- BSI menyelesaikan transformasi sistem teknologi informasi untuk memperkuat layanan digital dan efisiensi operasional hingga 80 persen pada Mei 2026.
- Proses transformasi yang disupervisi Danantara ini mendukung visi BSI menjadi bank syariah global dengan target 40 juta nasabah.
- Keberhasilan migrasi sistem mendorong pertumbuhan kinerja dengan laba bersih mencapai Rp3,39 triliun hingga Mei 2026 secara tahunan.
"Ruang untuk menumbuhkan nasabah, inovasi untuk fitur baru di BYOND sangat luas karena kapasitas terpakai masih di bawah 10 persen. Nasabah akan merasakan manfaat dari kekuatan dan kecepatan IT BSI yang baru," ujar Anggoro.
![Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo (kiri) di Jakarta, Rabu (1/7/2026). [Suara.com/Rina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/02/77748-direktur-utama-bsi-anggoro-eko-cahyo-kiri.jpg)
Untuk memperkuat ekosistem digital, BSI terus mengembangkan layanan BYOND by BSI bagi nasabah ritel serta BEWIZE by BSI untuk segmen institusi dan wholesale.
Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun. Sementara itu, BEWIZE terus mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan volume transaksi sebagai penggerak bisnis wholesale.
Anggoro optimistis, transformasi teknologi yang telah diselesaikan akan menjadi modal penting bagi BSI dalam memperkuat posisi sebagai bank syariah modern di tingkat nasional maupun global.
"Dengan dukungan ekosistem yang semakin kuat bersama Danantara, transformasi teknologi yang telah selesai, serta model bisnis yang terus berkembang, BSI optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional sekaligus menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif," kata Anggoro.
Kinerja keuangan BSI turut mencerminkan hasil positif dari transformasi bisnis tersebut. Hingga Mei 2026, BSI membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year on year).
Total aset perseroan mencapai Rp444 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp372 triliun, serta pembiayaan mencapai Rp335 triliun dengan kualitas aset yang tetap terjaga.
Capaian tersebut memperkuat optimisme bahwa transformasi teknologi BSI akan menjadi fondasi utama dalam mempercepat pertumbuhan bisnis, memperluas layanan digital, dan mendukung pengembangan ekonomi syariah nasional.