- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan stok beras nasional di Jakarta aman hingga 10 bulan mendatang.
- Pemerintah mencatat total ketersediaan beras mencapai 25 hingga 26 juta ton dari berbagai sumber pasokan penting.
- Kondisi stok yang kuat membuat Indonesia berhasil mencetak sejarah baru dengan melakukan ekspor beras ke Malaysia.
Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman. Pemerintah memperkirakan ketersediaan beras saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan.
Amran mengatakan, ketahanan pangan Indonesia tetap terjaga di tengah kondisi global yang menghadapi berbagai tekanan, mulai dari krisis pangan, energi, hingga air.
"Pangan kita alhamdulillah aman, khususnya beras di tengah goncangan dunia, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurut Amran, kondisi tersebut juga terjadi di tengah ancaman El Nino ekstrem. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk menjaga produksi pangan, termasuk pembangunan irigasi, embung, pompanisasi, optimalisasi sawah dan rawa, hingga pencetakan sawah baru.
Hasilnya, Amran menyebut kondisi standing crop saat ini mencapai sekitar 3,8 juta hektare dengan produksi yang diperkirakan mencapai 10 juta ton.
Selain itu, pemerintah memperhitungkan pasokan dari sektor Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) yang disebut mencapai lebih dari 10 juta ton. Sementara stok beras yang berada di Perum Bulog berada di kisaran 5 juta ton.
![Ilustrasi beras di gudang Bulog. [ Antara/Dedi Suwidiantoro/YU]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/15/77847-ilustrasi-beras-di-gudang-bulog.jpg)
Dengan demikian, total ketersediaan beras yang diperhitungkan pemerintah mencapai sekitar 25-26 juta ton
Di sisi lain, kebutuhan beras nasional diperkirakan berada di kisaran 2,5-2,6 juta ton per bulan.
"Artinya apa? Cukup beras kita untuk 10 bulan ke depan," ujar Amran.
Amran kemudian memperkirakan ketersediaan tersebut dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sekitar Juni tahun berikutnya.
Menurutnya, kondisi stok yang kuat tidak hanya membuat kebutuhan domestik relatif aman, tetapi juga memungkinkan Indonesia kembali melakukan ekspor beras.
Indonesia bahkan telah melakukan ekspor beras ke Malaysia. Hal tersebut disebutnya sebagai sejarah baru bagi Indonesia.
"Bukan saja stok kita aman, tapi kita sudah ekspor ke Malaysia, dan ini sejarah baru untuk Republik Indonesia," pungkasnya.