Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:04 WIB
Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen
Bank of Japan [Shutterstock]
  • Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 17 Juni 2026 untuk mengendalikan inflasi dan pelemahan yen.
  • Keputusan melalui pemungutan suara mayoritas ini menjadi langkah pengetatan moneter tertinggi yang diambil bank sentral sejak tahun 1995.
  • Kebijakan tersebut berdampak pada penguatan indeks Nikkei serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang sebesar 3 basis poin.

Suara.com - Bank of Japan (BOJ) kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Hal ini dilakukan karena mengantisipasi meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi Jepang dan pelemahan nilai tukar yen.

Kenaikan paling tinggi diputuskan oleh BOJ sejak tahun 1995. Keputusan Bank of Japan, suku bunga Jepang, dan inflasi Jepang tersebut diambil melalui pemungutan suara.

Hasilnya tujuh banding satu, di mana anggota dewan Toichiro Asada menjadi satu-satunya yang menolak kenaikan suku bunga dan memilih mempertahankan level sebelumnya.

Langkah pengetatan kebijakan moneter ini dilakukan saat perekonomian Jepang masih menghadapi tekanan dari pelemahan yen serta kenaikan harga-harga yang mulai meningkat akibat lonjakan biaya energi.

Bank of Japan, yen Jepang, dan inflasi Jepang menjadi fokus utama pasar setelah bank sentral menilai risiko kenaikan harga mulai meluas ke berbagai sektor ekonomi.

Usai pengumuman tersebut, indeks Nikkei 225 menguat 0,46 persen, sementara yen menguat tipis ke level 160,22 per dolar AS.

Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 2,615 persen, mencerminkan respons pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.

Dilansir CNBC News, Rabu (17/6/2026), BOJ juga menegaskan akan melanjutkan pengurangan pembelian obligasi pemerintah sebesar 200 miliar yen per kuartal kalender.

Setelah proses tapering selesai, bank sentral akan mempertahankan pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB) sebesar 2 triliun yen per bulan mulai April 2027.

Dalam pernyataannya, BOJ menyebut inflasi konsumen Jepang masih berada di bawah target 2 persen karena berbagai kebijakan pemerintah untuk mengurangi beban rumah tangga akibat tingginya harga energi.

Namun, bank sentral memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak mentah mulai diteruskan ke sektor bisnis dengan kecepatan yang relatif tinggi dan berpotensi mendorong kenaikan harga barang konsumsi secara lebih luas.

Kondisi tersebut tercermin pada indeks harga produsen Jepang yang naik 6,3 persen pada Mei 2026, menjadi laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh melonjaknya biaya energi yang membebani aktivitas produksi.

Chief Market Strategist APAC J.P. Morgan Asset Management, Tai Hui, mengatakan kenaikan suku bunga sebenarnya sudah diperkirakan pasar.

Namun, dukungan mayoritas anggota dewan menunjukkan bahwa BOJ kini lebih fokus mengendalikan inflasi dibandingkan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, meningkatnya ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz juga membantu mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi ke Jepang. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi BOJ untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:25 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

Terkini

IHSG Bangkit dari Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Makin Kuat Jelang Putusan MSCI

IHSG Bangkit dari Titik Terendah, Sinyal Pemulihan Makin Kuat Jelang Putusan MSCI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:58 WIB

MBMA Rombak Direksi, Eks GoTo hingga Veteran Tambang Masuk Jajaran Pimpinan

MBMA Rombak Direksi, Eks GoTo hingga Veteran Tambang Masuk Jajaran Pimpinan

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:52 WIB

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:45 WIB

IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka

IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:39 WIB

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:22 WIB

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB