Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Achmad Fauzi

Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
Ilustrasi Coffee Shop (Pexels/Afta Putta Gunawan)
baca 10 detik
  • Muhammad David mendirikan Sekata Kopi dengan menerapkan konsep rumah kedua untuk menghadapi ketatnya persaingan bisnis kedai kopi.
  • Strategi bisnis ini lahir melalui riset mendalam di Jakarta dan Medan guna menciptakan pengalaman emosional bagi pelanggan.
  • Penerapan konsep tersebut berhasil membangun basis pelanggan loyal serta menciptakan ruang komunitas yang nyaman bagi berbagai kalangan.

Suara.com - Persaingan bisnis kedai kopi kini sangat tinggi dan berisiko. Karena, setiap gang di suatu daerah kini memiliki kedai kopi, sehingga perlu strategi untuk bertahan di bisnis ini.

Para pelaku usaha kedai kopi bisa menggunakan strategi konsep 'Rumah Kedua' dalam jalankan bisnis. Hal ini yang dilakukan oleh Sekata Kopi yang didirkan oleh Muhammad David.

David menjelaskan, ide tersebut lahir dari hasil riset panjang yang dilakukannya sebelum membuka usaha. Saat pandemi Covid-19 melanda dan bisnis event organizer (EO) yang digelutinya terpukul, ia mulai mencari peluang usaha baru yang lebih menjanjikan.

Sebelum memutuskan terjun ke industri kopi, David melakukan riset ke 15 coffee shop di Jakarta dan lima coffee shop di Medan. Tujuannya sederhana, membangun bisnis yang efisien namun memiliki konsep yang kuat.

"Saya duduk di seafood pinggir jalan melihat karyawannya 6 orang. Tapi omzetnya sama dengan kita yang modalnya miliaran rupiah ini. Dari situ saya melihat, membangun bisnis F&B itu tidak perlu uang yang gede-gede, sih. Tapi yang paling penting adalah riset dan konsep yang pas," ujar David seperti dikutip, Minggu (21/6/2026).

Ilustrasi gambar kedai kopi (Pexels)
Ilustrasi kedai kopi (Pexels)

Berbekal riset tersebut, ia kemudian membangun Sekata Kopi dengan modal di bawah Rp150 juta. Alih-alih bersaing lewat harga atau menu yang rumit, David fokus menciptakan pengalaman emosional bagi pelanggan.

Menurutnya, coffee shop saat ini tidak lagi sekadar tempat membeli kopi, tetapi juga ruang untuk bekerja, bertemu teman, hingga mencari kenyamanan.

"Bagaimana caranya kita buat yang feel like home. Mulai dari barista yang menyambut konsumen layaknya kawan. Jadi ketika jalan ke sini kayak, oke, saya balik ke rumah. Kalau saya enggak di rumah, ya saya punya rumah kedua yaitu Sekata Kopi. Kita tidak hanya menjual kopi, tapi seperti hashtag kita sebagai rumah kedua," tutur David.

Strategi tersebut dianggap terbukti efektif. Di tengah maraknya kedai kopi, Sekata Kopi berhasil membangun basis pelanggan loyal yang datang bukan hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga untuk berinteraksi dan membangun komunitas.

baca juga

David bahkan mengaku tidak lagi melihat coffee shop lain sebagai pesaing langsung. Baginya, setiap pelaku usaha F&B memiliki pasar dan keunikan masing-masing.

Konsep 'Rumah Kedua' juga membuat Sekata Kopi berkembang menjadi ruang berkumpul berbagai komunitas. Mulai dari komunitas olahraga hingga kelompok-kelompok kreatif rutin menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi kegiatan mereka.

Selain mengandalkan suasana yang nyaman, Sekata Kopi juga berupaya menangkap perubahan perilaku konsumen melalui berbagai inovasi. Salah satunya dengan menyediakan area khusus bagi pengguna produk tembakau alternatif seperti vape dan produk tembakau yang dipanaskan.

Menurut David, langkah tersebut diambil setelah melihat semakin banyak pelanggan yang beralih menggunakan produk tembakau alternatif dibanding rokok konvensional.

"Produk tembakau alternatif tidak seperti rokok, enggak membuat bau dan menimbulkan asap. Jadi, pas buat coffee shop-nya kita sehingga pengunjung lain tidak akan terganggu," ujar David.

"Yang paling penting adalah ketika punya ide, yang paling penting adalah buat business plan. Bisnis apa pun, sekecil apa pun, business plan itu harus dibuat. Dan enggak ada yang enggak mungkin," pungkas David.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selangor Bawa 150 Delegasi ke Bandung Untuk Forum Bisnis ASEAN

Selangor Bawa 150 Delegasi ke Bandung Untuk Forum Bisnis ASEAN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:05 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB