Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 11 Juni 2026 | 07:46 WIB
Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
  • Bank Indonesia melaporkan kewajiban neto Posisi Investasi Internasional Indonesia turun menjadi 227,6 miliar dolar AS pada triwulan I-2026.
  • Penurunan kewajiban dipicu oleh koreksi nilai instrumen keuangan domestik serta pelunasan utang luar negeri oleh pemerintah dan swasta.
  • Struktur PII yang sehat meningkatkan ketahanan ekonomi nasional dengan rasio terhadap PDB yang membaik menjadi 15,5 persen.

Suara.com - Struktur Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia menorehkan rapor positif pada pembukuan triwulan I-2026. Bank Indonesia (BI) mengonfirmasi adanya perbaikan struktural yang signifikan, yang ditandai oleh penurunan drastis pada pos kewajiban neto Indonesia.

Berdasarkan data terbaru otoritas moneter, nilai kewajiban neto PII nasional pada akhir kuartal pertama tahun ini berada di angka 227,6 miliar dolar AS.

Nilai tersebut menyusut tajam jika dibandingkan dengan posisi pada akhir triwulan IV-2025 yang sempat menyentuh angka 273,4 miliar dolar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, menguraikan bahwa penurunan kewajiban neto yang cukup masif ini didorong oleh penyusutan pada pos Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) dengan volume yang jauh lebih besar ketimbang penurunan pada pos Aset Finansial Luar Negeri (AFLN).

Perkembangan ini sekaligus menjadi indikator kuat bahwa sektor eksternal Indonesia kian tangguh dalam membentengi stabilitas sistem keuangan domestik dari rambatan risiko global.

"Perkembangan Posisi Investasi Internasional Indonesia, ketahanan eksternal Indonesia, dan stabilitas ekonomi nasional menjadi indikator positif di tengah dinamika pasar keuangan global," jelas Ramdan Denny melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dari sudut pandang kepemilikan aset, total posisi AFLN Indonesia pada pengujung triwulan I-2026 bertengger di level 556,7 miliar dolar AS. Angka ini mencerminkan adanya kontraksi tipis sekitar 0,4 persen secara triwulanan (quarter-on-quarter) dari pencapaian akhir kuartal sebelumnya sebesar 559,1 miilar dolar AS.

Penurunan komponen aset luar negeri ini utamanya bersumber dari berkurangnya cadangan devisa negara. Hal tersebut terjadi karena adanya kebutuhan likuiditas valuta asing (valas) guna menuntaskan pembayaran kewajiban utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo.

Di samping itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi oleh langkah intervensi taktis Bank Indonesia dalam menstabilkan fluktuasi kurs rupiah di tengah tingginya ketidakpastian pasar finansial dunia.

Faktor lain yang ikut menekan performa AFLN adalah penurunan nilai pasar atau harga aset di negara penempatan, serta tren penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama global lainnya. Namun, kinerja AFLN ini masih mampu ditopang oleh pertumbuhan investasi langsung, investasi portofolio, serta instrumen investasi luar negeri lainnya.

Di sisi lain, total posisi KFLN Indonesia tercatat mengalami penurunan yang jauh lebih kentara pada akhir triwulan I-2026, yakni merosot hingga 5,8 persen secara kuartalan menjadi 784,3 miliar dolar AS, dibandingkan dengan posisi akhir triwulan IV-2025 yang bertengger di Rp832,6 miliar dolar AS.

Menariknya, penyusutan kewajiban ini terjadi di kala arus modal asing (capital inflow) pada instrumen penanaman modal asing langsung maupun investasi portofolio tetap mengalir secara konsisten.

Ramdan Denny memaparkan bahwa turunnya nilai KFLN sebagian besar disebabkan oleh koreksi nilai atau melemahnya instrumen keuangan di pasar domestik.

Di koridor riil, sektor investasi langsung masih membukukan surplus neto, yang mencerminkan bahwa tingkat kepercayaan jajaran investor global terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid.

Sementara itu, penurunan pada pos investasi portofolio dan instrumen keuangan lainnya terjadi seiring dengan pelunasan surat utang swasta serta pinjaman luar negeri yang telah memasuki masa tenggang operasionalnya. Langkah penyusutan KFLN ini juga dipercepat oleh koreksi harga saham domestik dan apresiasi nilai dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.

Bank Indonesia menilai kinerja PII pada kuartal pembuka tahun 2026 ini berada dalam kondisi yang sehat dan sangat suportif bagi ketahanan ekonomi makro.

Hal ini dibuktikan oleh rasio PII terhadap Produk Domestik Buto (PDB) Indonesia yang berhasil ditekan turun ke level 15,5 persen pada triwulan I-2026, membaik signifikan dari posisi kuartal sebelumnya yang sebesar 18,9 persen.

Keandalan PII nasional juga tecermin dari profil jatuh tempo kewajiban yang masih didominasi oleh instrumen investasi jangka panjang dengan porsi mencapai 92,5 persen, khususnya dalam bentuk investasi langsung yang bersifat lebih stabil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru

Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:03 WIB

Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham

Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:43 WIB

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:53 WIB

Digital Edge Kucurkan Investasi Rp73 Triliun, Bangun Kampus Data Center AI Terbesar

Digital Edge Kucurkan Investasi Rp73 Triliun, Bangun Kampus Data Center AI Terbesar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 07:14 WIB

Terkini

GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media

GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:23 WIB

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:10 WIB

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB