Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:43 WIB
Delapan BPR Bangkrut di Semester I 2026, Alarm bagi Bank Kecil atau Pertanda Krisis Ekonomi?
Ilustrasi bank. [Unsplash]
baca 10 detik
  • Otoritas Jasa Keuangan mencatat delapan Bank Perkreditan Rakyat telah ditutup sepanjang semester pertama tahun 2026.
  • Penutupan bank tersebut bukanlah krisis sistemik melainkan proses seleksi alam bagi BPR yang memiliki kelemahan tata kelola.
  • Simpanan nasabah tetap terlindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan hingga maksimal dua miliar rupiah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Suara.com - Delapan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) bangkrut sepanjang semester pertama 2026. Hal ini memunculkan kekhawatiran pada masyarakat. 

Dalam data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat delapan BPR yang sudah ditutup diantaranya, PT BPR Bank Cirebon yang pertama bangkrut di awal Januari 2026.

Kedua ada PT BPR Suliki Gunung Emas, ketiga PT BPR Kamadana. Keempat, disusul PT BPR Prima Master Bank menjadi bank keempat yang ditutup. 

Kelima PT BPR Koperindo Jaya, keenam diisi PT BPR Pembangunan Nagari dan ketujuh ada PT BPR Sungai Rumbai. Lalu terakhir ada PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Ceper Permata Artha yang ditutup pada akhir bulan Juni 2026.

Namun, apakah kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia sedang menghadapi krisis ekonomi atau bahkan krisis perbankan? 

Dalam hal ini, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, mengatakan penutupan delapan BPR tidak dapat langsung dimaknai sebagai krisis perbankan nasional.

"Penutupan delapan BPR sepanjang 2026 tidak otomatis berarti ekonomi Indonesia masuk krisis perbankan. Ini lebih tepat dibaca sebagai gejala konsolidasi dan pembersihan pada segmen BPR yang paling rapuh seperti modal tipis, tata kelola lemah, kualitas kredit memburuk, dan basis pendanaan terbatas," ujar Rizal saat dihubungi Suara.com.

Bukan Krisis Perbankan, Melainkan Seleksi Alam Industri

Menurutnya, BPR merupakan kelompok bank yang paling cepat merasakan tekanan ketika kondisi ekonomi melemah. 

baca juga

Perlambatan daya beli masyarakat, melambatnya penyaluran kredit UMKM, meningkatnya kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), hingga kenaikan biaya dana menjadi tantangan yang lebih berat dibandingkan bank umum.

"Secara industri, perbankan nasional masih tumbuh, di mana OJK mencatat kredit April 2026 tumbuh sembilan koma sembilan delapan persen secara tahunan dan stabilitas sektor jasa keuangan masih terjaga," katanya.

Rizal menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati Rp18.000 per dolar Amerika Serikat juga memberikan tekanan tidak langsung terhadap BPR melalui kenaikan inflasi, meningkatnya biaya operasional pelaku usaha, serta menurunnya kemampuan debitur membayar pinjaman.

"Hal ini bukan krisis sistemik, tetapi krisis daya tahan di bank kecil tertentu. BPR kalah skala dari bank besar dalam digitalisasi, efisiensi biaya, diversifikasi dana, manajemen risiko, dan kemampuan menyerap kerugian. Karena itu, agenda konsolidasi, penguatan modal, perbaikan governance, dan pengawasan berbasis risiko menjadi kunci," bebernya.

Dalam kesempatan yang sama,  Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan menilai penutupan sejumlah BPR lebih mencerminkan proses disiplin pasar (market discipline) terhadap bank-bank yang memiliki persoalan fundamental.

"Penutupan delapan BPR sepanjang 2026 tidak dapat langsung diartikan sebagai pertanda ekonomi Indonesia sedang krisis ataupun krisis perbankan, melainkan lebih mencerminkan proses seleksi terhadap BPR yang memiliki persoalan mendasar pada tata kelola, permodalan, kualitas aset, dan manajemen risiko," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Bos BEI 2026-2030, Ini Susunan Lengkap Direksinya

Sah! OJK Restui Jeffrey Hendrik Jadi Bos BEI 2026-2030, Ini Susunan Lengkap Direksinya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:31 WIB

OJK Minta Investor Lakukan Ini Jelang Pengumuman Baru MSCI

OJK Minta Investor Lakukan Ini Jelang Pengumuman Baru MSCI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:19 WIB

Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!

Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 11:07 WIB

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:22 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK

Mangkir Lagi, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Fitri Assiddikki di Kasus CSR BI-OJK

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:59 WIB

Terkini

CASH Siap Rights Issue Hampir Rp237,2 Miliar, Perkuat Modal Bisnis

CASH Siap Rights Issue Hampir Rp237,2 Miliar, Perkuat Modal Bisnis

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:34 WIB

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:39 WIB

Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram

Jangan Borong, Harga Emas Antam Terus Meroket Jadi Rp2.651.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:31 WIB

IHSG Mulai Betah di Zona Hijau, Pagi Bergerak di Level 5.800-an

IHSG Mulai Betah di Zona Hijau, Pagi Bergerak di Level 5.800-an

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:18 WIB

Dari Ratusan Perusahaan, Mengapa Danantara Hanya Buka Kinerja 11 BUMN?

Dari Ratusan Perusahaan, Mengapa Danantara Hanya Buka Kinerja 11 BUMN?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:48 WIB

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Bisa Diborong!

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Antam, UBS, dan Galeri 24 Bisa Diborong!

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:35 WIB

Bukan Sekadar Dipangkas, Ini Alasan 240 BUMN Dikonsolidasikan

Bukan Sekadar Dipangkas, Ini Alasan 240 BUMN Dikonsolidasikan

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:31 WIB

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:28 WIB

CIMB Niaga Bidik Nasabah Keluarga untuk Perluas Layanan Keuangan Digital

CIMB Niaga Bidik Nasabah Keluarga untuk Perluas Layanan Keuangan Digital

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:21 WIB

×