Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

Achmad Fauzi

Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:17 WIB
KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon
Ilustrasi KRL Buatan INKA yang akan dioperasikan di lintas KRL Jabodetabek/(Dokumentasi KAI Commuter).
baca 10 detik
  • PT KAI mengimplementasikan strategi elektrifikasi dan efisiensi energi untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060.
  • Langkah dekarbonisasi mencakup perluasan jalur listrik, penggunaan biodiesel B50, instalasi panel surya, serta penanaman ratusan ribu pohon operasional.
  • Strategi yang diumumkan di Jakarta tersebut bertujuan menekan emisi sektor transportasi nasional melalui pengembangan moda rel yang ramah lingkungan.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menjadikan elektrifikasi jalur kereta sebagai salah satu strategi utama untuk menekan emisi karbon dan mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.

Langkah tersebut menjadi bagian dari Strategi Net Zero Emission yang disusun KAI sebagai upaya jangka panjang untuk mengurangi emisi sektor transportasi sekaligus mendukung agenda transisi energi nasional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penyusunan strategi tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang mitigasi perubahan iklim di sektor transportasi.

"Melalui strategi tersebut, KAI menetapkan empat arah utama pengurangan emisi, yaitu elektrifikasi jalur rel, peningkatan efisiensi operasional, pemanfaatan energi yang lebih bersih, serta penyerapan karbon melalui program penghijauan," ujar Anne di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pramugari menyapa penumpang di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pramugari menyapa penumpang di Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim, Jakarta Timur. [Suara.com/Alfian Winanto]

Menurut Anne, elektrifikasi menjadi salah satu fokus utama karena kereta api merupakan moda transportasi dengan tingkat emisi yang relatif rendah dibandingkan moda transportasi lainnya.

Berdasarkan kajian yang dipaparkan dalam kegiatan Towards a Green Rail Future: Delivering a Decarbonized Railway in Indonesia, sektor perkeretaapian hanya menyumbang sekitar 1 persen dari total emisi gas rumah kaca sektor transportasi nasional. Sebaliknya, kendaraan darat berkontribusi sekitar 89 persen terhadap total emisi sektor tersebut.

Anne menilai transportasi berbasis rel memiliki posisi strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menekan emisi karbon.

“Kereta api memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi dan emisi. Melalui Strategi Net Zero Emission, KAI menyiapkan langkah jangka panjang agar pengembangan layanan perkeretaapian selaras dengan target transisi energi nasional serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang,” ucap Anne.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, KAI terus memperluas penggunaan tenaga listrik pada layanan perkeretaapian. Saat ini, panjang jalur rel yang telah terelektrifikasi mencapai 1.038,7 kilometer.

baca juga

Jalur tersebut mencakup berbagai layanan berbasis listrik seperti KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, hingga kereta cepat Whoosh.

Selain itu, KAI juga terus meningkatkan penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan biodiesel misalnya, telah berkembang dari B0 pada 2017 menjadi B40 pada 2025 dan ditargetkan meningkat menjadi B50 pada 2026.

Perusahaan juga memanfaatkan energi surya melalui pemasangan panel surya dengan kapasitas total 3.435,5 kWp yang tersebar di 66 lokasi operasional.

Di sisi lain, upaya penyerapan karbon juga dilakukan melalui program penghijauan. Sepanjang 2021 hingga 2025, KAI telah menanam 107.757 pohon di berbagai wilayah operasional.

"Sepanjang 2021 hingga 2025, KAI telah menanam 107.757 pohon di berbagai wilayah operasional sebagai bagian dari penyerapan karbon," lanjut Anne.

Sementara, Vice President of Sustainability KAI Tria Mutiari Melian menjelaskan KAI memiliki peran penting dalam mendukung agenda dekarbonisasi sektor transportasi nasional. Sebagai tulang punggung transportasi massal nasional, KAI dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

KAI Pajang Aset Siap Bisnis, dari Stasiun hingga Lahan Komersial

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:40 WIB

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

KRL Green Line Bakal Dirombak Besar-besaran, Penumpang Rangkasbitung Siap-siap

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:04 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:54 WIB

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:52 WIB

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:48 WIB

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 23:43 WIB

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 23:37 WIB

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 23:23 WIB

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa

News | Senin, 27 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 23:01 WIB

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 22:36 WIB

×