Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 11 Juni 2026 | 08:08 WIB
Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun
Intiland Tahan Dividen, Fokus Pangkas Utang dan Kejar Penjualan Rp1,95 Triliun. Foto Fadil-Suara.com
  • Intiland tidak membagikan dividen 2025 dan menahan laba Rp62,26 miliar untuk memperkuat keuangan.
  • Total utang berhasil ditekan 25% menjadi Rp3,08 triliun melalui strategi deleveraging.
  • Perseroan menargetkan marketing sales Rp1,95 triliun pada 2026 dengan fokus perumahan dan kawasan industri.

Suara.com - PT Intiland Development Tbk (DILD) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025 dan memilih memperkuat struktur keuangan perusahaan. Keputusan tersebut mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar di Intiland Tower, Jakarta, Rabu (10/6).

Sekretaris Perusahaan Intiland, Theresia Rustandi, mengatakan seluruh agenda yang diajukan manajemen memperoleh persetujuan pemegang saham. Agenda tersebut meliputi pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan 2025, penunjukan akuntan publik independen, penggunaan laba bersih, penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi, serta agenda lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan RUPS.

"Perseroan selalu memastikan setiap kebijakan dan langkah strategis dijalankan secara hati-hati, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Theresia.

Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp64,26 miliar pada 2025. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp2 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan wajib, sementara sisanya sebesar Rp62,26 miliar dicatat sebagai saldo laba untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan.

Direktur Utama Intiland, Archied Noto Pradono, mengungkapkan fokus utama perusahaan pada tahun ini masih tertuju pada strategi deleveraging atau pengurangan utang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan beban keuangan sekaligus memperkuat fundamental usaha di tengah kondisi pasar properti yang masih bergerak selektif.

Sepanjang 2025, Intiland berhasil menurunkan total utang sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun dari Rp4,11 triliun pada tahun sebelumnya. Penurunan utang dilakukan melalui restrukturisasi, percepatan pelunasan kewajiban, penjualan aset non-inti, hingga pelunasan sukuk yang jatuh tempo.

"Penurunan jumlah utang menjadi salah satu pencapaian penting. Langkah ini membantu kami mengendalikan beban keuangan, memperkuat struktur permodalan, dan memberikan ruang yang lebih baik bagi Perseroan untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan," kata Archied.

Di sisi operasional, Intiland mencatat pendapatan usaha sebesar Rp619,8 miliar pada kuartal I 2026, turun 3,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan pengembangan sebesar Rp387,1 miliar dan pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp232,6 miliar.

Recurring income menjadi kontributor terbesar dengan porsi 37,5 persen dari total pendapatan, disusul segmen kawasan industri sebesar 36,7 persen, perumahan 19,7 persen, dan high-rise residential 6,1 persen.

Meski pasar properti diperkirakan masih menghadapi tantangan pada 2026, Intiland tetap membidik pertumbuhan. Perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp1,95 triliun pada tahun ini, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai Rp1,61 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, perusahaan akan mengoptimalkan proyek-proyek yang sudah berjalan, meningkatkan penjualan stok siap jual, memperkuat segmen perumahan dan kawasan industri, serta menyiapkan sejumlah proyek baru secara selektif. Di antaranya pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur dan peluncuran Tower E apartemen SQ Res pada semester II 2026.

Menurut Archied, peluang pertumbuhan masih terbuka terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan riil dan daya serap pasar yang kuat. Karena itu, perusahaan akan tetap mengedepankan strategi pengembangan dan pemasaran yang terukur guna menjaga kesehatan fundamental usaha sekaligus mendukung pencapaian target kinerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!

Antam Tebar Dividen Rp5 Triliun, Tiap Pemegang Saham Dapat Jatah Jumbo!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:54 WIB

Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)

PMB 2026 Universitas Nusa Mandiri Gelombang 4 Dibuka! Daftar Program S1 Hingga Doktoral (S3)

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:00 WIB

Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Kewajiban Neto Investasi Turun Jadi 227,6 Miliar Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:46 WIB

GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media

GSMS 2026 Soroti Tantangan Komunikasi Pemerintah di Tengah Fragmentasi Media

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:23 WIB

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Jadi Aset Negara, Pemerintah Bakal Revitalisasi Kawasan Kemayoran Indah Golf

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 07:10 WIB

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB