Strategi Perang Donald Trump Blunder, Bikin Iran Makin Ngamuk Lalu AS Kesulitan Menghadapi

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 19 Juli 2026 | 14:57 WIB
Strategi Perang Donald Trump Blunder, Bikin Iran Makin Ngamuk Lalu AS Kesulitan Menghadapi
Rudal Iran (Tasnimnews)

Suara.com - Donald Trump kini berada dalam pusaran konflik berbahaya yang tidak kunjung membuahkan hasil politik konkret. Penggunaan kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dinilai gagal meredam perlawanan Iran.

Pemberian hukuman fisik secara bertubi-tubi kepada Teheran tidak otomatis mengubah peta kekuatan. Kebijakan Washington justru menemui jalan buntu karena tidak memiliki target capaian yang realistis.

Pakar kawasan menilai logika berpikir yang digunakan pemerintah Amerika Serikat saat ini sangat cacat. Akibatnya, Washington terus melakukan serangan tanpa tahu cara mengakhiri pertempuran dengan kemenangan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan kesehatan terbarunya belum juga dipublikasikan kepada publik.[Istimewa]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan kesehatan terbarunya belum juga dipublikasikan kepada publik.[Istimewa]

Senior Fellow dari Middle East Institute, Ross Harrison, menyoroti kebuntuan yang sedang dihadapi oleh sang presiden. Trump dianggap bertindak tanpa kalkulasi matang.

"Anda memiliki seorang presiden yang memasuki perang dengan logika strategis yang keliru, [dan] dalam beberapa hal dia terjebak dalam apa yang kami sebut sebagai perangkap eskalasi, di mana dia dapat melakukan eskalasi malam ini, besok malam – seperti yang telah dia lakukan selama tujuh malam terakhir – dan menimbulkan rasa sakit serta retribusi, pembalasan bagi warga Iran," kata Harrison dikutip dari Al Jazeera.

Penggunaan instrumen bersenjata seharusnya memiliki arah yang jelas untuk memengaruhi kebijakan lawan. Jika hanya bertujuan memaksa musuh tunduk, strategi tersebut dipastikan akan menemui kegagalan.

Iran diprediksi tidak akan melepaskan posisi tawarnya meskipun terus ditekan oleh militer Pentagon. Perlawanan Teheran justru berpotensi semakin mengeras di tengah gempuran.

"Namun sarana militer seharusnya hanya digunakan untuk mencapai semacam hasil politik. Dan jika hasil politik yang diinginkan adalah membuat orang Iran menyerah dan melepaskan pengaruh yang telah mereka coba bangun atau bangun kembali sejak awal perang ini, itu tidak akan berhasil," ujarnya.

Kematian sejumlah tentara Amerika Serikat di Yordania menuntut respons yang sangat tegas dari Gedung Putih. Namun, setiap langkah yang diambil Trump kini mengandung risiko politik yang sangat besar.

baca juga

Jika memilih menyerang lebih brutal, Washington hanya melampiaskan kemarahan tanpa mengubah keadaan. Sebaliknya, menahan diri akan membuat pemerintahan Trump dinilai kalah oleh musuh.

Harrison berargumen bahwa Trump menghadapi dilema berat dari kedua pilihan yang tersedia tersebut. Posisi Amerika Serikat menjadi sangat rentan.

"Jika dia meningkatkan eskalasi lebih jauh sebagai pembalasan terhadap kematian-kematian ini [pembunuhan tentara AS di Yordania], hal itu akan menimbulkan rasa sakit, tetapi tidak akan mengubah [posisi Iran]. Faktanya, hal itu bahkan mungkin memperkeras ketabahan orang-orang Iran. Dan jika dia melakukan de-eskalasi, dia dipandang lemah dan menyerah pada tekanan dari orang-orang Iran," tutur Harrison.

Konflik antara kedua negara ini terus meruncing menyusul serangkaian serangan terhadap aset-aset militer Amerika Serikat. Trump berulang kali memerintahkan serangan udara sebagai bentuk pembalasan langsung.

Ketiadaan diplomasi yang kuat membuat opsi militer menjadi satu-satunya jalur yang ditempuh Washington. Sayangnya, pendekatan ini tidak dibarengi dengan visi jangka panjang yang jelas.

Trump, tambah Harrison, "tampaknya tidak memiliki kapasitas strategis jenis seperti itu yang biasanya digunakan untuk keluar dari situasi ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait

Krisis Air Mengintai Timur Tengah Setelah Pasukan Iran Sasar Pembangkit Desalinasi Air Kuwait

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:37 WIB

Pensiunan AU: Iran Akan Lebih Suka Pakai Rudal Jarak Jauh Serang Amerika

Pensiunan AU: Iran Akan Lebih Suka Pakai Rudal Jarak Jauh Serang Amerika

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:24 WIB

Trump Luncurkan Serangan Udara, Iran Tebar Ancaman: AS Akan Rasakan Akibatnya

Trump Luncurkan Serangan Udara, Iran Tebar Ancaman: AS Akan Rasakan Akibatnya

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 11:59 WIB

Perang AS-Iran Memanas, Mojtaba Khamenei Ancam Beri Pelajaran Pahit yang Tak Terlupakan

Perang AS-Iran Memanas, Mojtaba Khamenei Ancam Beri Pelajaran Pahit yang Tak Terlupakan

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Gubernur Luthfi Minta Mahasiswa Jangan Cuma Demo: Kritik Harus Berbasis Data!

Gubernur Luthfi Minta Mahasiswa Jangan Cuma Demo: Kritik Harus Berbasis Data!

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:50 WIB

1.200 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Chelsea Vs AC Milan di GBK, Libatkan Tim Jibom hingga K-9

1.200 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Chelsea Vs AC Milan di GBK, Libatkan Tim Jibom hingga K-9

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:49 WIB

OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?

OPPO Reno16 Pro 5G Hadir dengan Dimensity 8550 SUPER, Seberapa Menarik?

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:45 WIB

8 Aturan Lomba Makan Kerupuk 17 Agustus yang Aman dan Seru untuk Anak-anak

8 Aturan Lomba Makan Kerupuk 17 Agustus yang Aman dan Seru untuk Anak-anak

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:45 WIB

TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was

TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was

Jabar | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:41 WIB

4 Kajian Ilmiah Ungkap Produk Tembakau Alternatif

4 Kajian Ilmiah Ungkap Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Mau Bawa Pulang Besi Curian, Malah Pulang Bareng Polisi, Dua Pria di Karanganyar Dibekuk

Mau Bawa Pulang Besi Curian, Malah Pulang Bareng Polisi, Dua Pria di Karanganyar Dibekuk

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:33 WIB

Adu Tajir Jampidsus Baru Kuntadi vs Febrie Adriansyah, Selisih Hartanya Rp14 Miliar

Adu Tajir Jampidsus Baru Kuntadi vs Febrie Adriansyah, Selisih Hartanya Rp14 Miliar

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:32 WIB

Katup Jantung Bermasalah Bisa Diam-Diam Menggerogoti Fungsi Jantung, Ini Gejalanya

Katup Jantung Bermasalah Bisa Diam-Diam Menggerogoti Fungsi Jantung, Ini Gejalanya

Health | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:29 WIB

×