Memprihatinkan! Hampir Semua Pesantren di Indonesia Belum Penuhi Standar Air Minum dan Sanitasi

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:46 WIB
Memprihatinkan! Hampir Semua Pesantren di Indonesia Belum Penuhi Standar Air Minum dan Sanitasi
ilustrasi pondok pesantren. [chat gpt]
baca 10 detik
  • Kementerian Pekerjaan Umum mengaudit 80 pondok pesantren dan menemukan 97,5 persen bangunan belum memenuhi standar air minum serta pengelolaan limbah.
  • Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar meluncurkan program pembangunan 10.000 fasilitas MCK guna mengatasi buruknya sanitasi di pesantren seluruh Indonesia.
  • Program revitalisasi di Pesantren Miftahul Huda, Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa (4/8/2026) bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang sehat.

Suara.com - Audit pemerintah mengungkap kondisi sanitasi di pondok pesantren masih memprihatinkan. Sebanyak 97,5 persen bangunan pesantren yang diperiksa belum memenuhi standar penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah domestik.

Temuan itu menjadi dasar pemerintah meluncurkan program pembangunan 10.000 fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di pondok pesantren di seluruh Indonesia. Program tersebut diluncurkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Data tersebut berasal dari audit Kementerian Pekerjaan Umum terhadap 80 pondok pesantren di sembilan provinsi dan 54 kabupaten/kota. Dari total 2.093 bangunan, sebanyak 1.634 bangunan telah diperiksa dengan fokus pada kondisi bangunan, penyediaan air minum, dan sistem sanitasi.

Hasil audit menunjukkan hampir seluruh bangunan masih menghadapi persoalan akses air minum yang layak.

Di sisi lain, belum ada satu pun bangunan yang memenuhi standar pengelolaan air limbah domestik.

Pemerintah juga menemukan fasilitas MCK di banyak pesantren belum memadai, baik dari sisi jumlah maupun kondisi fisiknya. Sistem sanitasi, termasuk tangki septik, juga masih banyak yang belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Berdasarkan hasil audit tersebut, pemerintah mengidentifikasi tiga persoalan utama, yakni rendahnya kualitas sanitasi, terbatasnya jumlah MCK dibandingkan jumlah santri, serta lemahnya pemeliharaan sarana sanitasi.

Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu kesehatan santri sekaligus menghambat terciptanya lingkungan belajar yang sehat.

Menko PM Cak Imin mengatakan pembangunan sanitasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.

baca juga

"Santri tidak cukup hanya memperoleh pendidikan yang baik, tetapi juga harus hidup di lingkungan yang sehat, bersih, dan bermartabat. Sanitasi yang layak adalah fondasi bagi lahirnya generasi yang sehat, produktif, dan siap berkontribusi bagi bangsa," ujar Cak Imin saat mengunjungi Pesantren Miftahul Huda di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, persoalan sanitasi tidak semata berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia yang dibentuk di pesantren.

"Ketika santri sehat, proses belajar berjalan baik, produktivitas meningkat, dan pesantren akan semakin optimal menjalankan perannya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat," katanya.

Pesantren Miftahul Huda Al Musri menjadi salah satu dari 11 pesantren prioritas dalam Program Revitalisasi Pesantren. Penetapan tersebut merupakan hasil penyaringan bertahap dari audit terhadap 100 pesantren hingga akhirnya ditetapkan 11 lokasi prioritas.

Melalui program pembangunan 10.000 MCK, pemerintah berharap kualitas sanitasi di pesantren meningkat, termasuk penerapan sistem pengelolaan air limbah sesuai standar serta penguatan kapasitas pengelola pesantren dalam merawat fasilitas sanitasi secara berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi

Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:56 WIB

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 21:31 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×