- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.952 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 1 Juli 2026.
- Pelemahan terjadi karena data ekonomi Amerika Serikat yang kuat serta penurunan kinerja ekspor di pasar domestik.
- Seluruh mata uang di kawasan Asia turut mencatatkan pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS pada hari tersebut.
Suara.com - Nilai tukar rupiah semakin loyo terhadap dolar AS hingga akhir perdagangan, Rabu, 1 Juli 2026. Mata uang Garuda mulai mendekati level Rp18.000.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Rabu 1 Juli 2026 ditutup ke level Rp17.952 per dolar AS, melemah 45 poin atau 0,25 persen dari hari sebelumnya
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini disebabkan data-data ekonomi AS yang mendukung penguatan dolar AS.
"Rupiah dan mata uang regional Asia maupun utama umumnya melemah terhadap dolar AS menyusul data pekerjaan AS yang kuat memicu ekspektasi pidato hawkish kepala the Fed malam ini," ujar Lukman.
![Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/56617-nilai-tukar-rupiah-ilustrasi-dolar-ilustrasi-dollar-ilustrasi-rupiah.jpg)
Dia mengatakan dari domestik, data perdagangan yg mengecewakan menunjukkan penurunan pada ekspor dan defisit pertama kali sejak April 2020 ikut menekan rupiah.
"Apabila dalam pidato kepala the Fed malam ini bernada hawkish, besar peluang dolar AS akan kembali menguat dan menekan rupiah," jelasnya.
Sementara itu, mata uang Asia lainnya juga melemah. Hal itu terlihat dari baht Thailand mencatat pelemahan terdalam yakni 0,48 persen.
Lalu disusul peso Filipina yang melemah 0,47 persen, won Korea melemah 0,41 persen, rupee India melemah 0,29 persen.
Diikuti ringgit Malaysia melemah 0,24 persen, dolar Singapura melemah 0,18 persen. Disusul dolar Taiwan melemah 0,12 persen, yuan China melemah 0,10 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.