Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 14 Juli 2026 | 19:48 WIB
Kecewa Disebut 'Biang Kerok' kalau Ada Keracunan, Mitra BGN Ancam Gembok Dapur Secara Nasional
Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Syawaluddin. (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Ketua Umum Asosiasi Mitra BGN, Syawaluddin, menyampaikan protes terkait pola kemitraan tidak adil dalam program Makan Bergizi Gratis.
  • Keluhan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta pada hari Selasa, 14 Juli 2026.
  • Mitra mengancam menghentikan operasional dapur nasional jika tuntutan keadilan dan kesetaraan posisi dengan Badan Gizi Nasional tidak dipenuhi.

Suara.com - Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Syawaluddin, meluapkan kekecewaan mendalam terhadap pola kemitraan yang dinilai tidak adil dan tidak sejajar antara pihak mitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan Syawaluddin dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026) yang membahas pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

"Kami hadir di sini membawa rasa luka, sakit, dan kekecewaan terhadap kemitraan yang ada hari ini. Persoalannya sama di seluruh lapangan, baik bagi rekan-rekan Gapemdi maupun mitra investor di wilayah 3T. Ini soal kemitraan yang tidak sejajar dan tidak adil," tegas Syawaluddin di hadapan pimpinan dan anggota Komisi IX.

Syawaluddin menyoroti posisi mitra yang sangat rentan. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) memiliki program, pihak mitralah yang menyediakan seluruh fasilitas dan infrastruktur di lapangan.

Namun, ketika muncul kendala teknis seperti kasus keracunan makanan, mitra selalu menjadi pihak yang disalahkan.

"Dalam segala hal kami yang terluka, kami yang dianggap biang kerok. Begitu ada keracunan, dapur kami langsung di-suspend, padahal kami hanya menyediakan fasilitas dan mengikuti prosedur (SPPG). Kami merasa diperlakukan tidak adil," lanjutnya.

Ia juga menyayangkan adanya informasi keliru yang sampai ke telinga Presiden, yang sempat memunculkan stigma negatif terhadap para mitra.

Syawaluddin menduga ada laporan yang salah sehingga Presiden menyebut mitra dengan istilah yang menyakitkan seperti "maling".

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Suara.com/Riki Chandra)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Suara.com/Riki Chandra)

"Saya tahu ini karena salah informasi yang diberikan kepada Presiden. Tolong, proses kemitraan ini didudukkan secara sejajar. Kami adalah mitra strategis, bukan sekadar pelaksana subordinat," pintanya.

baca juga

Sebagai bentuk protes atas kondisi yang dinilai tidak sehat ini, Syawaluddin melayangkan ultimatum keras.

Ia menyatakan bahwa para mitra di seluruh daerah siap menghentikan operasional jika tuntutan akan keadilan dan kesetaraan tidak dipenuhi.

"Kami datang ke sini meminta keadilan. Ini kemitraan strategis, posisi kita sama. Pemerintah punya program, kami punya fasilitas untuk menjalankannya. Kalau kami terus dikecewakan, kami siap gembok dapur secara nasional," ancam Syawaluddin.

Ia memperingatkan bahwa jika aksi "gembok dapur" ini benar-benar terjadi, program strategis nasional Makan Bergizi Gratis terancam berhenti total.

"Dan ini gawat," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:19 WIB

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

Cegah Intervensi Politik, KPK Diminta Turun Tangan Awasi Kasus Makan Bergizi Gratis

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:03 WIB

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

LPSK Tolak JC Sony Sonjaya: Dianggap Pelaku Utama dan Belum Berkomitmen Kembalikan Aset Korupsi MBG

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas

Febrie Adriansyah Hanya Dicekal ke Luar Negeri 20 Hari, Ini Penjelasan Imipas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:02 WIB

Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi, GovTech Dipercepat agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi, GovTech Dipercepat agar Bansos Lebih Tepat Sasaran

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:48 WIB

Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik

Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:00 WIB

Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi

Audit Digital Jadi Kunci! Dana Banpol Naik Tak Jamin Bebas Korupsi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:47 WIB

Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka

Pembongkaran JPO Tendean Selesai, Jalur Arah Pancoran Mulai Dibuka

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:41 WIB

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi, Dalami Kasus Dugaan Suap di Muara Enim

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:25 WIB

Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?

Kuntadi Masuk Bursa Jampidsus usai Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Belum Tahu?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:18 WIB

Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual

Benarkah E-Voting untuk Pemilu Rawan Manipulasi? Pakar IT Ungkap Keunggulan Kertas Suara Manual

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:15 WIB

Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?

Sapa Jaksa Agung 'Kakak Asuh', Kapolri Dikritik: Sejak Kapan Jadi Subordinat?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 18:10 WIB

Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat

Rumor Kuntadi Jadi Jampidsus Mencuat, Jaksa Agung Beri Respons Singkat

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 17:59 WIB

×