Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:42 WIB
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
Sinyal dari Thamrin: Dompet Warga RI Mendadak Tipis, Apa yang Terjadi?. Foto Suara.com/AI
  • Belanja ritel April 2026 anjlok 11,6%, berbalik dari lonjakan konsumsi saat Lebaran.
  • Penjualan tahunan minus 3,7%, pertama kali kontraksi setelah 12 bulan tumbuh.
  • BI prediksi Mei membaik, tetapi risiko kenaikan harga akhir tahun mulai muncul.

Suara.com - Ada sinyal yang patut dicermati dari kawasan Thamrin, pusat kebijakan moneter Indonesia. Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan eceran nasional mengalami kontraksi cukup dalam pada April 2026. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar, apakah daya beli masyarakat mulai melemah atau hanya efek musiman pasca-Lebaran?

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia, penjualan ritel pada April 2026 tercatat turun 11,6 persen secara bulanan (month to month/MtM). Angka ini berbalik arah setelah pada Maret 2026 tumbuh tinggi sebesar 10,3 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan penurunan tersebut lebih dipengaruhi faktor musiman. "Setelah lonjakan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat mulai mengurangi belanja sehingga aktivitas ritel kembali ke level normal," kata Ramdan.

Mengapa Penjualan Ritel Turun Tajam?

Mayoritas kelompok barang mengalami penurunan penjualan. Kontraksi terdalam terjadi pada Kelompok Barang Lainnya yang turun 16,6 persen, disusul Barang Budaya dan Rekreasi sebesar 12,5 persen, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau yang turun 12,3 persen.

Fenomena ini menunjukkan masyarakat cenderung menahan konsumsi setelah periode belanja besar selama Ramadan dan Lebaran. Dengan kata lain, April menjadi bulan "istirahat" bagi dompet rumah tangga Indonesia.

Alarm Daya Beli

Yang menarik, penjualan eceran bukan hanya turun secara bulanan. Secara tahunan (year on year/YoY), penjualan ritel juga terkontraksi 3,7 persen. Ini menjadi kontraksi pertama setelah 12 bulan berturut-turut mencatat pertumbuhan positif.

Penurunan terbesar berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang turun 3,8 persen, Peralatan Informasi dan Komunikasi yang anjlok 26,4 persen, serta Sandang yang turun 7 persen.

Penurunan ini menyoroti kondisi pengeluaran rumah tangga yang lebih lemah, dengan harga bahan bakar non-subsidi yang lebih tinggi membebani daya beli konsumen.

Data tersebut mengindikasikan bahwa tekanan terhadap konsumsi rumah tangga masih belum sepenuhnya hilang. Padahal konsumsi rumah tangga selama ini menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kabar Baiknya, Mei Diperkirakan Membaik

Meski masih berada di zona negatif, BI memperkirakan kontraksi penjualan eceran pada Mei 2026 akan mengecil menjadi 0,9 persen secara bulanan.

Perbaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas belanja selama libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak, Kenaikan Yesus Kristus, dan Iduladha.

Secara tahunan, penjualan ritel Mei juga diperkirakan masih terkontraksi 3,2 persen, namun lebih baik dibandingkan April yang minus 3,7 persen.

Kelompok yang diperkirakan menjadi penopang perbaikan antara lain suku cadang dan aksesori kendaraan, perlengkapan rumah tangga, serta kelompok barang lainnya.

Bagaimana dengan Harga-Harga ke Depan?

Di tengah pelemahan konsumsi, BI melihat tekanan inflasi jangka pendek masih relatif terkendali. Ekspektasi harga pada Juli 2026 diperkirakan stabil, menandakan belum ada lonjakan harga signifikan dalam waktu dekat.

Namun untuk Oktober 2026, masyarakat mulai memperkirakan kenaikan harga yang lebih tinggi. Hal ini tercermin dari naiknya Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) menjadi 167,6 dari sebelumnya 163,2.

Sinyal dari Thamrin: Dompet Warga RI Mendadak Tipis, Apa yang Terjadi?. Foto Suara.com/AI
Sinyal dari Thamrin: Dompet Warga RI Mendadak Tipis, Apa yang Terjadi?. Foto Suara.com/AI

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jebakan 'Sekalian Aja': Bagaimana Supermarket dan QRIS Menguras Isi Dompet Kita

Jebakan 'Sekalian Aja': Bagaimana Supermarket dan QRIS Menguras Isi Dompet Kita

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:12 WIB

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:02 WIB

Dompet Hitam Benarkah Paling Mendatangkan Rezeki? Ini Maknanya Menurut Feng Shui

Dompet Hitam Benarkah Paling Mendatangkan Rezeki? Ini Maknanya Menurut Feng Shui

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:58 WIB

Terkini

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:01 WIB

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:57 WIB

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:06 WIB

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:57 WIB

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:41 WIB

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:35 WIB

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:37 WIB

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Prabowo Mau Borong Rudal BrahMos dari India, Ekonom Ingatkan Risiko Utang Rp7 Triliun

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:19 WIB

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:10 WIB

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

BI Sebut Obat Kuat Ini Bikin Rupiah Mulai Menguat Lawan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 11:02 WIB