Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Gas Industri Penting, tetapi Bukan Faktor Tunggal di Balik Daya Saing dan PHK

Fabiola Febrinastri

Kamis, 25 Juni 2026 | 12:55 WIB
Gas Industri Penting, tetapi Bukan Faktor Tunggal di Balik Daya Saing dan PHK
Pemerintah diminta mempercepat perluasan dan pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) perlu segera diwujudkan. (Foto Ist).

Suara.com - Dalam beberapa hari terakhir, isu harga gas industri kembali menjadi sorotan publik dan kerap dikaitkan langsung dengan pelemahan daya saing industri serta potensi pemutusan hubungan kerja. Kekhawatiran industri tentu perlu didengar, terutama bagi sektor-sektor yang intensif menggunakan energi. Namun diskusi publik juga perlu dijaga agar tidak menyederhanakan seluruh persoalan industri hanya menjadi persoalan harga gas.

Sejumlah pandangan independen justru menunjukkan bahwa tekanan terhadap industri saat ini bersifat multifaktor. Dari sisi ketenagakerjaan, pemerhati kesejahteraan buruh, Said Iqbal menyampaikan bahwa potensi PHK tidak hanya dipengaruhi oleh kenaikan harga energi, termasuk gas dan BBM industri, tetapi juga oleh melemahnya daya beli masyarakat, turunnya permintaan barang, penurunan produksi, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta kenaikan biaya bahan baku impor. Dengan kata lain, risiko PHK tidak dapat dibaca hanya dari satu variabel biaya energi.

Said Iqbal juga meluruskan bahwa angka 55 ribu pekerja yang beredar bukan merupakan angka PHK aktual. Sebagian merupakan potensi pekerja terdampak yang masih perlu diverifikasi, termasuk dari perusahaan yang sudah tutup dan belum jelas apakah akan kembali beroperasi. Pernyataan ini penting agar ruang publik tidak dibangun dengan narasi kepanikan, melainkan dengan data yang terukur dan mitigasi yang tepat.

Dari sisi daya saing industri, kajian ReforMiner Institute juga memberikan konteks yang lebih luas. Daya saing industri nasional tidak ditentukan oleh harga gas semata, tetapi oleh banyak faktor, antara lain strategi industri, permintaan pasar, ketersediaan bahan baku, produktivitas, efisiensi, nilai tukar, teknologi, logistik, dan akses pasar. Harga gas adalah salah satu komponen dalam cost competitiveness, tetapi bukan satu-satunya penentu daya saing.

Secara struktur biaya, komponen energi juga bukan faktor terbesar dalam banyak sektor industri. Data BPS yang dikutip ReforMiner menunjukkan bahwa porsi bahan bakar, termasuk gas, pelumas, dan listrik dalam biaya input sektor industri berada di sekitar 6,35%.

Sementara itu, komponen bahan baku dan penolong dapat mencapai 64,60% hingga 96,76%, tergantung jenis industrinya. Artinya, jika persoalan bahan baku, permintaan pasar, kurs, produktivitas, teknologi, dan strategi industri tidak ikut dibenahi, maka tekanan terhadap daya saing akan tetap muncul meskipun beban energi telah dimitigasi.

Hal ini tidak berarti harga gas tidak penting. Harga gas tetap menjadi komponen strategis yang perlu dikelola, khususnya bagi industri yang sangat bergantung pada pasokan gas. Namun, menjadikan gas sebagai kambing hitam tunggal atas seluruh tekanan industri justru berisiko menutup ruang bagi solusi yang lebih komprehensif dan tepat sasaran.

Dalam konteks harga LNG, ekonom energi INDEF Abra Talattov juga mengingatkan bahwa kenaikan harga LNG tidak terjadi dalam ruang kosong. Tekanan harga LNG dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global, harga energi dunia, nilai tukar, serta struktur rantai pasok LNG yang berbeda dengan gas pipa. Karena itu, isu harga LNG perlu dilihat secara objektif dari hulu sampai hilir, bukan hanya dari harga akhir yang diterima pelanggan industri.

Dengan demikian, narasi bahwa harga gas adalah penyebab utama ancaman PHK dan turunnya daya saing industri perlu diluruskan. Harga gas adalah salah satu faktor penting, tetapi bukan satu-satunya. Ancaman PHK dipengaruhi oleh kombinasi tekanan energi, daya beli, permintaan pasar, kurs, bahan baku impor, penurunan produksi, dan kondisi masing-masing perusahaan. Daya saing industri juga tidak hanya ditentukan oleh harga gas, tetapi oleh strategi industri secara menyeluruh.

baca juga

Pemerintah perlu hadir untuk menjaga keterjangkauan energi bagi industri. Namun, publik juga perlu melihat persoalan ini secara lebih objektif: solusi industri nasional tidak bisa dibangun dengan menyalahkan satu komponen biaya atau satu mata rantai pasok. Solusi yang kuat adalah solusi yang menjaga industri tetap bergerak, pekerja tetap terlindungi, pasokan energi tetap aman, dan rantai pasok gas nasional tetap berkelanjutan. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

40 Tahun Berkiprah, Waringin Megah General Contractor Perkuat Regenerasi dan Daya Saing Bisnis

40 Tahun Berkiprah, Waringin Megah General Contractor Perkuat Regenerasi dan Daya Saing Bisnis

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 10:30 WIB

Kejar Daya Saing Ekonomi Berbasis Inovasi, UNSIALLDikti Dorong Kampus Masuk Peringkat Global WURI

Kejar Daya Saing Ekonomi Berbasis Inovasi, UNSIALLDikti Dorong Kampus Masuk Peringkat Global WURI

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 07:52 WIB

Emiten PPRE Perkuat Strategi Branding untuk Dongkrak Daya Saing

Emiten PPRE Perkuat Strategi Branding untuk Dongkrak Daya Saing

Bisnis | Minggu, 07 Desember 2025 | 20:45 WIB

Perusahaan Milik Elon Musk Pecat 500 Karyawan Via Email, Pesangon Dibayar Akhir November

Perusahaan Milik Elon Musk Pecat 500 Karyawan Via Email, Pesangon Dibayar Akhir November

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 10:48 WIB

Industri Horeka RI Wajib Berubah atau Kehilangan Daya Saing

Industri Horeka RI Wajib Berubah atau Kehilangan Daya Saing

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 09:53 WIB

Bukti Daya Saing Selang dan Tali Industri Lokal Tinggi

Bukti Daya Saing Selang dan Tali Industri Lokal Tinggi

Bisnis | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 17:05 WIB

Terkini

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Jabatan Komisaris BUMN Disorot, Gaji Ade Armando 33 Kali Lipat UMR Jakarta

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 12:55 WIB

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Isu 55.000 Buruh Kena PHK, Said Iqbal: Harga Gas Diturunkan untuk Tekan Ancaman PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:57 WIB

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:53 WIB

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:22 WIB

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

×