Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!

M Nurhadi

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:32 WIB
Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Iran menutup total Selat Hormuz setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke wilayah mereka pada Kamis.
  • Harga minyak dunia melonjak signifikan karena terganggunya distribusi energi di jalur laut vital bagi pasokan global tersebut.
  • Cadangan minyak Amerika Serikat menyusut tajam akibat konflik bersenjata dan minimnya produksi minyak dari negara anggota OPEC.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan pada sesi perdagangan Kamis setelah otoritas Teheran mengumumkan penutupan total jalur distribusi energi paling kritikal di dunia, Selat Hormuz.

Langkah ekstrem tersebut diambil menyusul serangan udara lanjutan yang diluncurkan militer Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran, ditambah dengan pernyataan agresif Presiden Donald Trump yang bersumpah akan melancarkan gempuran lebih besar jika kesepakatan damai gagal dicapai.

Mengacu pada data pasar pada pukul 02.43 GMT, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent merangkak naik sebesar 1,48 dolar AS atau setara 1,59 persen ke posisi 94,58 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meroket 1,71 dolar AS atau 1,90 persen menuju level 91,74 dolar AS per barel, setelah sempat mencatatkan kenaikan impresif hingga melampaui 3 dolar AS pada awal pembukaan sesi.

Komando militer tertinggi Iran menegaskan bahwa pemblokiran Selat Hormuz berlaku mutlak bagi seluruh kapal tanker minyak maupun kapal kargo komersial.

Pihak Teheran juga melayangkan peringatan keras bahwa kapal apa pun yang nekat melintasi koridor laut tersebut akan langsung dijadikan target sasaran tembak.

"Kondisi ini sekali lagi mengindikasikan bahwa kesepakatan damai masih jauh dari harapan dan arus distribusi energi dari Teluk Persia akan tetap mengalami hambatan yang sangat besar," papar tim analis dari bank investasi ING dalam sebuah catatan resmi kepada para investor.

Menurut pengamatan mereka, eskalasi pertempuran yang kembali membara inilah yang menjadi motor utama pembalikan arah harga minyak sejak dini hari.

Di sisi lain, komando militer AS melalui akun resminya di media sosial X sempat menyatakan bahwa aktivitas pelayaran kapal komersial sebenarnya masih terpantau melintas masuk dan keluar selat.

baca juga

Otoritas Pentagon juga membantah laporan media pemerintah Iran yang mengeklaim armada kapal perang AS di sekitar perairan tersebut telah berhasil dihantam oleh serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone), dengan menegaskan bahwa tidak ada satu pun kapal perang mereka yang mengalami kerusakan.

Gelombang serangan udara baru dari pasukan AS menyasar berbagai titik strategis di internal wilayah Iran pada pukul 17.15 EDT (21.15 GMT).

Kontak senjata susulan ini mengancam akan menyalakan kembali perang skala penuh secara terbuka, setelah sebelumnya sempat mereda pada awal April lalu lewat kesepakatan gencatan senjata yang rapuh.

Ketegangan geopolitik kian memuncak setelah Donald Trump memberikan pernyataan tegas dalam wawancaranya bersama jurnalis Fox News, Trey Yingst.

Trump mengklaim operasi pengeboman akan mereda dalam waktu singkat, namun ia tidak segan untuk menghancurkan wilayah Iran secara masif jika jajaran pemimpin di Teheran menolak menandatangani draf perjanjian damai yang disodorkan AS.

"Saya akan mengebom mereka habis-habisan jika para pemimpin Iran tidak segera menandatangani kesepakatan dengan AS saat ini juga," ujar Trump melayangkan ancaman terbuka.

Aksi blokade jalur maritim oleh militer Iran yang telah berlangsung selama beberapa bulan ini secara otomatis menahan harga minyak tetap berada di level tertinggi. Pasalnya, Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi utama yang melayani seperlima dari total volume pengiriman minyak dan gas global di seluruh dunia.

Dari sisi suplai, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah domestik AS menyusut tajam hingga 7,2 million barel menjadi tinggal 426,5 million barel untuk pekan yang berakhir pada 5 Juni.

Penurunan riil ini jauh lebih masif ketimbang ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters yang memproyeksikan penyusutan sebesar 4 million barel.

Secara akumulatif, cadangan minyak mentah AS, termasuk yang tersimpan di dalam Cadangan Minyak Strategis (SPR), telah merosot hingga 79 million barel sejak konflik bersenjata dengan Iran pecah pada 28 Februari lalu.

Sebagai produsen minyak terbesar di dunia, AS terpaksa menguras cadangannya guna menutupi kekosongan pasokan global setelah Selat Hormuz praktis tidak dapat beroperasi.

Mempertegas ketatnya pasokan di pasar, hasil survei terbaru dari Reuters menunjukkan bahwa total volume produksi minyak dari negara-negara anggota OPEC pada bulan Mei telah merosot ke level terendah dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB

Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!

Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:33 WIB

Memang Sesuai Namanya, PERTAMINA: Pertahun Minyak Naik

Memang Sesuai Namanya, PERTAMINA: Pertahun Minyak Naik

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:50 WIB

Iran Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026, Infantino Ungkap Drama Besar di Balik Layar

Iran Dipastikan Tampil di Piala Dunia 2026, Infantino Ungkap Drama Besar di Balik Layar

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:37 WIB

Amerika Makin Boncos! Giliran Aset Tentara AS di Bahrain dan Kuwait Kena Rudal Iran

Amerika Makin Boncos! Giliran Aset Tentara AS di Bahrain dan Kuwait Kena Rudal Iran

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Melonjak Hampir 3 Persen Setelah Iran Perketat Blokade Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Hampir 3 Persen Setelah Iran Perketat Blokade Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:24 WIB

Terkini

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

×