Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis malam (11/6/2026). [Suara.com/Novian]
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan terdapat kekurangan pasokan batubara sebanyak 20 juta ton untuk kebutuhan operasional PLN tahun 2026.
  • Produsen batubara kesulitan memenuhi kontrak karena biaya produksi tinggi sementara harga jual DMO dipatok murah sebesar USD 70.
  • Pemerintah membentuk tim khusus melibatkan BPKP dan pihak terkait guna menjamin ketahanan pasokan energi listrik nasional secara berkelanjutan.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan klarifikasi resmi mengenai polemik pemenuhan pasokan batubara domestik yang berpotensi memengaruhi stabilitas operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) nasional.

Bahlil memaparkan bahwa untuk tahun anggaran 2026, otoritas pemerintah sebenarnya telah menetapkan kuota alokasi batubara khusus guna menyokong kebutuhan energi primer PT PLN (Persero) sebesar 154 juta metrik ton.

Guna mengamankan target tersebut, kementerian terkait telah menerbitkan surat penugasan wajib kepada jajaran korporasi produsen batubara nasional dengan volume akumulatif mencapai sekitar 190 juta ton.

Dari total batas penugasan tersebut, jumlah volume yang berhasil dikonfirmasi berada di kisaran 150 hingga 160 juta ton.

Kendati demikian, realisasi dokumen kesepakatan kontrak yang sejauh ini resmi ditandatangani baru menyentuh angka 134 juta ton. Kondisi ini membuat Bahlil mengonfirmasi adanya draf kekurangan pasokan sekitar 20 juta ton untuk kebutuhan PLN saat ini.

"Artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta yang sudah dikontrak 134 berarti kan tinggal kurang 20 yang belum dikontrakkan," ungkap Bahlil dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6).

Guna mencari jalan keluar atas hambatan rantai pasok tersebut, Bahlil mengaku telah menggelar pertemuan intensif dengan jajaran direksi PLN.

Dari hasil identifikasi di lapangan, diketahui bahwa mesin pembangkit milik PLN sangat bergantung pada batubara spesifikasi kelas medium.

Namun, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah ketersediaan batubara jenis medium yang kian langka di pasar komoditas. Di sisi lain, harga jual untuk kebutuhan dalam negeri telah dipatok murah oleh regulasi Domestic Market Obligation (DMO), yakni sebesar USD 70 per ton.

"Nah sementara Stripping Ratio-nya sudah ada angka 10-12. Jadi harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya sudah tidak ada (margin keuntungan). Itulah yang menjadi trouble para mereka," urai Menteri ESDM menjabarkan beban keekonomian pihak produser.

Tingginya draf rasio pengupasan lahan (stripping ratio) yang menyentuh angka 10 hingga 12 membuat biaya produksi penambangan membengkak.

Alhasil, batas harga wajib DMO dinilai tidak lagi mampu menutup draf biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh perusahaan tambang.

Menyikapi kompleksitas persoalan energi primer ini, Bahlil menegaskan telah menginstruksikan jajarannya untuk segera menyelesaikan konflik draf pasokan dengan mengedepankan draf langkah prioritas serta fleksibilitas dalam implementasi kebijakan di lapangan.

Langkah taktis bahkan langsung diambil oleh kepala negara guna memastikan ketahanan listrik nasional tidak terganggu oleh draf hambatan birokrasi pertambangan.

"Dan semalam sudah rapat diarahkan langsung oleh Bapak Presiden bahwa dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus maka kita membentuk tim pengadaan PLN, Irjen, Dirjen Minerba, dan BPKP," tegas Bahlil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:36 WIB

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:22 WIB

Benarkah PLTU Krisis Batu Bara hingga Jawa-Bali Terancam Gelap Gulita?

Benarkah PLTU Krisis Batu Bara hingga Jawa-Bali Terancam Gelap Gulita?

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 12:50 WIB

Jika Produksi Masih Kurang, ESDM Beri Kesempatan Perusahaan Tambang Revisi RKAB

Jika Produksi Masih Kurang, ESDM Beri Kesempatan Perusahaan Tambang Revisi RKAB

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:09 WIB

Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN

Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:30 WIB

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:57 WIB

Terkini

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:59 WIB

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:51 WIB

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:36 WIB

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:28 WIB

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:22 WIB

Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair

Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:17 WIB

Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis

Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:12 WIB

CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG 'Berkah' bagi Investor

CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG 'Berkah' bagi Investor

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:08 WIB

Bos Bea Cukai Usul Anggaran 2027 Sebanyak Rp 2,81 Triliun ke DPR RI

Bos Bea Cukai Usul Anggaran 2027 Sebanyak Rp 2,81 Triliun ke DPR RI

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 18:25 WIB