- PT KAI mengimplementasikan strategi elektrifikasi dan efisiensi energi untuk mendukung target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060.
- Langkah dekarbonisasi mencakup perluasan jalur listrik, penggunaan biodiesel B50, instalasi panel surya, serta penanaman ratusan ribu pohon operasional.
- Strategi yang diumumkan di Jakarta tersebut bertujuan menekan emisi sektor transportasi nasional melalui pengembangan moda rel yang ramah lingkungan.
"Kajian dan rekomendasi yang dihasilkan akan diselaraskan dengan pengembangan kebijakan dan peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional dalam jangka panjang," ujar Tria.
Tria mengungkapkan kajian yang disusun bersama UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT) dan Kynergy Consulting menunjukkan moda transportasi berbasis rel memiliki tingkat emisi yang relatif rendah dibandingkan moda transportasi lainnya.
Berdasarkan kajian tersebut, LRT Jabodebek menghasilkan emisi sekitar 15 gram CO2-eq per penumpang-kilometer. Sementara itu, KA Antarkota menghasilkan emisi sekitar 16,43 gram CO2-eq per penumpang-kilometer dan KRL Commuter Line sebesar 34,03 gram CO2-eq per penumpang-kilometer.
Menurut Tria, dukungan UK PACT dan Kynergy Consulting juga berperan dalam penyusunan berbagai langkah strategis untuk mempercepat dekarbonisasi sektor perkeretaapian nasional.
"Dukungan UK PACT dan Kynergy Consulting dalam penyusunan strategi ini mencakup kajian implementasi B50, analisis percepatan transisi KRD menuju KRL dan modernisasi sistem persinyalan, serta pengembangan instrumen pembiayaan yang membuka peluang akses terhadap berbagai sumber pembiayaan hijau internasional," pungkasnya.