Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Achmad Fauzi

Kamis, 02 Juli 2026 | 16:12 WIB
Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?
Saham BBNI dinilai analis sudah murah. (Dok: BNI)
baca 10 detik
  • KB Valbury Sekuritas menyatakan saham BBNI kini dinilai terlalu murah dibandingkan fundamentalnya meski telah terkoreksi signifikan sepanjang tahun.
  • BBNI mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan laba bersih dan penyaluran kredit yang melampaui target selama periode awal 2026.
  • KB Valbury menetapkan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.720 per saham karena valuasi saat ini dianggap sangat menarik.

Suara.com - Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dinilai sudah terlalu murah, bahkan di bawah nilai wajarnya.

Pada hari ini saja saham BBNI diperdagangankan di harga Rp3.170 per saham naik 70 poin atau 2,26 persen.

Namun, berdasarkan riset KB Valbury Sekuritas, saham emiten perbankan pelat merah itu telah turun sekitar 24 persen secara year to date (YTD) dan terkoreksi 34,9 persen dari level tertingginya pada 2026.

Pelemahan tersebut dinilai lebih dipengaruhi oleh sentimen investor asing dan berbagai faktor domestik dibandingkan memburuknya fundamental perseroan.

BNI terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait maraknya kejahatan siber, khususnya vishing, phishing, dan social engineering yang menyasar pengguna layanan digital seperti BNIdirect. (Dok: BNI)
Ilustrasi layanan perbankan BNI. (Dok: BNI)

KB Valbury menilai aksi jual yang terjadi membuat valuasi saham BBNI menjadi sangat menarik.

Saat ini, saham BBNI diperdagangkan pada price to book value (P/B) sekitar 0,7 kali, berada di bawah level -2 standar deviasi, sehingga membuka peluang masuk yang menarik bagi investor.

KBVS Research Akhmad Nurcahyadi mengatakan pelemahan harga saham BBNI tidak sejalan dengan kondisi fundamental perusahaan yang masih solid.

"Menurut kami, penurunan harga saham BBNI sudah terlalu dalam dan tidak lagi mencerminkan fundamental perseroan. Dengan kondisi valuasi saat ini, saham BBNI menawarkan peluang investasi yang menarik bagi investor jangka panjang," ujar Akhmad dalam risetnya seperti dikutip, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, sepanjang lima bulan pertama 2026, BBNI membukukan laba bersih bank induk sebesar Rp9,05 triliun, tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut dinilai sejalan dengan proyeksi KB Valbury maupun konsensus pasar.

baca juga

Pertumbuhan bisnis juga tercermin dari penyaluran kredit yang melonjak 24,5 persen secara tahunan menjadi Rp940,88 triliun, jauh melampaui target pertumbuhan kredit perseroan tahun ini yang berada di kisaran 8-10 persen.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 33,2 persen secara tahunan dengan pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai 26,8 persen. Rasio CASA tetap terjaga di level 68,3 persen, mencerminkan struktur pendanaan yang masih kuat.

Selain itu, kualitas aset juga dinilai tetap terjaga. Biaya kredit (cost of credit/CoC) tercatat 0,9 persen, lebih baik dibandingkan target manajemen yang berada pada kisaran 1,0-1,2 persen.

"Fundamental BBNI masih sangat kuat. Pertumbuhan kredit melampaui target, kualitas aset tetap terjaga, dan biaya kredit berada di bawah panduan manajemen. Kondisi ini memberikan keyakinan bahwa kinerja perseroan masih memiliki ruang untuk bertumbuh," kata Akhmad.

Meski demikian, KB Valbury mengingatkan masih terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati investor, di antaranya perlambatan pertumbuhan kredit, kenaikan biaya dana, tekanan terhadap margin bunga bersih (net interest margin/NIM), serta pelemahan nilai tukar rupiah.

Dengan mempertimbangkan valuasi yang menarik dan fundamental yang tetap kuat, KB Valbury mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham BBNI dengan target harga Rp4.720 per saham.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:32 WIB

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:25 WIB

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

Terkini

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:01 WIB

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:51 WIB

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:50 WIB

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:32 WIB

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:44 WIB

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:21 WIB

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:13 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

×