- Penasihat Presiden Said Iqbal mengungkap potensi PHK bagi puluhan ribu pekerja di empat perusahaan akibat pelemahan ekonomi global.
- PT Pakerin, PT Feng Tay, serta dua perusahaan otomotif di Jawa Timur menghadapi ancaman pemutusan hubungan kerja massal.
- Pemerintah berhasil memediasi PT Amos Indah Indonesia agar perusahaan segera menyelesaikan kewajiban pesangon bagi ratusan pekerjanya.
Said Iqbal menyebut ada indikasi sebagian produksi akan dipindahkan ke Vietnam yang saat ini agresif mengembangkan industri kendaraan listrik.
"Nah karena ini mobil, jadi mereka akan berfokus di mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," ucapnya.
PT Amos Indah Indonesia
Said Iqbal menyebut pemerintah juga berhasil membantu penyelesaian kasus ketenagakerjaan di PT Amos, perusahaan garmen asal Korea Selatan yang beroperasi di Cilincing, Jakarta Utara.
Perusahaan tersebut sebelumnya tidak memberikan kejelasan status terhadap 133 pekerjanya selama empat bulan. Setelah dilakukan intervensi pemerintah, layanan BPJS Kesehatan para pekerja kembali aktif dan perusahaan mulai menunjukkan itikad menyelesaikan kewajiban terhadap pekerja.
"Akhirnya ketemu dengan pemilik perusahaan, dan ada mulai titik terakhir. Ya, perusahaan bersedia membayar pesangon," pungkas Said Iqbal.