- Indeks Harga Saham Gabungan melemah 75,34 poin atau 1,28 persen ke level 5.820 pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026.
- Aksi jual investor asing dan sikap berhati-hati pasar menekan pergerakan IHSG menjelang rilis data makroekonomi domestik bulan Juli.
- Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak mendatar di rentang 5.700 hingga 5.800 pada perdagangan hari Selasa, 30 Juni 2026.
Suara.com - Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak terbendung hingga akhir perdagangan, Senin, 29 Juni 2026. Hasrat investor asing untuk lakukan aksi jual terus menggebu-gebu pada hari ini.
IHSG ditutup melemah 75,34 poin atau 1,28 persen ke level 5.820.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut pelaku pasar masih cenderung berhati-hati menunggu rilis data inflasi Juni dan neraca perdagangan Mei yang dijadwalkan pada 1 Juli 2026.
"Tekanan jual berlanjut di tengah sikap wait-and-see investor jelang rilis data domestik," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya.
Secara teknikal, IHSG kembali bergerak di bawah rata-rata pergerakan lima hari (MA5) dan 20 hari (MA20), yang mencerminkan tren jangka pendek masih berada dalam tekanan.
![Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/08/60134-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Sementara itu, indikator MACD menunjukkan histogram positif yang terus menyempit, sedangkan Stochastic RSI bergerak turun dari area overbought. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum penguatan mulai melemah.
Dengan minimnya sentimen positif dalam jangka pendek dan tingginya kehati-hatian investor menjelang rilis data makroekonomi, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan bergerak mendatar (sideways) pada perdagangan Selasa (30/6/2026).
"IHSG diperkirakan bergerak sideways dalam rentang 5.700–5.800 pada perdagangan Selasa (30/6)," tulis Phintraco Sekuritas.
Data Perdagangan IHSG
- IHSG: 5.820
- Pembukaan: 5.932
- Tertinggi: 5.942
- Terendah: 5.800
- Nilai transaksi: Rp8,87 triliun
- Volume transaksi: 13,44 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.199.460 kali
Top Value
- BBCA: Rp5.925 (turun 4,05 persen)
- BBRI: Rp2.840 (turun 1,05 persen)
- TPIA: Rp1.710 (turun 4,74 persen)
Top Volume
- BUMI: Rp141 (tetap)
- EPAC: Rp81 (naik 10,96 persen)
- DSSA: Rp825 (naik 1,23 persen)
Top Gainers LQ45
- UNVR: naik 2,31 persen
- BBTN: naik 2,25 persen
- SMGR: naik 1,71 persen
Top Losers LQ45
- ESSA: turun 8,06 persen
- PGAS: turun 6,25 persen
- BRPT: turun 4,10 persen
Kinerja Sektoral
- Menguat: IDX Property naik 0,71 persen
- Melemah: IDX Infrastructures turun 1,58 persen, IDX Basic Materials turun 1,42 persen, dan IDX Finance turun 1,14 persen.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.