Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
Logo IMF. (Antara)
baca 10 detik
  • IMF menyatakan ekonomi global saat ini masih mampu bertahan di tengah guncangan perang regional Timur Tengah yang berlangsung.
  • Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi langkah positif untuk menjaga stabilitas pasar energi dunia global.
  • Risiko perlambatan ekonomi tetap ada akibat ketidakpastian geopolitik serta lonjakan harga energi yang membebani negara berkembang di Asia.

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) menilai ekonomi global masih mampu bertahan dari guncangan akibat perang di Timur Tengah dan belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi dunia secara signifikan.

Meski demikian, IMF mengingatkan bahwa risiko terhadap pertumbuhan ekonomi global tetap tinggi, terutama jika konflik kembali meningkat dan memicu gangguan pasokan energi dunia.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan perkembangan terbaru berupa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz menjadi kabar positif bagi stabilitas ekonomi global.

Namun, menurutnya, ketidakpastian geopolitik dan potensi gangguan rantai pasok masih menjadi ancaman terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan inflasi dunia.

"Ekskalasi konflik dan terganggunya distribusi energi dapat menjadi risiko nyata bagi pertumbuhan ekonomi global dalam jangka pendek maupun menengah," katanya dilansir dari Reuters, Selasa (16/6/2026).

Dia pun juga memberikan beberapa proyeksi kepada negara berkembang di Asia. Sebab, akan ada tekanan yang lebih besar di negara berkembang. Salah satunya, arus modal asing yang keluar akan cukup deras.

"Harga bensin di kawasan tersebut telah meningkat sekitar 40 persen sejak perang dimulai. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, pelemahan mata uang, dan arus keluar modal turut memperburuk dampak ekonomi yang terjadi," katanya

Selain itu, IMF akan merilis pembaruan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 8 Juli mendatang. Dalam laporan April lalu, IMF menyusun tiga skenario pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global untuk 2026 dan 2027.

Pada skenario menengah yang dianggap kurang menguntungkan, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat menjadi 2,5 persen pada 2026 dengan tingkat inflasi mencapai 5,4 persen.

baca juga

Kesepakatan kerangka kerja antara Amerika Serikat dan Iran menjadi terobosan terbesar dalam upaya mengakhiri konflik yang bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi perang regional yang menewaskan ribuan orang, mengguncang pasar energi, dan memicu kekhawatiran resesi global.

Menurut Georgieva, lebih dari tiga bulan sejak perang berlangsung, perekonomian dunia masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. Harga komoditas, inflasi, ekspektasi inflasi, dan kondisi keuangan memang terdampak, tetapi belum menunjukkan sinyal perlambatan ekonomi global secara luas.

Amerika Serikat dan China masih mencatat momentum ekonomi yang kuat. Sementara itu, kenaikan harga energi menjadi tekanan bagi pertumbuhan ekonomi Eropa yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas.

Di sisi lain, investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data turut menopang pertumbuhan di Amerika Serikat serta negara-negara eksportir teknologi di Asia.

Sementara itu di Afrika, negara-negara yang sangat bergantung pada impor menghadapi tekanan fiskal yang semakin besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Iran Picu Kerugian Global hingga 11,5 Triliun Dolar AS

Perang Iran Picu Kerugian Global hingga 11,5 Triliun Dolar AS

Video | Senin, 30 Maret 2026 | 16:35 WIB

Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:56 WIB

Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:35 WIB

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:40 WIB

Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF

Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:33 WIB

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:20 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×