Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB
IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia
Logo IMF. (Antara)
  • IMF menyatakan ekonomi global saat ini masih mampu bertahan di tengah guncangan perang regional Timur Tengah yang berlangsung.
  • Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi langkah positif untuk menjaga stabilitas pasar energi dunia global.
  • Risiko perlambatan ekonomi tetap ada akibat ketidakpastian geopolitik serta lonjakan harga energi yang membebani negara berkembang di Asia.

Suara.com - Dana Moneter Internasional (IMF) menilai ekonomi global masih mampu bertahan dari guncangan akibat perang di Timur Tengah dan belum menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi dunia secara signifikan.

Meski demikian, IMF mengingatkan bahwa risiko terhadap pertumbuhan ekonomi global tetap tinggi, terutama jika konflik kembali meningkat dan memicu gangguan pasokan energi dunia.

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan perkembangan terbaru berupa kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz menjadi kabar positif bagi stabilitas ekonomi global.

Namun, menurutnya, ketidakpastian geopolitik dan potensi gangguan rantai pasok masih menjadi ancaman terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global dan inflasi dunia.

"Ekskalasi konflik dan terganggunya distribusi energi dapat menjadi risiko nyata bagi pertumbuhan ekonomi global dalam jangka pendek maupun menengah," katanya dilansir dari Reuters, Selasa (16/6/2026).

Dia pun juga memberikan beberapa proyeksi kepada negara berkembang di Asia. Sebab, akan ada tekanan yang lebih besar di negara berkembang. Salah satunya, arus modal asing yang keluar akan cukup deras.

"Harga bensin di kawasan tersebut telah meningkat sekitar 40 persen sejak perang dimulai. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, pelemahan mata uang, dan arus keluar modal turut memperburuk dampak ekonomi yang terjadi," katanya

Selain itu, IMF akan merilis pembaruan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 8 Juli mendatang. Dalam laporan April lalu, IMF menyusun tiga skenario pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global untuk 2026 dan 2027.

Pada skenario menengah yang dianggap kurang menguntungkan, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat menjadi 2,5 persen pada 2026 dengan tingkat inflasi mencapai 5,4 persen.

Kesepakatan kerangka kerja antara Amerika Serikat dan Iran menjadi terobosan terbesar dalam upaya mengakhiri konflik yang bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi perang regional yang menewaskan ribuan orang, mengguncang pasar energi, dan memicu kekhawatiran resesi global.

Menurut Georgieva, lebih dari tiga bulan sejak perang berlangsung, perekonomian dunia masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat. Harga komoditas, inflasi, ekspektasi inflasi, dan kondisi keuangan memang terdampak, tetapi belum menunjukkan sinyal perlambatan ekonomi global secara luas.

Amerika Serikat dan China masih mencatat momentum ekonomi yang kuat. Sementara itu, kenaikan harga energi menjadi tekanan bagi pertumbuhan ekonomi Eropa yang sangat bergantung pada impor minyak dan gas.

Di sisi lain, investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data turut menopang pertumbuhan di Amerika Serikat serta negara-negara eksportir teknologi di Asia.

Sementara itu di Afrika, negara-negara yang sangat bergantung pada impor menghadapi tekanan fiskal yang semakin besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Iran Picu Kerugian Global hingga 11,5 Triliun Dolar AS

Perang Iran Picu Kerugian Global hingga 11,5 Triliun Dolar AS

Video | Senin, 30 Maret 2026 | 16:35 WIB

Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:56 WIB

Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:35 WIB

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:40 WIB

Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF

Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:33 WIB

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025

BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen Sepanjang 2025

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 12:20 WIB

Terkini

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:59 WIB