- IHSG dibayangi tren pelemahan akibat aksi jual bersih asing sebesar Rp492 miliar pada perdagangan awal pekan ini.
- Bursa saham Asia menguat serentak pada Senin (27/7) karena meredanya konflik Teluk dan penurunan harga minyak dunia.
- Wall Street ditutup bervariasi karena investor bersiap menanti rilis kinerja keuangan kuartal kedua dari raksasa teknologi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi tren pelemahan pada awal pekan ini setelah ditutup turun 0,17 persen pada perdagangan sebelumnya. Pelemahan indeks domestik ini turut diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) dari investor asing yang mencapai sekitar Rp492 miliar.
Berdasarkan data pasar, lima saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS/EMAS), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan bahwa secara teknikal IHSG memang memiliki peluang untuk menguji level resisten di 6.220. Namun, setelah pengujian tersebut, indeks dinilai rentan untuk kembali mengalami koreksi.
"Target menengah (middle term) koreksi IHSG berada di rentang 6.050 hingga 6.150. Rentang ini sekaligus menjadi area support saat ini, dengan resisten di 6.200 hingga 6.220," jelas Fanny.
Di tengah bayang-bayang koreksi IHSG, Fanny memberikan sejumlah gagasan perdagangan (trading idea) untuk beberapa saham yang dapat dicermati oleh investor hari ini:
- NCKL: Speculative Buy dengan area beli di 840, cutloss jika turun di bawah 830. Target terdekat di rentang 860–890.
- INDY: Buy if Break 2.630 dengan target terdekat di 2.680–2.770. Lakukan cutloss jika harga turun di bawah 2.540.
- BFIN: Speculative Buy dengan area beli di 765–780, cutloss di bawah 750. Target terdekat berada di 805–835.
- BIPI: Speculative Buy dengan area beli di 143–146, cutloss di bawah 141. Target terdekat di 150–154.
- MINA: Speculative Buy dengan area beli di 274, cutloss di bawah 268. Target terdekat di 280–288.
- INET: Buy on Weakness dengan area beli di 216–226, cutloss di bawah 208. Target terdekat di 230–234.
Bursa Asia Menguat Seiring Meredanya Ketegangan Teluk
Berbeda dengan IHSG, mayoritas bursa saham kawasan Asia justru mencatatkan penguatan pada perdagangan awal pekan, Senin (27/7). Penguatan ini didorong oleh meredanya konflik di kawasan Teluk yang berimbas pada penurunan harga minyak mentah dunia.
Kondisi ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi, memperkuat pasar obligasi, serta menyuntikkan optimisme bagi para investor.
Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat naik 0,5 persen, disusul Topix yang melesat 1,4 persen. Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,97 persen dan Kosdaq naik 2,2 persen.
Penguatan juga terjadi di Hang Seng Hong Kong (0,98 persen), CSI 300 (1,15 persen), ASX 200 Australia (1,39 persen), Straits Times Singapura (0,57 persen), dan FTSE Malaysia (0,71 persen). Tercatat hanya Taiex Taiwan yang mengalami koreksi tipis sebesar 0,05 persen.
Sentimen positif di Asia ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebutkan adanya "pembicaraan yang baik" dengan Iran, membuka peluang kesepakatan damai.
Iran pada Minggu (26/7) menyatakan siap menghentikan serangan militernya jika AS mengambil langkah serupa. Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya usai lantaran kelompok Houthi di Yaman masih melancarkan serangan ke fasilitas minyak Arab Saudi.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup secara bervariasi (mixed). Investor cenderung mengambil sikap wait and see menjelang rilis panduan dan kinerja keuangan kuartal kedua (Q2) dari sejumlah raksasa teknologi (Big Tech) seperti Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple pada pekan ini.
Pada penutupan bursa, Indeks S&P 500 naik tipis 0,02 persen, Dow Jones Industrial Average menguat 0,51 persen, sedangkan Nasdaq Composite tergelincir 0,18 persen.
Beberapa saham non-teknologi mencatatkan penguatan, seperti Walmart (2,1 persen) dan Johnson & Johnson (1 persen). Di sektor teknologi, Microsoft bertambah 1,9 persen, meskipun pada pekan sebelumnya laporan Tesla dan Alphabet memicu kekhawatiran akibat besarnya beban pengeluaran untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Di sektor energi, penurunan harga minyak global akibat meredanya tensi AS-Iran langsung menekan saham-perusahaan migas. Saham Occidental Petroleum anjlok 4,1 persen dan Exxon Mobil melemah 1,4 persen.
DISCLAIMER
Artikel ini disajikan murni sebagai sarana informasi pasar modal dan bukan merupakan ajakan, perintah, maupun rekomendasi mutlak untuk membeli atau menjual efek tertentu. Keputusan investasi dan trading sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi setiap investor.