- Bank Indonesia memperluas kerja sama pembayaran lintas negara menggunakan QRIS dengan Arab Saudi dan Hong Kong.
- Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyatakan implementasi QRIS antarnegara masih menunggu kesiapan regulasi dan infrastruktur.
- Volume transaksi QRIS tumbuh pesat sebesar 100,12 persen secara tahunan pada triwulan II tahun 2026.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus memperluas kerja sama pembayaran lintas negara dengan menggunakan QRIS. Hal ini seiring dengan memudahkan masyarakan dalam pelayanan pembayaran.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, mengatakan sudah memulai diskusi secara lebih mendalam dengan Arab Saudi dan Hong Kong.
"Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan, karena implementasinya tentu harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritasnya," kata Filianingsih saat RDG dikutip Kamis, (23/7/2026).
Kata dia, kinerja positif ini menunjukkan bahwa QRIS antarnegara digunakan oleh residen di negara lain yang datang ke Indonesia.
Apalagi, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi secara nyata melalui sektor pariwisata, UMKM, dan sektor ekonomi lainnya.
'Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan, karena implementasinya tentu harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritasnya," imbuhnya.
![Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta usai pembukaan Bulan Fintech Nasional (BFN) di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025). [Suara.com/Rina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/11/53030-deputi-gubernur-bank-indonesia-bi-filianingsih-hendarta.jpg)
Sementara itu, transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II 2026 tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal untuk menopang kegiatan ekonomi.
Volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi atau tumbuh 36,88 persen (yoy) pada triwulan II 2026 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital.
Volume transaksi melalui internet dan aplikasi mobile masing-masing tumbuh sebesar 16,88 persen (yoy) dan 31,39 persen (yoy) termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 100,12 persen (yoy) pada triwulan II 2026.
Kinerja QRIS yang positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1.529 juta transaksi atau tumbuh 38,09 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.777 triliun pada triwulan II 2026.
Selain itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,63 juta transaksi atau tumbuh 13,03 persen (yoy), dengan nominal transaksi BI-RTGS tumbuh 12,66 persen (yoy) mencapai Rp53.492 triliun pada triwulan II 2026.
Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 14,03 persen (yoy) menjadi Rp1.315 triliun pada triwulan II 2026.