- Perry Warjiyo mundur, Destry Damayanti ditunjuk sebagai Plt Gubernur BI.
- Rupiah melemah, pasar cermati dampak terhadap independensi Bank Indonesia.
- Investor menunggu sosok gubernur BI baru dan arah kebijakan moneter.
Di sisi lain, pekan lalu BI baru saja memutuskan mempertahankan suku bunga acuan setelah sebelumnya menaikkan suku bunga hingga total 100 basis poin sejak Mei. Langkah tersebut diambil untuk menarik aliran modal asing sekaligus menopang nilai tukar rupiah.
Menanggapi pengunduran diri Perry, Plt Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan seluruh fungsi Bank Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Bank Indonesia akan terus memastikan stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga sistem keuangan, serta menjalankan kebijakan sesuai praktik terbaik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Destry.
Pernyataan tersebut diharapkan dapat meredakan kekhawatiran investor mengenai kesinambungan kebijakan moneter.
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menilai fokus pasar dalam beberapa waktu ke depan akan tertuju pada proses pemilihan gubernur BI yang baru. Investor akan menilai apakah pemerintah tetap menjaga kredibilitas dan independensi bank sentral atau justru menghadirkan ketidakpastian baru bagi pasar keuangan Indonesia.
Dengan kata lain, seperti saat Sri Mulyani meninggalkan Kementerian Keuangan, kepergian Perry Warjiyo kembali menguji satu hal yang