- Bapanas memastikan stok beras nasional sangat melimpah hingga mencapai rekor tertinggi sebanyak 5,3 juta ton per Juni 2026.
- Pemerintah melarang pelaku usaha menaikkan harga atau menciptakan kelangkaan karena pasokan beras domestik saat ini dalam kondisi aman.
- Satgas Pangan Polri ditugaskan memantau seluruh wilayah Indonesia untuk menindak tegas pedagang yang mencoba mempermainkan harga beras nasional.
Menurut dia, kondisi itu justru menjadi peluang bagi Bulog untuk memperluas pasar beras komersialnya.
![Petugas memeriksa stok beras di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/08/33028-realisasi-penyerapan-beras-dalam-negeri-ilustrasi-beras-beras-bulog-ilustrasi-bulog.jpg)
"Bukan langka. Saya kira kan kami juga kunjungan ke lapangan, melihat di ritel modern itu masih ada, (memang) tidak banyak tapi ada. Ini kesempatan Bulog masuk. Bulog kan punya Befood, punya Punokawan, Setra Ramos. Nah Bulog mengisi kekurangan suplai, jadi bukan langka. Ini bisa diisi oleh Bulog," kata Ketut.
Sementara itu, berdasarkan laporan yang diterima Bapanas, stok beras komersial Bulog masih mencapai 11,4 ribu ton.
Adapun realisasi pengadaan setara beras untuk kebutuhan komersial terus meningkat dan telah menyentuh 45,5 ribu ton dari total pengadaan nasional yang mencapai 3,1 juta ton.