Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:13 WIB
Waspada, Penipuan Digital Kini Terhubung dengan Pencucian Uang
Ilustrasi pencucuian uang. [Suara.com/AI]
baca 10 detik
  • OJK, UNODC, dan Satgas PASTI memperkuat kerja sama regional untuk memberantas kejahatan penipuan daring yang bersifat lintas negara.
  • Kejahatan digital kini semakin kompleks karena terhubung dengan tindak pidana pencucian uang melalui berbagai platform keuangan global.
  • Kolaborasi lintas sektor bertujuan meningkatkan pertukaran intelijen keuangan serta harmonisasi regulasi demi mempercepat pemulihan aset bagi para korban.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), dan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), memperkuat kerja sama regional untuk memberantas online scams atau penipuan daring.

Pasalnya, penipuan ini semakin kompleks, terorganisasi, dan bersifat lintas negara. Untuk itu, OJK memperkuat kolaborasi internasional untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan online scams, memperkuat sistem anti pencucian uang, dan meningkatkan keamanan ekosistem keuangan digital.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan percepatan digitalisasi layanan keuangan telah membuka peluang besar bagi peningkatan inklusi keuangan, efisiensi transaksi, dan pertumbuhan ekonomi.

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa meningkatnya risiko kejahatan keuangan digital.

"Online scams tidak lagi dapat dipandang sebagai kejahatan yang berdiri sendiri. Penipuan digital kini semakin terhubung dengan aktivitas keuangan ilegal dan tindak pidana pencucian uang, sehingga pencegahannya membutuhkan respons yang cepat, terintegrasi, dan berbasis intelijen keuangan," terang Dicky dalam siaran pers yang diterima, Selasa (30/6/2026).

Menurut Dicky, karakteristik transaksi digital yang cepat, mudah, dan terbuka membuat ekosistem keuangan semakin rentan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Berbagai modus seperti investasi palsu, impersonation, phishing, social engineering, account takeover, job scams, penipuan perdagangan elektronik, hingga penyalahgunaan rekening penampung (money mule) dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai platform digital.

Ia menambahkan, perpindahan dana hasil kejahatan kini berlangsung dalam hitungan menit melalui rekening bank, dompet digital, aset virtual, hingga transaksi lintas negara.

Kondisi tersebut membuat proses penelusuran aset dan pemulihan dana korban menjadi semakin sulit apabila deteksi transaksi mencurigakan terlambat dilakukan.

baca juga

"Dalam ekosistem keuangan digital, dana hasil kejahatan dapat berpindah dalam hitungan menit melalui berbagai platform, rekening penampung, aset virtual, dan transaksi lintas negara," kata Dicky.

Karena itu, menurutnya, setiap keterlambatan dalam mendeteksi transaksi mencurigakan akan semakin menyulitkan penelusuran aset, pemulihan dana korban, dan pembongkaran jaringan criminal.

Dalam forum tersebut, OJK juga menegaskan bahwa praktik penipuan digital, fraud, dan tindak pidana pencucian uang kini memiliki keterkaitan yang semakin erat.

Dana hasil penipuan dapat dengan mudah dipindahkan melalui berbagai instrumen keuangan, termasuk perusahaan cangkang, platform pembayaran, blockchain, aset kripto, hingga transaksi lintas yurisdiksi.

Karena itu, OJK menilai penguatan kerangka Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU/PPT) harus berjalan seiring dengan upaya pencegahan online scams.

Setiap penipuan digital berpotensi menjadi tindak pidana asal pencucian uang sehingga membutuhkan sistem deteksi yang lebih cepat dan kolaboratif.

Sementara itu, perwakilan UNODC, Zoelda Anderton, menegaskan bahwa penanganan online scams memerlukan kolaborasi yang lebih kuat antarnegara dan lintas sektor.

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia Dicky Kartikoyono mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026). [Antara]
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono. [Antara]

"Tidak ada satu yurisdiksi atau satu sektor pun yang dapat menangani online scams sendirian. Namun, dengan berbagi pengalaman, memperkuat jejaring profesional, dan membangun kerja sama lintas batas yang praktis, kita dapat secara kolektif mempersempit ruang gerak jaringan kriminal yang menargetkan Asia Tenggara," beber Zoelda.

Melalui forum regional tersebut, OJK bersama UNODC, Satgas PASTI, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), dan berbagai mitra internasional memperkuat keselarasan strategi dalam meningkatkan financial intelligence, harmonisasi kerangka APU/PPT, pertukaran informasi, kerja sama penegakan hukum lintas batas, hingga pemulihan aset hasil kejahatan.

OJK juga menekankan bahwa pemberantasan kejahatan keuangan digital harus dilakukan melalui pendekatan whole-of-government dan whole-of-ecosystem.

Kejahatan dapat bermula dari media sosial, aplikasi pesan instan, platform digital, maupun jaringan telekomunikasi sebelum masuk ke sistem perbankan, pembayaran digital, penyedia aset virtual, hingga jaringan keuangan internasional.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, regulator, aparat penegak hukum, pelaku industri jasa keuangan, dan sektor swasta menjadi faktor utama dalam mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

Ke depan, hasil pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi penguatan kerja sama regional dalam mendeteksi, mencegah, dan memberantas online scams lintas negara.

"OJK menilai penguatan pertukaran intelijen keuangan, kerja sama penegakan hukum, serta harmonisasi regulasi akan menjadi kunci untuk meningkatkan perlindungan masyarakat, mempercepat pemulihan aset hasil kejahatan, dan menjaga stabilitas sistem keuangan di kawasan Asia Tenggara," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol

Operasional 2 Perusahan Ini Disetop Diduga Tawarkan Jasa Penipuan Pinjol

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:40 WIB

OJK Minta Investor Lakukan Ini Jelang Pengumuman Baru MSCI

OJK Minta Investor Lakukan Ini Jelang Pengumuman Baru MSCI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:19 WIB

Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!

Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:07 WIB

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:22 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen

Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:43 WIB

Terkini

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S

Jatim | Rabu, 30 September 2026 | 10:11 WIB

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

Siapa Jenderal yang Dibunuh dalam Peristiwa G30S?

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:10 WIB

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Cabai Merah Keriting dan Rawit Merah Kompak Naik, Harganya Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:06 WIB

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Bujet Rp5 Juta? Ini 5 Motor Bekas Paling Worth It untuk Harian

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal

Banten | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Masih Dianggap Tabu, Padahal Marital Rape Diatur dalam Hukum Indonesia

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:05 WIB

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

7 Cara Ampuh Menghilangkan Bau di Toilet agar Tetap Bersih dan Wangi

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:59 WIB

×