Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 20 Juli 2026 | 17:00 WIB
Isu Copot Dody Hanggodo Mencuat, Pengamat Nilai Prabowo Berhak Ganti Menteri Demi Stabilitas
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo saat memberi keterangan pada wartawan, Selasa (17/12/2024). [Suarajogja.id/Hiskia]
baca 10 detik
  • Isu pencopotan Dody Hanggodo dinilai terkait stabilitas pemerintahan.
  • Pengamat: Presiden berhak reshuffle menteri demi harmonisasi kabinet.
  • Pemerintah diminta terbuka jika memutuskan mengganti Menteri PU.

Suara.com - Isu pencopotan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali mengemuka di tengah sorotan terhadap dinamika internal Kementerian PU. Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki kewenangan penuh untuk mengganti menteri apabila dinilai tidak lagi mampu menjaga stabilitas pemerintahan maupun keharmonisan kabinet.

Menurut Trubus, hak prerogatif Presiden menjadi dasar utama dalam mengevaluasi kinerja para pembantunya di kabinet. Pergantian menteri, kata dia, tidak hanya didasarkan pada aspek administratif, tetapi juga pertimbangan politik demi memastikan roda pemerintahan tetap berjalan efektif.

"Kalau menurut saya, kalau memang mau diganti, itu ya hak prerogatif presiden. Kalau memang dipandang tidak memberikan pengaruh atau tidak berprestasi, ya diganti saja. Ini dalam pengertian politik dan menjadi kewenangan Presiden," kata Trubus kepada Suara.com, Senin (20/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas isu yang menyebut posisi Dody Hanggodo terancam menyusul dugaan ketidakharmonisan antara pimpinan kementerian dengan jajaran di bawahnya. Isu tersebut dinilai berpotensi memengaruhi efektivitas kerja pemerintah apabila tidak segera diselesaikan.

Trubus menegaskan, menjaga stabilitas pemerintahan merupakan salah satu alasan yang sah bagi Presiden untuk melakukan reshuffle kabinet. Menurutnya, konflik internal yang berkepanjangan berisiko membuka ruang bagi pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan situasi politik.

"Presiden sangat bisa mencopot menteri karena alasan stabilitas. Keharmonisan kabinet itu penting supaya tidak ditunggangi pihak lain. Musuh-musuh Pak Prabowo juga banyak, sehingga kalau memang dinilai mengganggu stabilitas, ya sebaiknya segera diganti," ujarnya.

Meski demikian, Trubus mengingatkan agar setiap keputusan reshuffle dilakukan secara transparan. Ia menilai publik berhak mengetahui alasan di balik pergantian seorang menteri agar tidak memunculkan spekulasi yang semakin luas.

Menurutnya, penjelasan resmi sebaiknya disampaikan oleh pemerintah, misalnya melalui Sekretaris Kabinet, sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai dasar pertimbangan Presiden dalam mengevaluasi pembantunya.

Pernyataan Trubus tersebut semakin mempertegas bahwa isu pergantian Menteri PU bukan lagi sekadar rumor politik, melainkan telah memunculkan desakan agar Presiden segera mengambil keputusan apabila memang dinilai berdampak terhadap stabilitas pemerintahan.

baca juga

Seorang Sumber kepada Suara.com, Senin (20/7/2026) mengatakan, gejolak di internal Kementerian PU menjadi dasar penggantian Dody sebagai menteri.

"Presiden Prabowo tidak menyukai menteri yang memicu kegaduhan ataupun polemik di tengah masyarakat," kata dia.

Ia mengatakan, keharmonisan antara menteri dengan para bawahan juga menjadi penilaian seseorang layak dipertahankan ataupun melanjutkan pekerjaannya sebagai pembantu presiden.

"Sejumlah informasi soal menteri PU sudah disampaikan kepada presiden. Kemungkinan, Agustus terdapat reshuffle," kata dia.

Sementara satu Sumber lainnya juga mengakui terdapat wacana perombakan kabinet pada Agustus. Dody dikatakan menjadi salah satu menteri yang berpotensi diganti.

"Penggantinya belum pasti. Biasanya berasal dari partai yang sama," kata dia.

Tapi, kata dia, bisa juga Kementerian PU tidak lagi dipimpin sosok dari Partai Demokrat sebagaimana Dody.

"Bisa juga partai yang sama tetap mendapat jatah menteri, tapi di pos lain. Itu bila presiden menilai Menteri PU lebih baik dari kalangan profesional atau dari ASN internal kementerian tersebut."

Selain Dody, dia mengatakan ada satu menteri lainnya yang juga sedang terbelit skandal, berpotensi terkena reshuffle.

"Ada menteri dari kelompok lama. Pak Prabowo memang memberi waktu 2 tahun sejak dilantik untuk melihat apakah pekerjaannya baik atau tidak. Bila tidak baik, maka diganti," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerindra Semprot Hotman usai Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie

Gerindra Semprot Hotman usai Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:51 WIB

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

Istana Respons Isu Menteri PU Bakal Kena Copot Agustus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:21 WIB

Komunikasi Arogan Menteri PU Dody Hanggodo Disebut Bisa Percepat Pencopotan Oleh Prabowo

Komunikasi Arogan Menteri PU Dody Hanggodo Disebut Bisa Percepat Pencopotan Oleh Prabowo

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Berapa Lama Masa Berlaku SKCK?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×