Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!

M Nurhadi

Kamis, 11 Juni 2026 | 09:15 WIB
Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
baca 10 detik
  • Pasar saham global dan Asia melemah pada 10 Juni 2026 akibat ancaman serangan militer AS terhadap Iran.
  • Kenaikan inflasi inti AS serta ketegangan geopolitik mendorong harga minyak dan kekhawatiran suku bunga tinggi jangka panjang.
  • IHSG mencatatkan anomali dengan penguatan signifikan meskipun investor asing melakukan aksi jual bersih cukup masif di bursa.

Suara.com - Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas dan mengguncang pasar keuangan global. Indeks-indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat ditutup melemah signifikan pada perdagangan Rabu (10/6/2026), dipicu oleh pernyataan agresif Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan meluncurkan serangan militer lebih lanjut terhadap Iran.

Sentimen negatif ini diperparah oleh rilis data ekonomi domestik AS. Inflasi inti indeks harga konsumen (CPI) AS pada bulan Mei 2026 tercatat naik 0,2% secara bulanan (month-on-month/MoM), sedikit lebih rendah dari konsensus pasar sebesar 0,3%.

Namun secara tahunan (year-on-year/YoY), inflasi inti masih nangkring di level 2,9%. Meskipun angka tersebut sesuai ekspektasi, posisinya masih berada di atas target aman yang ditetapkan Bank Sentral AS (The Fed) sebesar 2%, sehingga membatasi ruang bagi pelonggaran moneter.

Aksi jual massal (sell-off) melanda bursa New York setelah Trump meluapkan kekesalannya di media sosial mengenai lambatnya proses diplomasi.

"Iran terlalu lama bernegosiasi untuk sebuah kesepakatan yang sebenarnya akan sangat menguntungkan mereka. Kini mereka harus membayar harganya," tegas Trump.

Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari 900 poin atau drop 1,87%. Pelemahan ini diikuti oleh indeks S&P 500 yang terpangkas 1,62%, dan Nasdaq Composite yang berkurang 1,98%.

Kepanikan dari Washington merembet cepat ke zona Asia pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Mayoritas bursa saham regional Asia berakhir di zona merah seiring kekhawatiran pasar terhadap ancaman gangguan pasokan energi global akibat serangan baru AS ke wilayah Iran.

Ketegangan ini otomatis mendongkrak harga minyak mentah dunia, yang memicu kekhawatiran baru atas risiko inflasi global yang tinggi serta prospek suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher-for-longer).

Di Jepang, indeks Nikkei melorot 1,9% dan Topix berkurang 1,2%. Koreksi paling parah melanda Korea Selatan, di mana indeks Kospi terjerembab hingga 4,5% dan Kosdaq terpangkas 1,7%. Di bagian lain, indeks Taiex Taiwan jatuh 3,3% dan Hang Seng Hong Kong melemah tipis 0,6%. Sebaliknya, bursa ASX 200 Australia berhasil melawan arus global dengan menguat 0,6%.

baca juga

Investor di Asia juga terpantau mengambil posisi defensif sembari menanti rilis data inflasi tahunan AS bulan Mei yang diperkirakan pasar berpotensi merangkak naik ke level 4,2%.

Meskipun pasar global dan regional dihantam sentimen negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin justru mampu mencatatkan performa anomali dengan ditutup melonjak 2,71% ke level 5.902,38.

Kendati menguat tajam, reli indeks ini masih dibayangi oleh tekanan jual investor asing yang cukup masif, di mana mencatatkan aksi jual bersih (net sell) mencapai sekitar Rp3,13 triliun.

Beberapa saham yang menjadi target utama net sell asing di antaranya adalah BBRI, TPIA, BBNI, ANTM, dan BUMI.

Pada hari ini, IHSG dibuka menguat melanjutkan reli yang telah berlangsung dalam dua hari terakhir.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.00 WIB, IHSG naik 0,06% ke level 5.905,78. Kemudian IHSG melanjutkan penguatan dengan naik 0,4%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menlu Iran ke Donald Trump: Hentikan Serangan Atau Perang Lanjut Lewat Israel

Menlu Iran ke Donald Trump: Hentikan Serangan Atau Perang Lanjut Lewat Israel

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:04 WIB

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

Menteri Perang Amerika ke Iran: Kalau Perlu Negosiasi Pakai Bom, Kami Lakukan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:32 WIB

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

Perang Lanjut! Serangan Balasan Iran Bobol Pangkalan Udara Israel, Hanggar Jet Tempur Luluh Lantak

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 06:20 WIB

IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor

IHSG Terus Gaspol Dekati Level Rp 6.000, BBCA Masih Gacor

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

FIFA Larang Bendera Lama Iran Berkibar di Stadion Saat Piala Dunia 2026

FIFA Larang Bendera Lama Iran Berkibar di Stadion Saat Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:09 WIB

Terkini

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 14:24 WIB

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

103 Penumpang Kapal Virgo Dievakuasi Usai Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Orang Meninggal

News | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:20 WIB

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

5 Kompor Portable Murah dengan Api Stabil, Praktis Buat Piknik dan Masak di Rumah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 14:15 WIB

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 14:10 WIB

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Sensasi Biksu: Pencucian Uang, Skandal Seks Hingga Sembunyikan 'Harta' Ratusan Miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 14:00 WIB

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Keseruan Cheng Lei Pertama Kali ke Jakarta, Main Bola Bekel hingga Cicipi Kuliner Lokal

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 13:56 WIB

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 13:50 WIB

×