan aset, total posisi AFLN Indonesia pada pengujung triwulan I-2026 bertengger di level 556,7 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan adanya kontraksi tipis sekitar 0,4 persen secara triwulanan (quarter-on-quarter) dari pencapaian akhir kuartal sebelumnya sebesar 559,1 miilar dolar AS.

Penurunan komponen aset luar negeri ini utamanya bersumber dari berkurangnya cadangan devisa negara. Hal tersebut terjadi karena adanya kebutuhan likuiditas valuta asing (valas) guna menuntaskan pembayaran kewajiban utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo.

Di samping itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi oleh langkah intervensi taktis Bank Indonesia dalam menstabilkan fluktuasi kurs rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar finansial dunia.

baca juga

Faktor lain yang ikut menekan performa AFLN adalah penurunan nilai pasar atau harga aset di negara penempatan, serta tren penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama global lainnya. Namun, kinerja AFLN ini masih mampu ditopang oleh pertumbuhan investasi langsung, investasi portofolio, serta instrumen investasi luar negeri lainnya.

Di sisi lain, total posisi KFLN Indonesia tercatat mengalami penurunan yang jauh lebih kentara pada akhir triwulan I-2026, yakni merosot hingga 5,8 persen secara kuartalan menjadi 784,3 miliar dolar AS, dibandingkan dengan posisi akhir triwulan IV-2025 yang bertengger di Rp832,6 miliar dolar AS.

Menariknya, penyusutan kewajiban ini terjadi di kala arus modal asing (capital inflow) pada instrumen penanaman modal asing langsung maupun investasi portofolio tetap mengalir secara konsisten.

Ramdan Denny memaparkan bahwa turunnya nilai KFLN sebagian besar disebabkan oleh koreksi nilai atau melemahnya instrumen keuangan di pasar domestik.

Di koridor riil, sektor investasi langsung masih membukukan surplus neto, yang mencerminkan bahwa tingkat kepercayaan jajaran investor global terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid.

Sementara itu, penurunan pada pos investasi portofolio dan instrumen keuangan lainnya terjadi seiring dengan pelunasan surat utang swasta serta pinjaman luar negeri yang telah memasuki masa tenggang operasionalnya. Langkah penyusutan KFLN ini juga dipercepat oleh koreksi harga saham domestik dan apresiasi nilai dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.

Bank Indonesia menilai kinerja PII pada kuartal pembuka tahun 2026 ini berada dalam kondisi yang sehat dan sangat suportif bagi ketahanan ekonomi makro.

Hal ini dibuktikan oleh rasio PII terhadap Produk Domestik Buto (PDB) Indonesia yang berhasil ditekan turun ke level 15,5 persen pada triwulan I-2026, membaik signifikan dari posisi kuartal sebelumnya yang sebesar 18,9 persen.

Keandalan PII nasional juga tecermin dari profil jatuh tempo kewajiban yang masih didominasi oleh instrumen investasi jangka panjang dengan porsi mencapai 92,5 persen, khususnya dalam bentuk investasi langsung yang bersifat lebih stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru

Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:03 WIB

Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham

Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:43 WIB

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:53 WIB

Digital Edge Kucurkan Investasi Rp73 Triliun, Bangun Kampus Data Center AI Terbesar

Digital Edge Kucurkan Investasi Rp73 Triliun, Bangun Kampus Data Center AI Terbesar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:14 WIB

Terkini

Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus

Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:06 WIB

Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede

Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:04 WIB

Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi

Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi

Sport | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:00 WIB

Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru

Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:41 WIB

Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan

Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:37 WIB

Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir

Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa

Dari Gurih hingga Pedas, Menu Flavor Shake-Up Ajak Pecinta Kuliner Eksplorasi Beragam Rasa

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:16 WIB

Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu

Kejagung Jangan Berhenti di Febrie Adriansyah, Aktor Intelektual Harus Diburu

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:15 WIB

Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting

Port FC Petik Tiga Poin, Sarawut Treephan Sebut Kemenangan atas PSMS Jadi Modal Penting

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:07 WIB

Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!

Review Dikichi Kediri: Sensasi Crispy Hot Chicken yang Renyahnya Bikin Nagih!

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:05 WIB

×