- Harga cabai rawit merah anjlok 13,18%, turun menjadi Rp53.350 per kg.
- Harga beras naik hingga 7,14%, dipimpin beras kualitas bawah I.
- Daging ayam melonjak 8,97%, sementara telur turun 6,71%.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional bergerak beragam pada perdagangan Rabu (15/7/2026). Di tengah penurunan tajam harga berbagai jenis cabai, masyarakat justru dihadapkan pada kenaikan harga beras dan daging ayam yang berpotensi menekan pengeluaran rumah tangga.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bank Indonesia (BI) yang dipantau melalui laman resmi BI pada pukul 09.35 WIB, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan penurunan harga paling dalam. Rata-rata harga nasional turun 13,18 persen atau Rp8.150 menjadi Rp53.350 per kilogram (kg).
Penurunan juga terjadi pada cabai rawit hijau yang merosot 10,67 persen atau Rp5.400 menjadi Rp45.200 per kg. Sementara itu, cabai merah keriting turun 10,05 persen atau Rp5.000 menjadi Rp44.700 per kg, sedangkan cabai merah besar terkoreksi 1,81 persen atau Rp900 menjadi Rp48.800 per kg.
Di sisi lain, harga beras justru mengalami kenaikan di hampir seluruh kategori. Beras kualitas bawah I mencatat kenaikan tertinggi sebesar 7,14 persen atau Rp1.050 menjadi Rp15.750 per kg.
Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas medium II yang naik 4,02 persen menjadi Rp16.800 per kg, disusul beras kualitas medium I yang meningkat 3,67 persen menjadi Rp16.950 per kg.
Sementara itu, harga beras kualitas bawah II naik 3,11 persen menjadi Rp14.950 per kg. Beras kualitas super I dan super II juga ikut terkerek masing-masing menjadi Rp17.850 per kg dan Rp17.350 per kg.
Dari kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar mengalami lonjakan signifikan sebesar 8,97 persen atau Rp3.300 menjadi Rp40.100 per kg. Harga daging sapi kualitas 2 naik 1,73 persen menjadi Rp144.100 per kg, sedangkan daging sapi kualitas 1 meningkat 0,7 persen menjadi Rp151.500 per kg.
Berbeda dengan daging ayam, harga telur ayam ras segar justru turun cukup tajam sebesar 6,71 persen atau Rp1.950 menjadi Rp27.100 per kg, memberikan sedikit ruang bagi konsumen untuk memperoleh sumber protein dengan harga lebih murah.
Untuk kelompok bumbu dapur, harga bawang putih ukuran sedang turun 1,02 persen menjadi Rp43.650 per kg, sedangkan bawang merah ukuran sedang melemah 0,54 persen menjadi Rp45.850 per kg.
Harga minyak goreng juga menunjukkan tren penurunan. Minyak goreng kemasan bermerek 2 turun 4,27 persen menjadi Rp22.400 per liter, minyak goreng kemasan bermerek 1 turun 3,09 persen menjadi Rp23.500 per liter, dan minyak goreng curah turun 2,43 persen menjadi Rp20.050 per liter.
Sementara itu, harga gula pasir lokal naik tipis 1,57 persen atau Rp300 menjadi Rp19.350 per kg. Adapun gula pasir kualitas premium masih bertahan di level Rp20.300 per kg tanpa mengalami perubahan.
Pergerakan harga yang beragam ini menunjukkan pasokan dan permintaan komoditas pangan masih berfluktuasi. Penurunan harga cabai dan minyak goreng menjadi kabar baik bagi konsumen, namun kenaikan harga beras dan daging ayam tetap menjadi perhatian karena merupakan kebutuhan pokok yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.