- Harga minyak dunia turun pada 21 Juli 2026 karena pasar merespons potensi mediasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
- Teheran menerima usulan gencatan senjata sepuluh hari guna meredakan ketegangan konflik yang berlangsung sejak bulan Februari lalu.
- Ancaman blokade laut oleh kelompok Houthi terhadap Arab Saudi berisiko mengganggu pasokan energi global di luar kawasan Teluk.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia melandai pada perdagangan Selasa 21 Juli 2026. Pasar kini mempertimbangkan potensi mediasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Hal itu menahan kenaikan harga minyak, di tengah eskalasi konflik AS - Iran dan ancaman blokade laut Houthi terhadap Arab Saudi.
Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 35 sen atau 0,4 persen ke posisi 88,87 dolar AS per barel pada pukul 00.52 GMT. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September bergerak stabil di level 82,47 dolar AS per barel.
Kedua harga minyak tersebut melandai dari level tertinggi dalam sebulan terakhir yang dicapai pada sesi sebelumnya.
Seorang pejabat senior Iran mengonfirmasi bahwa Teheran telah menerima usulan mediasi berupa gencatan senjata selama 10 hari.
Usulan ini ditujukan untuk menyelamatkan kesepakatan sementara demi meredakan konflik yang meluas akibat serangan AS dan Israel ke Iran sejak Februari lalu.
![Situasi keamanan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah selatan dan tengah Israel. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/08/22072-titik-serangan-iran-ke-israel.jpg)
Meski isu de-eskalasi mengemuka, risiko di lapangan masih tinggi. Kelompok Houthi di Yaman mengancam akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi, yang berpotensi membuka front konflik baru serta mengancam pasokan energi global di luar kawasan Teluk.
Analis Pasar Utama KCM Trade, Tim Waterer, menilai ancaman blokade terhadap Arab Saudi tergolong krusial.
"Ancaman blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi oleh Houthi sangat signifikan karena meningkatkan risiko gangguan terhadap eksportir minyak utama lainnya," kata Waterer.
- Amerika Bom Iran, Rupiah Tersungkur
Baca Juga
Di sisi lain, saling serang antar kedua negara masih berlangsung. Pasukan AS melancarkan gelombang serangan udara terbaru ke beberapa kota di Iran, yang dibalas aksi serupa oleh Korps Garda Revolusi Iran terhadap aset militer AS di kawasan tersebut.
Analis Pasar IG, Tony Sycamore, menyebutkan bahwa wacana dialog damai untuk sementara waktu menahan laju kenaikan harga minyak. Namun, efektivitas dari proses mediasi tersebut masih harus dibuktikan di lapangan.
"Harga minyak sudah jauh lebih tinggi dan tentu saja memiliki potensi untuk naik lagi. Namun, dalam jangka pendek, pembicaraan semalam tentang de-eskalasi dan perundingan perdamaian tampaknya membatasi potensi kenaikan untuk sementara waktu. Apakah akan ada hasil dari perundingan perdamaian tersebut masih harus dilihat," jelas Sycamore.
Sementara itu, survei awal Reuters memproyeksikan adanya penurunan pada stok minyak mentah dan bensin AS untuk pekan lalu, meski persediaan produk distilat diperkirakan mengalami kenaikan.