Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 02 Juli 2026 | 11:01 WIB
Harga LNG Murah Ternyata Hanya Berlaku di Jawa Barat, Said Iqbal Cari Bahlil
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Harga LNG USD 13/MMBTU ternyata hanya berlaku di Jawa Barat bagian.
  • Said Iqbal akan minta penjelasan Bahlil soal cakupan kebijakan LNG.
  • LNG murah diprioritaskan untuk industri padat karya berorientasi ekspor.

Suara.com - Rencana pemerintah menurunkan harga gas alam cair (LNG) untuk sektor industri guna menekan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) ternyata menyisakan persoalan. Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, akan meminta penjelasan langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait cakupan kebijakan tersebut.

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan penurunan harga LNG untuk industri dari kisaran USD 20-23 per MMBTU menjadi USD 13 per MMBTU. Kebijakan ini digadang-gadang menjadi salah satu langkah untuk menjaga daya saing industri sekaligus mencegah gelombang PHK di sektor padat karya.

Namun, belakangan diketahui bahwa tarif LNG sebesar USD 13 per MMBTU tidak berlaku secara nasional. Harga khusus tersebut hanya diterapkan bagi industri tertentu di wilayah Jawa bagian barat yang terdampak penurunan pasokan gas pipa.

Menanggapi hal itu, Said Iqbal mengaku akan mengklarifikasi langsung kepada Menteri ESDM. Menurutnya, Satgas PHK sebelumnya memberikan pemahaman bahwa kebijakan tersebut akan berlaku untuk seluruh Indonesia.

"Kalau Satgas PHK menjelaskan seluruh Indonesia. Kalau nanti ada perbedaan tafsir ya nanti dalam pertemuan dengan Pak Bahlil, saya akan menanyakan itu," ujar Said Iqbal di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan penurunan harga LNG lahir setelah berbagai pelaku industri, terutama sektor kaca, keramik, tekstil, dan produk turunannya, mengeluhkan tingginya biaya energi yang membebani operasional perusahaan.

Aspirasi tersebut kemudian dibahas dalam Satuan Tugas (Satgas) PHK yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Menurut Said, semula kalangan industri mengusulkan agar harga LNG diturunkan menjadi USD 15 per MMBTU dari sebelumnya sekitar USD 23 per MMBTU. Namun, Presiden Prabowo Subianto kemudian memutuskan agar harga tersebut kembali dipangkas hingga menjadi USD 13 per MMBTU.

"Ternyata Presiden menurunkan lagi, menjadi 13 USD per MMBTU," katanya.

baca juga

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan kebijakan harga LNG sebesar USD 13 per MMBTU memang tidak diperuntukkan bagi seluruh industri maupun seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, kebijakan tersebut hanya menyasar industri non-HGBT yang mengalami gangguan pasokan gas pipa, khususnya di wilayah Jawa bagian barat.

"Jadi kebijakan penetapan harga LNG sebesar USD 13 per MMBTU ini enggak berlaku untuk seluruh industri. Hanya untuk secara spesifik untuk industri non-HGBT yang terdampak oleh penurunan pasokan gas pipa khususnya di wilayah Jawa bagian Barat," ujar Anggia.

Ia menambahkan, penerima fasilitas LNG murah diprioritaskan bagi industri padat karya, berorientasi ekspor, dan memiliki ketergantungan tinggi terhadap gas sebagai sumber energi utama.

Pemerintah berharap skema tersebut mampu menjaga keberlangsungan operasional industri di tengah keterbatasan pasokan gas pipa, sekaligus mempertahankan daya saing sektor manufaktur tanpa mengabaikan kebutuhan energi nasional maupun potensi pendapatan dari pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

BI Rate Naik, Kemenperin Sebut Kepercayaan Industri Melambat

BI Rate Naik, Kemenperin Sebut Kepercayaan Industri Melambat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:21 WIB

Terkini

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:06 WIB

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:39 WIB

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:25 WIB

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:49 WIB

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:40 WIB

×