- PT Bank Mandiri resmi bergabung sebagai Direct Participant dalam sistem pembayaran internasional CIPS milik People's Bank of China.
- Keanggotaan ini memungkinkan Bank Mandiri menyediakan layanan transaksi mata uang Renminbi yang lebih efisien, aman, dan andal.
- Langkah strategis ini bertujuan memperkuat konektivitas keuangan, perdagangan, serta investasi bilateral antara Indonesia dan negara China.
Suara.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi bergabung sebagai Direct Participant dalam Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).
Kesepakatan ini membuat perseroan bekerjasama dalam sistem pembayaran internasional berbasis Renminbi (RMB) yang berada di bawah naungan People's Bank of China (PBoC).
Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, mengatakan, status Direct Participant CIPS merupakan langkah strategis perseroan untuk memperkuat kapabilitas layanan transaksi internasional.
Perseroan juga mendukung hubungan ekonomi Indonesia dan China yang semakin erat.
“Sebagai Direct Participant CIPS, Bank Mandiri dapat menghadirkan layanan transaksi RMB yang lebih efisien dan andal, sekaligus mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China serta memperkuat konektivitas industri keuangan nasional dengan ekosistem pembayaran global,” jelas Timothy dalam siaran pers yang diterima, Jumat (12/6/2026).
Langkah strategis Bank Mandiri dalam sistem pembayaran global China ini diyakini akan memperkuat transaksi lintas negara, perdagangan internasional, dan investasi antara Indonesia dan China.

Keanggotaan ini semakin memperkuat posisi Bank Mandiri dalam mendukung transaksi internasional berbasis RMB dan pengembangan kerja sama ekonomi Indonesia-China.
Dengan status tersebut, Bank Mandiri menjadi satu-satunya institusi perbankan Indonesia yang terhubung langsung dengan salah satu infrastruktur pembayaran global utama.
Koneksi langsung ini memungkinkan bank pelat merah tersebut memperluas jangkauan layanan transaksi lintas batas untuk mendukung pertumbuhan arus perdagangan dan investasi di koridor Indonesia-China.
Partisipasi Bank Mandiri dalam CIPS merupakan tindak lanjut dari penguatan kerja sama ekonomi dan transaksi bilateral antara Indonesia dan China yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBoC).
Melalui koneksi langsung ke jaringan CIPS, Bank Mandiri dapat menghadirkan layanan transaksi berbasis RMB yang lebih cepat, transparan, aman, dan andal bagi pelaku usaha, investor, serta nasabah korporasi di kedua negara.
Menurutnya, akses langsung ke jaringan pembayaran RMB internasional memungkinkan Bank Mandiri menyediakan layanan transaksi yang lebih mulus dibandingkan mekanisme pembayaran konvensional.
Integrasi tersebut menyederhanakan proses transaksi, mengurangi kompleksitas antarbank, serta meningkatkan kepastian penyelesaian transaksi lintas negara.
Selain itu, nasabah dapat menikmati pengalaman transaksi internasional yang lebih optimal, terutama untuk kebutuhan perdagangan, investasi, maupun aktivitas treasury dengan mitra bisnis di China.
Bank Mandiri juga memperluas fleksibilitas transaksi dalam mata uang RMB dengan memperpanjang waktu layanan pengiriman dana internasional berbasis RMB guna memenuhi kebutuhan bisnis nasabah yang semakin dinamis.
“Tonggak sejarah hari ini turut memperkuat peran Bank Mandiri sebagai mitra finansial tepercaya bagi pelaku usaha di sektor perdagangan internasional, dengan menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan nasabah secara dinamis di tengah ekonomi global yang semakin terinterkoneksi,” beber Timothy.
![Ilustrasi China. [Javier Quiroga/Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/07/13/85508-ilustrasi-china.jpg)
Kapabilitas tersebut sekaligus memperkuat dukungan Bank Mandiri terhadap pengembangan Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China, termasuk untuk kebutuhan transaksi perdagangan dan investasi kedua negara.
Dengan posisi China sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pembayaran lintas negara yang cepat, aman, dan efisien menjadi semakin penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional.
Bank Mandiri optimistis konektivitas yang semakin terintegrasi akan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha yang aktif menjalin hubungan bisnis dengan China.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis global, mengembangkan layanan transaksi berbasis RMB, serta memperkokoh perannya sebagai penyedia solusi finansial terdepan untuk kebutuhan transaksi internasional nasabah.
Melalui penguatan layanan transaksi internasional, sistem pembayaran global berbasis RMB, dan konektivitas keuangan Indonesia-China, Bank Mandiri berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat integrasi Indonesia dalam ekosistem ekonomi global.
“Kami percaya bahwa konektivitas finansial yang semakin kuat akan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan berkelanjutan bagi dunia usaha dan perekonomian nasional, sekaligus memperkuat integrasi Indonesia dengan ekosistem ekonomi global,” pungkas Timothy.