BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?

M Nurhadi

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:10 WIB
BUMN Punya Hotel dan Apartemen Disorot, Masih Relevankah untuk Negara?
BP BUMN [Ist]
baca 10 detik
  • Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara berencana memangkas entitas Badan Usaha Milik Negara dari seribu menjadi tiga ratus perusahaan.
  • Nagara Institute bersama para pakar dan anggota legislatif mendukung kebijakan restrukturisasi guna mengembalikan fokus BUMN pada sektor strategis.
  • Pelaksanaan pemangkasan harus dilakukan secara hati-hati berbasis data akurat agar transformasi institusional dan operasional berjalan efektif.

Suara.com - Langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk memangkas secara drastis jumlah entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini mendapatkan sorotan.

Rencana besar untuk menyusutkan jumlah perusahaan pelat merah dari yang semula mencapai lebih dari 1.000 entitas menjadi hanya sekitar 200 hingga 300 perusahaan perlu dilihat baik buruknya.

Dukungan dan pandangan kritis terhadap kebijakan tersebut mengemuka secara komprehensif dalam sebuah forum Round Table Discussion (RTD) yang diselenggarakan oleh Nagara Institute bersama Akbar Faizal Uncensored (AFU). 

Menurut Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal, proses pengawalan kebijakan ini merupakan sebuah keniscayaan agar kritik publik terhadap pemerintah tetap berjalan beriringan dengan pemahaman yang mendalam mengenai akar persoalan di tubuh BUMN.

“Kami akan bikinkan buku dengan catatan-catatan kritis untuk kemudian kami serahkan kepada Presiden,” kata dia, dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com pada Kamis (23/7/2026).

Sejalan dengan gagasan efisiensi, Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, memaparkan bahwa keputusan BPI Danantara untuk melikuidasi atau menutup entitas yang sudah kehilangan arah tujuan merupakan keputusan yang berani dan tepat sasaran.

“Ketika pemerintah membentuk Danantara untuk memangkas dan menutup yang tidak relevan, ini adalah langkah yang sangat tepat,” kata dia.

Dari kacamata legislatif, Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, menilai bahwa pembentukan sebuah BUMN pada dasarnya harus dilandasi oleh alasan strategis dan fungsi pembangunan ekonomi nasional. 

Pria yang akrab disapa Demer ini menjelaskan, pada masa lalu, banyak BUMN terbentuk berdasarkan kebutuhan keamanan nasional, skala usaha perintis, penugasan khusus dari pemerintah, hingga percepatan pembangunan di daerah tertinggal.

baca juga

Kerangka historis tersebut dinilai sangat penting untuk dijadikan rujukan utama ketika BPI Danantara mulai menyusun kembali rancang bangun struktur BUMN nasional.

Sayangnya, perkembangan tata kelola di masa lalu justru melahirkan banyak entitas turunan yang tidak selalu berkaitan langsung dengan fungsi utama perusahaan induknya.

Alhasil, muncul fenomena ganjil di mana perusahaan negara kini merambah bisnis perhotelan, manajemen rumah sakit, jasa transportasi umum, hingga berbagai usaha pendukung komersial lainnya.

Dengan struktur keuangan yang terkonsolidasi dengan baik, peluang untuk melakukan perbaikan dapat segera dieksekusi tanpa harus menunggu proses persetujuan anggaran negara yang kerap memakan waktu lama.

“Ketika ada entitas yang bleeding, maka bisa segera kita perbaiki, atau ada opportunity bagus segera kita tambahkan,”

Lebih lanjut, Anggota Komisi VI DPR RI ini memandang efisiensi di tubuh BUMN pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang jauh lebih besar apabila negara bersedia mengembalikan fokusnya pada penyediaan layanan publik serta penguasaan sektor-sektor strategis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Asset Management Siap Bawa Eks BRI MI Jadi Perusahaan Investasi Berdaya Saing

Danantara Asset Management Siap Bawa Eks BRI MI Jadi Perusahaan Investasi Berdaya Saing

Bri | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:20 WIB

BRI Pastikan Penjualan Saham BRI MI Tak Ganggu Kinerja Operasional

BRI Pastikan Penjualan Saham BRI MI Tak Ganggu Kinerja Operasional

Bri | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:38 WIB

Sebagian Himbara Tak Lagi Miliki Bisnis Manajer Investasi, Sahamnya Dipegang Danantara

Sebagian Himbara Tak Lagi Miliki Bisnis Manajer Investasi, Sahamnya Dipegang Danantara

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:47 WIB

Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%

Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:05 WIB

Dasco Pimpin Rapat Besar Bareng Menteri, Matangkan Perpres Perlindungan Ojol

Dasco Pimpin Rapat Besar Bareng Menteri, Matangkan Perpres Perlindungan Ojol

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 11:01 WIB

Dirut Pindad Beri Bocoran Motor Listrik Prabowo: Diluncurkan 13 Agustus

Dirut Pindad Beri Bocoran Motor Listrik Prabowo: Diluncurkan 13 Agustus

Otomotif | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:52 WIB

Terkini

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

7 Perbedaan Campuran Homogen dan Heterogen yang Mudah Dipahami

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:35 WIB

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Kontradiksi Gaya Komunikasi Prabowo: Singa Domestik, Kucing Imut di Panggung Internasional?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:34 WIB

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Di Era AI dan Digital, Mengapa Belajar Filsafat Justru Semakin Penting?

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:32 WIB

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Menggila di MV Lagu Checkmate! ENHYPEN Unjuk Semangat Pantang Menyerah

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:29 WIB

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

Penembakan 3 ASN Jayawijaya, Komnas HAM: Tuduhan Intelijen Bukan Alasan Merampas Nyawa

News | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Cara Membedakan Garis Berat dan Garis Tinggi pada Segitiga Sama Kaki

Tekno | Senin, 14 September 2026 | 12:24 WIB

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Rekomendasi Air Mawar Tanpa Alkohol, Jaga Kelembapan dan Kesegaran Kulit Bebas Iritasi

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan

Entertainment | Senin, 14 September 2026 | 12:23 WIB

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Ujian Hubungan Jangka Panjang: Mengapa "Before Midnight" Adalah Film Paling Jujur Tentang Pernikahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 12:20 WIB

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

FORU Mau Rights Issue, Target Raup Rp27,1 Triliun untuk Beli Perusahaan Batu Bara

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 12:17 WIB

×