Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Blackout, Apakah Terjadi Karena Korupsi Batu Bara?

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 13 Juli 2026 | 07:25 WIB
Blackout, Apakah Terjadi Karena Korupsi Batu Bara?
Foto ilustrasi suasana kota yang gelap gulita akibat pemadaman listrik. (Foto: Pexels/Matheus Natan)
baca 10 detik
  • Blackout dinilai tak bisa langsung dikaitkan dugaan korupsi batu bara.
  • Pengamat desak transparansi penuh pasokan batu bara ke PLN.
  • Tata kelola batu bara perlu dibenahi demi ketahanan listrik nasional.

Suara.com - Dugaan korupsi dalam pengadaan batu bara diminta tidak serta-merta dijadikan penyebab utama terjadinya blackout atau pemadaman listrik. Pengamat energi menilai persoalan pasokan listrik jauh lebih kompleks dan harus dikaji secara menyeluruh, sembari menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Watch, Ferdy Hasiman, mengatakan publik sebaiknya tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta hukum terungkap melalui penyidikan dan persidangan.

"Ikuti dulu proses hukumnya. Dugaan itu harus dibuktikan," kata Ferdy saat dihubungi, Jumat (10/7).

Menurut Ferdy, blackout tidak bisa langsung dikaitkan dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara. Ia menilai terdapat berbagai faktor lain yang turut memengaruhi keandalan pasokan listrik nasional.

"Kasus blackout itu bukan hanya karena dugaan korupsi. Variabelnya banyak. Masih banyak faktor lain yang perlu diperhatikan," ujarnya.

Ia menilai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah tata kelola pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero). Selama ini, mekanisme pemenuhan batu bara domestik dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kecenderungan sebagian produsen mengutamakan ekspor ketika harga batu bara global sedang tinggi.

Kondisi tersebut, menurut Ferdy, berpotensi mengganggu kelancaran pasokan batu bara ke pembangkit listrik apabila pengawasan dan tata kelolanya tidak diperkuat.

Selain itu, Ferdy mendorong adanya transparansi penuh dalam mekanisme penjualan batu bara kepada PLN. Ia menilai data mengenai pemasok, volume pasokan, hingga distribusi batu bara perlu dipublikasikan agar publik dapat mengetahui akar persoalan yang sebenarnya.

"Semuanya harus dibuka. Harus transparan supaya kita tahu di mana persoalannya," katanya.

baca juga

Ia juga meminta PLN bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara memperbaiki sistem tata kelola pasokan batu bara. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan sekaligus memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.

Di sisi lain, Ferdy mengingatkan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah dalam penanganan dugaan korupsi. Menurutnya, setiap tuduhan harus melalui proses verifikasi dan pembuktian hukum sebelum dikaitkan dengan penyebab blackout.

"Harus ada proses dan verifikasi. Jangan buru-buru menyimpulkan sebelum seluruh fakta hukumnya terungkap," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri

Profil Tan Kian, Bos Pacific Place yang Terseret Kasus Korupsi PLN hingga Asabri

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:39 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

Listrik Gratis dari Air: Rahasia Desa di Kulon Progo yang Tetap Menyala Saat PLN Padam

Listrik Gratis dari Air: Rahasia Desa di Kulon Progo yang Tetap Menyala Saat PLN Padam

Video | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:04 WIB

Terkini

Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas

Harga Minyak Naik 3 Persen Imbas Perang Iran-AS Kembali Memanas

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:22 WIB

IHSG Diramal Bergerak Terbatas, Saham Apa yang Paling Cuan?

IHSG Diramal Bergerak Terbatas, Saham Apa yang Paling Cuan?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:20 WIB

Pemerintah Atur Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Komoditas Sawit, Ini Mekanismenya

Pemerintah Atur Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Komoditas Sawit, Ini Mekanismenya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:10 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Ramai-ramai Jual Saham Big Caps

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Ramai-ramai Jual Saham Big Caps

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:02 WIB

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 23:31 WIB

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:07 WIB

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bersinergi dalam Prestasi, PNM Dorong Peningkatan Produktivitas Lewat Kegiatan Sportivitas

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:39 WIB

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

BRI Salurkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara, Perkuat Layanan Kesehatan Sekolah

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:24 WIB

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

19.539 Unit Kopdes Segera Dibangun, Menkop: 83.000 KDMP Sudah Berbadan Hukum

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:59 WIB

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Rupiah Terancam! Siap-siap Hadapi Tekanan Berat Senin Besok

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:34 WIB

×