- BP BUMN menunjuk Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Perum Peruri berdasarkan SK tertanggal 15 Juli 2026.
- Penunjukan mantan jenderal TNI tersebut bertujuan meningkatkan aspek keamanan dan pengawasan ketat pada perusahaan percetakan uang negara.
- Pemerintah menempatkan jajaran direksi untuk memastikan operasional Peruri selaras dengan strategi dan fungsi kontrol negara tersebut.
Suara.com - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) kembali menunjuk mantan jenderal TNI mengisi Direktur Utama perusahaan pelat merah. Setelah Perum Bulog, kini Perum Peruri dinahkodai Jenderal TNI.
Hal in setelah adanya tertuang dalam Surat Keputusan (SK) BP BUMN Nomor: 345 Tahun 2026 dan SK Nomor: 346 Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Direktur Utama dan Ketua Dewan Pengawas Peruri, tertanggal 15 Juli 2026.
Dalam SK itu BP BUMN menunjuk Teguh Arief Indratmoko sebagai Direktur Utama Perum Peruri. Teguh Arief sebelumnya menjabat sebagai Komandan Jenderal Akademi TNI Angkatan Darat (AD).
![Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria memastikan, restrukturisasi BUMN karya tetap jalan meski rupiah melemah. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/95786-dony-oskaria-danantara-bp-bumn.jpg)
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan penunjukkan jajaran direksi itu memang tergantung karakteristik bisnis BUMN.
Dia menjelaskan, Peruri yang merupakan perusahaan percetakan uang memang butuh pengamanan yang ketat.
"Oh kan tergantung kebutuhan kan kita. Jadi semua eh penempatan direksi itu tergantung kebutuhan kita. Kita butuh apa, Peruri ini kan sebetulnya perusahaan untuk yang dijaga keamanan, security, dan lain sebagainya," ujar Dony seperti dikutip, Kamis (16/7/2026).
COO Danantara Indonesia ini juga menambahkan, penunjukkan sebuah direksi BUMN itu sebagai alat kontrol pemerintah agar bisnis sejalan dengan strategi dan marwahnya.
"Jadi ini kan bukan perusahaan sebetulnya Peruri ini lebih kepada alat pemerintah untuk mengontrol tadi kan, karena ini bukan bukan perusahaan komersial kan, sebetulnya," pungkasnya.