Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 17 Juni 2026 | 11:23 WIB
Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS
Ilustrasi perhiasan. (Freepik/bearfotos)
  • Ekspor perhiasan Indonesia sepanjang 2025 meningkat signifikan sebesar 64,73 persen menjadi 9,1 miliar dolar AS secara nasional.
  • Pemerintah mendorong penguatan ekosistem industri melalui inovasi teknologi serta peningkatan kualitas produk demi menjaga keberlanjutan daya saing.
  • Kementerian Perindustrian memacu transformasi digital dan penerapan Industri 4.0 agar efisiensi produksi meningkat di pasar internasional.

Suara.com - Industri perhiasan nasional mencatat pertumbuhan ekspor yang signifikan sepanjang 2025. Nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga Indonesia mencapai 9,1 miliar dolar AS, meningkat 64,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,5 miliar dolar AS.

Pemerintah menilai momentum pertumbuhan ekspor tersebut perlu dijaga melalui penguatan daya saing industri, mulai dari peningkatan kualitas produk, inovasi desain, hingga pemanfaatan teknologi dalam proses produksi.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan industri perhiasan memiliki karakteristik yang memadukan kreativitas, keterampilan, budaya, dan teknologi untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

"Industri perhiasan menjadi salah satu sektor unggulan yang memiliki nilai tambah tinggi dan kontribusi penting terhadap ekspor manufaktur Indonesia," ujar Agus kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, tidak hanya berperan sebagai penghasil devisa negara, tetapi juga menjadi wadah pelestarian produk bernilai budaya serta penciptaan lapangan kerja yang tersebar di berbagai daerah.

Agus menjelaskan, peningkatan nilai ekspor menjadi indikasi produk perhiasan Indonesia semakin diterima di pasar internasional. Oleh karena itu, penguatan ekosistem industri perlu terus dilakukan agar mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan tersebut.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini bahwa industri manufaktur khususnya tekstil dan plastik memiliki kemampuan bertahan dalam menghadapi krisis global saat ini, meski juga mengakui bahwa badai PHK ada di depan mata. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

"Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri perhiasan Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Momentum ini harus terus dijaga melalui penguatan ekosistem industri yang mampu mendorong inovasi, produktivitas, dan daya saing secara berkelanjutan," bebernya.

Meski mencatat kinerja positif, industri perhiasan nasional masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga bahan baku, perubahan preferensi konsumen, hingga tuntutan transformasi digital yang semakin cepat.

Karena itu, pemerintah terus mendorong kolaborasi antara pelaku usaha, asosiasi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat daya tahan industri terhadap perubahan pasar.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian,.Reni Yanita, mengatakan transformasi digital dan penerapan industri 4.0 menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing industri perhiasan Indonesia.

"Transformasi digital dan penerapan Industri 4.0 memungkinkan industri perhiasan bekerja lebih efisien, menghasilkan produk yang lebih presisi, serta mampu merespons kebutuhan konsumen secara lebih cepat dan tepat," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin telah melakukan penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) terhadap sejumlah perusahaan industri aneka, termasuk sektor logam mulia dan perhiasan.

Hasil penilaian menunjukkan tingkat kematangan yang cukup baik dalam penerapan teknologi digital. 

Mulai dari digitalisasi sistem manajemen, pemanfaatan kecerdasan buatan, penguatan keamanan siber, pengembangan produk cerdas terkustomisasi, hingga integrasi teknologi pintar dalam proses produksi.

"Hasil tersebut menunjukkan bahwa industri logam mulia dan perhiasan mampu mengintegrasikan teknologi modern dengan kreativitas dan keterampilan sumber daya manusia untuk menghasilkan produk yang inovatif dan bernilai tambah tinggi. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang melakukan transformasi serupa guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produknya," jelas Reni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Donald Trump Tuding RI Lakukan Kerja Paksa, Ancam Bea Masuk Tambahan 10 Persen

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:36 WIB

Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial

Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 09:21 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:54 WIB

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB

Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas

Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:25 WIB

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:01 WIB

Terkini

Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun

Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:22 WIB

Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!

Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:07 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:52 WIB

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 10:07 WIB

Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg

Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:43 WIB

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Rupiah Kembali Lesu, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.738

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:31 WIB

Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:17 WIB

IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI

IHSG Masih Dalam Tren Menguat, Pantau Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 09:14 WIB

Pertimbangkan Jual, Harga Buyback Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.514.000/Gram

Pertimbangkan Jual, Harga Buyback Emas Antam Naik Tinggi Jadi Rp2.514.000/Gram

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:50 WIB

Melonjak 54,37%, BTN Bukukan Laba Bersih Rp1,85 Triliun Hingga Mei

Melonjak 54,37%, BTN Bukukan Laba Bersih Rp1,85 Triliun Hingga Mei

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 08:44 WIB