- PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) mendapatkan persetujuan RUPSLB tanggal 5 Mei 2026 untuk melakukan rights issue saham baru.
- Dana aksi korporasi tersebut digunakan memperkuat produksi konten serta mendukung ekspansi pembangunan 50 bioskop baru oleh Platinum Cineplex.
- Film Cerita Lila produksi RAAM berhasil menembus satu juta penonton di bioskop seluruh Indonesia hingga pertengahan Juli 2026.
Suara.com - PT Tripar Multivision Plus Tbk (IDX: RAAM) memperkuat strategi bisnisnya dengan melanjutkan proses Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Dana hasil aksi korporasi tersebut akan difokuskan untuk memperkuat produksi konten serta mendukung ekspansi jaringan bioskop Platinum Cineplex, di tengah pertumbuhan industri film nasional.
Direktur Utama RAAM, Ram Jethmal Punjabi, mengatakan rencana rights issue telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Mei 2026.
Perseroan mendapat kewenangan menerbitkan hingga 1.362.724.000 saham baru dengan nilai nominal Rp60 per saham, setara maksimal 20 persen dari modal disetor, dengan tingkat dilusi yang dibatasi paling tinggi sebesar 16,67 persen.
"Dana hasil rights issue direncanakan untuk modal kerja pendanaan produksi konten serta penyertaan modal ke anak perusahaan PT Platinum Sinema, yang berencana membangun 50 bioskop baru," ujar Ram Jethmal Punjabi dalam siaran pers, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan, persetujuan RUPSLB tersebut baru menjadi tahap awal proses rights issue. Harga pelaksanaan, prospektus final, dan jadwal penawaran masih akan ditetapkan kemudian.
Perseroan memiliki waktu hingga 12 bulan sejak persetujuan RUPSLB untuk menyelesaikan seluruh proses aksi korporasi tersebut.
RAAM saat ini juga tengah mengembangkan sejumlah film dan serial baru, seiring dengan ekspansi jaringan Platinum Cineplex yang telah beroperasi di 18 lokasi.
Perseroan menilai pengembangan konten dan jaringan bioskop merupakan strategi yang saling melengkapi untuk menciptakan pertumbuhan pendapatan jangka panjang.
"Langkah ekspansi tersebut didukung prospek industri perfilman nasional yang terus bertumbuh," imbuhnya.
Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan, jumlah penonton film Indonesia mencapai 80,27 juta pada 2025, dengan film lokal menguasai sekitar 60 persen pangsa pasar.
Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 15 film Indonesia telah menembus satu juta penonton, dengan genre horor menjadi yang paling diminati.
Di tengah tren positif tersebut, film Cerita Lila produksi RAAM berhasil mencatatkan pencapaian penting dengan menembus satu juta penonton bioskop di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data Cinepoint hingga pertengahan Juli 2026, jumlah penonton kumulatif film tersebut mencapai 1.000.739 orang, menjadikannya film Indonesia ke-15 yang berhasil meraih lebih dari satu juta penonton pada tahun ini.
"Kami bersyukur atas respons penonton terhadap Cerita Lila. Terima kasih kepada semua yang telah menonton, serta para filmmaker, pemeran, dan mitra bioskop yang turut mewujudkan film ini," kata Ram Jethmal Punjabi.